Wednesday, December 27, 2017

Tips Liburan Akhir Tahun: Jangan!

Saatnya Liburan Akhir tahun (Gambar: Freepik)

Rasa-rasanya saya tidak pernah khusus merencanakan acara liburan akhir tahun (Masehi). Zaman lajang dan tinggal di kos-kosan seringkali akhir tahun terlewatkan dalam acara tidur lelap tanpa mimpi. Begitupun sewaktu telah berkeluarga dan ada anak-anak. Akhir tahun keluar rumah dan menuju pusat keramaian berarti harus menghabiskan waktu dalam kemacetan. Macet-macet buat saya bukan agenda liburan yang menyenangkan, kapanpun itu. Selain itu tentu saja, alasan utama: saya tidak betah begadang.

Acara akhir tahun paling direncanakan hanya terjadi di masa sekolah. Waktu itu bersama teman-teman SMP (atau SMA, ya) merencanakan acara bakar-bakaran di rumah. Yang terpilih rumah saya. Konsepnya open house gitu dengan gelar tiker bagi siapa saja yang mau mampir menjelang atau sesudah konvoi tahun baru. Barbeque Night gitu maunya, yang terwujud dalam rupa sebuah anglo dengan api kebesaran yang selalu membuat gosong jagung-jagung di atasnya. Beda jauh sama acara barbeque dalam film-film Barat. Ada panggangan besar, di atasnya ada daging-daging hamburger, paprika, onion, lan sakpiturute. Jagung gosong adalah menu barbeque kami, ala Jowo.

Nah, belakangan memang akhir tahun selalu bertepatan dengan hari libur sebagian besar anak sekolahan. Pembagian lembar-lembar rapor anak sekolah sama juga dengan lembar-lembar surat cuti untuk ditandatangani bagi sebagian besar orang tua yang kerja kantoran. Kapan lagi bisa menghabiskan waktu bersama keluarga. Sengaja jatah cuti setahun ditahan-tahan, demi momen libur akhir tahun ini. Semua supaya bisa berbarengan jalan-jalan, keluar kota kalau ada buget, meskipun beresiko terlibat dalam antrian macet yang berkepanjangan, di jalan, di loket obyek wisata, di warung-warung kuliner langganan.

Demi kelancaran liburan akhir tahun, yang cuma datang sekali dalam setahun, (iya lah) saya mau berbagi beberapa tips liburan. Dicocokin sama tema Arisan Blog Gandjel Rel dari Blogger Nasyionel asal Semarang, salah satu founder komunitas Gandjel Rel, duh siapa sih yang nggak kenal Mak Uniek Kaswarganti, dan juga dari Novia Domi, mamah-mamah cantik blogger yang sudah memulai karir profesional di dunia sosial media.

Tips Pertama: Jangan Go-Show!

Tips ini berlaku buat yang berlibur keluar kota dan berencana menginap, terlebih kalau ada anak-anak di dalam rombongan. Kecuali di kota tujuan punya kerabat yang baik hati untuk menampung kita di rumahnya, jangan berangkat tanpa pesan hotel/ penginapan sebelumnya. Apalagi kalau perginya ke daerah-daerah yang masih eksklusif, yang masih jarang ada penginapan apalagi hotel. Bisa-bisa nginep di jalanan beneran.

Akhir tahun adalah saatnya high season, di kota-kota yang menjadi tujuan berlibur seperti Yogyakarta, Denpasar, dan lain-lain, hampir semua hotel akan ramai dipesan. Apalagi kalau yang diinginkan hotel-hotel di seputar obyek wisata. Kalaupun beruntung dapat kamar di hotel, tentunya harga yang dikenakan bisa berlipat ganda.
Ga dapet penginapan, kemping aja, yuk.


Saya pernah tuh, bareng 10 orang kerabat, go show ke Yogya. Padahal nggak high season, lho, cuma akhir pekan biasa, tapi tetap aja kamar hotel-hotel yang kami anggap cocok tidak tersedia. Karena hari semakin malam, akhirnya kami terdampar di satu hotel lokal yang yaa sebetulnya lumayan. Tapi dengan buget yang sama, seandainya kami merencanakan penginapan ini jauh hari, bisa dapat kamar di hotel yang lebih baik fasilitasnya.

