Sunday, October 6, 2019

Colorful Asus VivoBook Ultra A412 - Essential for You



Saya ngaku bukan light traveller, alias selalu saja bawa-bawa barang seabrek ketika akan bepergian. Apalagi kalau harus pergi keluar kota. Biasanya ada satu koper untuk pakaian, plus satu ransel atau tas gede untuk barang-barang lain, yang saya sebut “essential item” atau “barang wajib”. 



My essential item di tas tentengan itu adalah dompet, ponsel plus chargernya, powerbank, botol isi air minum, tisu basah, sapu tangan, dompet make-up (yang isinya cuma lipstik sama cushion hihi), sapu tangan, kamera, buku tulis, alat tulis, plus seperangkat alat solat. Kadang masih ditambah cardigan tipis dan tentu saja: laptop.

Rasanya memang nggak tenang aja kalau pergi tanpa membawa laptop. Bagaimana mungkin si laptop ditinggal begitu aja kalau file-file pekerjaan saya ada di dalamnya. Sebagai pekerja lepas dengan lokasi pekerjaan yang kerap berpindah, saya merasa aman dan nyaman kalau bisa mengaksesnya setiap saat. Kalau tiba-tiba ada klien minta proposal, atau ada yang pingin segera revisi denah rumahnya, saya bisa lekas merespon. Mau travelling buat liburan, apalagi travelling terkait pekerjaan, yang namanya laptop jadi barang wajib dibawa layaknya ponsel. 

Dengan bawaan segambreng itu, pernah iseng-iseng saya timbang tas saya dan, wow, beratnya lebih dari lima kilogram. 



Waspada Beban di Pundakmu!


Dari hasil berselancar, menurut American Chiropractic Association (ACA), idealnya beban maksimal tas kita adalah 10% dari berat badan. Jadi misalnya berat badan kita 60 kilogram (I wish hihi), maksimal berat tas kita adalah 6 kilogram. ACA juga menyarankan untuk membagi beban ke lebih dari satu tas jika memang barang-barang yang harus di bawa sangat banyak.


Ada catatan penting nih buat buat ibu-ibu, untuk memperhatikan bobot tas sekolah anak-anak. Mereka kan masih kecil, misal anak SD berat badannya 25 kilogram, berarti berat maksimal ranselnya nggak sampai dua setengah kilogram tuh. Duh, padahal buku-buku pelajaran di dalam tas mereka biasanya buanyak ya. 

Jika rutin atau terlalu sering membawa beban berlebih, dikhawatirkan postur tubuh akan berubah, bahkan bisa menyebabkan masalah tulang belakang. Kalau bagi anak-anak, bisa mengganggu pertumbuhan mereka, lho. 

Kembali ke beban berat di tas saya, saya ngaku seringkali merasa capek memanggul tas sampai pundak, punggung, dan pinggang rasanya kaku dan nyeri. Kata bude pijet, syarafnya kaku kejepit.

Saya suka takjub sama orang-orang yang bisa pergi dengan tas mungil, atau bahkan cuma mengantongi dompet dan ponsel. Rasanya kok enteng banget hidupnya hehe. Tapi bagaimana lagi kalau memang banyak barang yang kudu dibawa. 

Akibat banyaknya barang wajib ini juga, tiap kali bepergian biar semua barang bisa masuk, saya pakai ransel yang itu-itu aja, yaitu ransel hadiah event yang cukup kuat dan gede. Ransel yang bikin tampilan saya macam mau hiking meskipun pakai baju batik. 

Saya pernah tuh, demi alasan biar stylish, memilih tas lain yang lebih kecil dan agak-agak feminim gitu untuk membawa barang-barang wajib saya plus laptop. Hasilnya pundak tetep pegel, bahkan tasnya jebol karena ukuran laptopnya terlalu gede buat dipaksa masuk. 

Laptop, My Essential

Nggak cuma saya kan yang menganggap laptop adalah essential item ketika travelling. Kalau bicara soal laptop, yang terlintas pertama kali di benak saya ya ASUS. Adik saya yang hobi main game pakai laptop ASUS seri Repuclic of Gamers, ASUS pertama saya sendiri dari seri Eee PC.