Jadi kalau tidak mau beresiko muter-muter, atau puyeng lihat aplikasi OTA (Online Travel Agent) yang terus-terusan bilang “no room available at selected date”, atau melihat angka dengan label juta-juta di sana, sebaiknya pesan kamar hotel dulu jauh hari sebelum berangkat.

Jangan go–show ini juga berlaku untuk pembelian tiket penerbangan, kereta api, bus ,dan aneka transportasi masal lainnya. Kalau berencana menyewa kendaraan juga, akhir tahun biasanya rental mobil akan full booked.

Tips Kedua: Jangan Kesiangan!

Biasanya obyek-obyek wisata penuh di akhir tahun. Salah satu tips penting buat saya adalah jangan kesiangan kalau mau datang ke salah satunya. Kemarin nih, di Purbalingga, obyek wisata Owabong adalah salah satu tempat yang tidak pernah sepi pengunjung. Apalagi musim libur. Mirip cendol-lah. Tapi gimana dong kalau anak-anak kekeuh pengen kesana? Lagi pula tidak setiap saat juga kami bisa ke Purbalingga. Owabong memang menarik karena punya aneka wahana air dan sangat segar karena sumber mata air alaminya.

Solusinya adalah: kami datang lebih pagi.
Kalau sepi bisa main sepuas hati (Lokasi Owabong Purbalingga)
Jam buka Owabong adalah jam enam pagi. Jadi jam enam kurang kami sudah nongkrong di depan loket. Parkiran juga masih lapang, tidak perlu parkir di tempat tambahan yang tentunya lebih jauh dari pintu. Wisatawan lain biasanya mulai berdatangan jam sembilan, jadi lumayan kan, ada tiga jam yang lega buat kami berenang-renang dan bermain sepuasnya. Paling jam setengah sebelas anak-anak sudah kecapaian. Saat obyek wisata lagi penuh-penuhnya, kami sudah pulang.

Sama halnya waktu bawa rombongan piknik ke The Worlds Landmark Merapi Park, di Kaliurang, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jam buka The Landmark Merapi Park adalah jam delapan tiga puluh. Sekitar jam sembilan pagi. Sebelum gerbang dibuka kami sudah sampai, nggak perlu antri tiket. Setelahnya jadi bisa lebih puas berfoto-foto sebelum obyek wisata penuh dengan rombongan lain. Selain itu kami juga bisa memilih gazebo-gazebo untuk beristirahat dengan lebih leluasa, karena nggak harus berebut.

Ingat tipsnya ya, lihat dulu jam buka obyek wisatanya, hitung waktu tempuh kesana, lalu datanglah paling pagi.

Tips Ketiga: Jangan Lupa Bekal

Kadang demi alasan kepraktisan, apalagi kan liburan, kita jadi malas bawa-bawa bekal. Lebih praktis beli, kata jutaan ibu-ibu. Lha wong liburan kok ya nyiapin bekal seperti hari sekolah. Memang benar sih, apalagi kalau libur akhir tahun sekaligus dengan niat kulineran. Alias mencicip makanan-makanan khas di tempat yang kita datangi.

Tapi menurut saya sih, bekal itu wajib, terutama bekal air minum dan camilan. Selain itu jika memungkinkan saya sebisanya menyiapkan bekal nasi dan lauknya juga. Tidak harus memasak sendiri, saya beli bekal yang layak ini sebelum sampai ke tempat tujuan wisata. Bisa di minimarket, warung nasi, atau outlet fastfood langganan sejuta umat.

Tips ini tidak berlaku buat tempat-tempat yang melarang kita membawa makanan dan minuman dari luar ya. Hihi. Macam beberapa waterboom, Kidzania (cuma boleh bawa air putih), dan museum (iyalah masa mau makan di museum). Cek dulu boleh enggaknya. Seringkali saya lihat dus-dus makanan ditinggal di loket, (atau bahkan dimakan di tempat!) gara-gara tidak boleh dibawa masuk.