ASUS dengan brand spirit “In Search of Incredible” memang selalu berusaha menghasilkan perangkat cerdas terbaik yang dapat dinikmati oleh semua penggunanya. Selain laptop, ASUS adalah perusahaan multinasional yang juga memproduksi motherboard, PC, monitor, kartu grafis, dan router terbaik di dunia yang memiliki visi sebagai perusahaan teknologi terdepan dan paling inovatif. 

Berbagai penghargaan diterima ASUS di sepanjang tahun 2018, diantaranya Forbes Global 2000 Top Regarded Companies, dan Thomson Reuters’ Top 100 Global Tech Leaders. Di tahun 2019 ini ASUS juga termasuk dalam Fortune World's Most Admired Companies.


ASUS memang tidak pernah berhenti berinovasi. Didukung lebih dari 5 ribu profesional di bidang Research and Development, ASUS selalu punya desain dan inovasi canggih.


Berbagai varian laptop dari ASUS juga hadir untuk memenuhi beragam kebutuhan penggunanya. Nah salah satunya diperkenalkan di acara ASUS Blogger Gathering Semarang di tanggal 28 September 2019 kemarin. Laptop ini layarnya lebar yaitu 14-inchi, tapi ringan dan singset! 

Cocok banget nih buat mengurangi beban hidup saya, eh maksudnya beban di pundak saya. 

Kenalan dengan ASUS VivoBook Ultra A412 

Waktu lihat bodinya yang kecil dan ramping, banyak yang kecele (tertipu) dengan ukuran layarnya. Biasanya laptop sekecil itu layarnya paling gede 13-inchi. Padahal VivoBook Ultra A412 punya layar 14-inchi! 

Emang berapa sih ukuran VivoBook Ultra A412? 


Ternyata setelah dibandingkan dengan kebanyakan laptop 14 inchi, ukuran bodi VivoBook Ultra A412 itu 20% lebih kecil. 

Tapi kenapa ya dengan layar yang sama, ukuran VivoBook Ultra A412 bisa lebih kecil? Jawabannya karena VivoBook Ultra A412 punya Nano Edge Display. Ini adalah teknologi eksklusif yang bikin bezel pada layar hanya berukuran 5,7mm. Bezel yang tipis ini membuat ukuran bodi VivoBook Ultra A412 bisa diperkecil, dengan screen-to-body ratio hingga 83 persen. Hasilnya layar 14-inchi VivoBook Ultra A412 terlihat lebih luas dibandingkan layar laptop biasa. 

VivoBook Ultra A412 menyandang gelar sebagai “world’s smallest colorful 14-inch ultrabook” atau ultrabook dengan layar 14 inci paling berwarna dan paling kecil di dunia. 


Body Ringkas Performa Tangkas

Meskipun kecil dan ringkas, VivoBook Ultra A412 dilengkapi hardware terkini sehingga tetap powerful. Prosesornya Intel Core generasi ke-8, dan untuk varian tertingginya pakai Intel Core i7-8565U. Di beberapa varian dilengkapi dengan kartu grafisnya NVIDIA GeForce MX250 dengan VRAM sebesar 2GB, dan RAM DDR4, jadi untuk aktivitas sehari-hari performanya sangat tinggi.


Cocok banget sama kebiasaan saya yang kalau di depan laptop sekaligus menjalankan berbagai aplikasi, mulai dari nyetel video, browsing cari bahan kerjaan, sekaligus buka aplikasi desain yang terkenal bikin berat kerjaan laptop. 

VivoBook Ultra A412 juga cepat ketika melakukan booting. Performa yang cepat ini didukung penyimpanan PCIe Gen3X2 NVME SSD berkapasitas 512 GB. Saat ini memang VivoBook Ultra A412 merupakan ultrabook mungil tergesit yang ada. 