Kenapa bekal ini penting, satu, makanan dan minuman di obyek wisata seringkali lebih mahal (ngirit pisan). Daripada uang habis buat beli air minum dalam kemasan seharga dua atau tiga kali lipat, kan mendingan dibelikan oleh-oleh penganan khas. Dua, belum tentu bersih dan baik. Terkadang saya temuai jajanan macam bakso, mie, di obyek-obyek wisata gitu bikin sakit tenggorokan sesudahnya karena berbumbu micin. Kalau sudah kepepet, anak-anak haus, atau lapar, trus harus beli makanan dan minuman apapun yang tersedia kan jadinya horor. Tiga, resiko antri lama. (Tidak perlu dijelaskan, hehe)

Jadi bekal ini penting!

Hm, tiga tips “jangan” cukup ya. Semoga bisa bermanfaat buat liburan akhir tahun yang tinggal beberapa hari menjelang. Jalanan masih macet, antrian loket masih mengular, dan ikutan river tubing macam sedang disetrap mengapung di kali.

Intinya, kalau buat saya, liburan –kapanpun itu- semestinya akan membuat hari-hari di luar liburan semakin produktif dan bersemangat. Selamat liburan, dan stay safe! 


Sumber gambar:
<a href="https://www.freepik.com/free-vector/background-of-various-travel-elements-with-message_1042524.htm">Designed by Freepik</a>

21 comments:

  1. Hihi iyaaa bawa bekal itu hukumnya wajib menghindari kerusuhan bocah-bocah yaaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wajib demi keamanan dompet pula. Hihi

      Delete
    2. Wajib demi keamanan dompet pula. Hihi

      Delete
  2. Jangan kesiangan itu setuju banget soalnya telat dikit aja muacet pwool atau bisa jadi ketinggalan pesawat

    ReplyDelete
  3. Jangan kesiangan dna jangan go show!! setuju bnaget tuh bisa gagal agenda yang sudah di susun dengan rapii...!

    ReplyDelete
  4. Gw banget yang kalo liburan pasti go show. Karena gak pernah punya rencana kalo liburan. Yaa biasa tidur dipembensin kalau gak dapet hotel. Xixixii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Spontaneous person! Pom Bensin jadi! Hihi..

      Delete
  5. Ini dia...perlu bgt dicatat.
    Aku sering go show...krn klo direncanakan sering bubarrr..huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi. Gak papa go-show selama memenuhi anggaran.. :))

      Delete
  6. Aku juga nggak pernah nih ngerancanain liburan akhir tahun, suami udah senewen duluan sama macet meskipun cuma motoran.

    Pernah pas akhir tahun pas pulag Wonosobo. 1 januari pergi ke telaga Menjer, ealah di sana kayak cendol beneran. jadi nggak menikmati suasana, apalagi banyak sampah berserakan T.T

    ReplyDelete
  7. Jangan GoShow, bener banget. Aku udah ngalami juga di kota yang sama. Nyesek, harga hotel mahal, fasilitasnya gitu2 aja. Sekarang mending prepare jauh hari buat liburan terutama.pas high season gini

    ReplyDelete
  8. Kalo pas liburan bareng nggak pernah nginep hotel soalnya nginep di rumah sodara, hihi
    ngiriiit

    ReplyDelete
  9. Pernah go show dan akhirnya terjebak macet, kebagian hotel kelas melati dan kurang bersih karena baru dibersihin ketika tamu sebelumnya check out, dan kalau dateng lebih pagi aku dan keluargaku senengnya juga gini, pernah ke owabong dqteng terlalu siang karena barengan dengan piknik kantor waduh pe sana cuma makan nasi kotak gudeg di pinggir kolam karena kaya cendol 😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. "Derita" libur waktu high season, ya Mbak. Hihi. Hayuk atuh diulang ke Owabongnya, nginep di tempat eyangnya anak-anak hehe

      Delete
  10. Kalo pesen hotel ndadak langsung ke hotelnya biasanya suka mahal ratenya. Enakkan lewat sitis travel gt lbh murah biasanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mostly iya Maak. Pernah tapi dapet lebih murah langsung di situs hotelnya. Soalnya mereka lagi ultah hehe

      Delete
  11. Sebagai emak2 pengeb banget bawa bekal atas nama pengiritan, tapi si ayah selalu protes. Katanya kaya di jalan ga ada orang jualan aja. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha.. kalau ayah ayah sukanya yang praktis yaa

      Delete