Untuk konektivitas, VivoBook Ultra A412 dilengkapi port USB Type-A, USB Type-C, HDMI dan audio port. Pengguna bisa langsung terhubung dengan berbagai perangkat dan asesoris tambahan. Konektivitas nirkabelnya didukung koneksi WiFi dual-band 802.11ac (2x2) dan Bluetooth 4.2. 

ErgoLift Design 


Bagi yang sering bekerja dengan laptop selama berjam-jam, akan paham bahwa lebih nyaman bekerja kalau posisi laptop agak miring. Saya sendiri suka meletakkan laptop di atas tatakan yang miring gitu. Secara ergonomis posisi ini akan membuat tubuh kita lebih nyaman ketika mengetik. 

VivoBook Ultra A412 punya fitur premium ini, namanya ErgoLift Design. Dengan mekanisme khusus, bagian bodi utama VivoBook Ultra A412 akan membentuk sudut dua derajat. Nggak perlu tatakan lagi deh.

Dengan ErgoLift Design, sistem pendingin di VivoBook Ultra A412 juga bisa bekerja lebih optimal, jadi ada sirkulasi udara gitu bisa lewat di celah tadi. Kalau pendinginannya baik, hardware di dalam VivoBook Ultra A412 juga bisa lebih maksimal kerjanya. 

Eh ada tambahan lagi, ada fitur Backlit Keyboard juga lho! Walau berada di ruangan yang minim cahaya, berkat lampu pada keyboard VivoBook Ultra A412, mengetik jadi mudah.

Fingerprint Sensor 


Ada fitur modern yang melekat di VivoBook Ultra A412 yaitu fitur Fingerprint yang terintegrasi dengan Windows Hello. Artinya kita bisa memakai pemindai sidik jari untuk login dan masuk ke akun Windows 10 yang menjadi bawaan VivoBook Ultra A412. Tinggal "tunyuk" kalau kata orang Jawa.

Windows Hello
Wow, senang rasanya begitu buka laptop ada yang menyapa, berasa punya asisten pribadi. Praktis pula karena nggak harus mengetikkan password, dan juga lebih aman, karena tidak sembarang orang bisa membuka-buka isi laptop kita.

Untuk tahu lebih lengkap tentang spesifikasi VivoBook Ultra A412, ini dia:


Komplit ya isinya. VivoBook Ultra A412 memang ultrabook mungil dengan desain stylish dan powerful. VivoBook Ultra A412 cocok buat dibawa ke kampus, kerja, sampai dibawa dolan-dolan. 


Apalagi pilihan warnanya itu lho, ada empat pilihan warna yang bisa bikin kita tampil beda. Kalau saya jatuh hati sama warna Peacock Bluenya VivoBook Ultra A412 . Karena warnanya bisa berubah-ubah dari biru sampai keunguan jika dipandang dari sudut yang berbeda. Ini sih judulnya laptop yang bisa jadi fashion item juga.

Amankah untuk Pundakku?

Dengan sederet fitur keren dan menjanjikan di atas, ada satu pertanyaan penting nih, terkait kesehatan dan kenyamanan hidup hehe. Berapa bobot Asus VivoBook A412? Laptop sebagai essential item yang akan dibawa kemana-mana, selain performa excellent di dalam bodi langsingnya, diharapkan juga bisa bersahabat dengan pundak kita kan?  Jawabannya:

Bobot Asus VivoBook A412 = 1,5 kg 

Iya, bobotnya satu setengah kilogram saja. Hore, langsing dan enteng, bisa dibawa pakai tas-tas cantik nih. Nggak ragu lagi buat nenteng Asus VivoBook Ultra A412 kemana-mana. 


Dari Mahasiswa sampai ibu-ibu dengan aneka profesi tampil keren menenteng VivoBook Ultra A412

Terima kasih ASUS sudah mengenalkan laptop keren ASUS VivoBook A412, dan peluk sayang buat teman-teman yang jadi model di foto saya :)

Sumber gambar dan informasi: 
http://id.asus.com
www.acatoday.org
Modifikasi dari gambar <a href="http://www.freepik.com">Designed by coolvector / Freepik</a>
Shutterstock.com

No comments:

Post a Comment