Pages

Thursday, January 31, 2019

HOKBEN, RESTO DENGAN SISTEM JAMINAN HALAL


Zaman saya kuliah, setiap kali pulang dari liburan dari Jakarta, ada satu oleh-oleh makanan yang tidak pernah absen saya beli. Keluarga saya selalu punya titipan oleh-oleh yang sama: HokBen! 

Saya selalu menyempatkan diri mampir ke gerainya di daerah Blok M, atau di stasiun Gambir sebelum kereta berangkat untuk membeli paket Chicken Katsu. Pada masa-masa itu juga, setiap jalan-jalan dengan sepupu-sepupu saya di Jakarta, saya memilih untuk makan di sana. Menyantap potongan dada ayam yang gurih berbalut tepung renyah, bersama salad dan saus khas HokBen, mmh, priceless. 

Chicken Katsu HokBen, menu favorit sepanjang masa. (Sumber gambar: hokben.co.id)

Yup, Hoka-Hoka Bento,yang sejak tahun 2013 hadir dengan nama baru: HokBen, sudah lama menjadi restoran cepat saji favorit saya dan keluarga. Sebelum ada HokBen di kota tempat tinggal saya, mau tidak mau kesempatan menikmati menu lezat HokBen hanyalah ketika sedang di Jakarta, atau kalau ada kerabat yang membawakan oleh-oleh HokBen.

HokBen baru membuka gerainya di luar Jakarta pada tahun 1990 di Bandung. Di Surabaya HokBen membuka cabang pada tahun 2005. Saya yang tinggalnya di kawasan Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang) harus menunggu sampai tahun 2010 sebelum ada gerai pertama HokBen di kawasan ini. 

Finally! HokBen memang jadi pilihan utama buat keluarga saya, terutama ketika sedang bepergian, rasanya aman kalau ada HokBen karena anak-anak pasti lahap makan. 

Kini pada 2018 HokBen sudah membuka gerai pertamanya di Sumatera, tepatnya di Kota Bandar Lampung. Dengan dibukanya HokBen MBK Bandar Lampung, maka kini HokBen memiliki 147 gerai. Semua gerai HokBen dimiliki penuh oleh PT Eka Bogainti dan tidak membuka sistem franchise.

MEMILIH YANG HALAL 

Siapa yang suka kesel kalau baca tulisan yang di tempel di resto macam ini: 

Dilarang membawa makanan dan minuman ke dalam resto. 

Setelah saya beri tahu alasannya, jangan sebel lagi, yah. Salah satu alasan mengapa kita dilarang membawa makanan dan minuman dari luar untuk dikonsumsi di dalam resto, bisa jadi adalah sebagai upaya untuk menjaga kehalalan produk makanan di resto itu. 

Kehalalan suatu produk makanan dan minuman (selanjutnya kita sebut makanan aja ya) tidak hanya tergantung dari jenis bahan makanan yang dipakai. Seperti pada umumnya kita hanya memperhatikan apakah makanan yang kita makan mengandung babi atau tidak. Tapi konsep halal pada makanan sangat komprehensif, bahkan sampai pada peralatan makan yang digunakan untuk menyantap makanan itu. Nah, kalau ada makanan non-halal yang dikonsumsi di dalam resto halal, bisa mengakibatkan kontaminasi makanan lain menjadi tidak halal juga. 

Informasi ini disampaikan oleh Mbak Oftiana Irayanti dan Irma Fadlilah dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Semarang dalam acara Kumpul Bareng Komunitas Bloger Semarang bersama HokBen. 

LPPOM MUI ini adalah lembaga yang bertugas untuk meneliti, mengkaji, menganalisa dan memutuskan apakah produk-produk baik pangan dan turunannya, obat-obatan dan produk kosmetika apakah aman dikonsumsi baik dari sisi kesehatan dan dari sisi pengajaran agama Islam yakni halal atau boleh dan baik untuk dikonsumsi bagi umat Muslim khususnya di wilayah Indonesia, selain itu memberikan rekomendasi, merumuskan ketentuan dan bimbingan kepada layanan masyarakat.

Saya bareng para bloger Ganjel Rel (GRes) diundang Mbak Irma Wulansari dari Divisi Komunikasi Hoka-Hoka Bento Group di gerai HokBen terbaru di jalan Majapahit Semarang untuk mendapatkan sosialisasi tentang Sertifikasi Halal dan Sistem Jaminan Halal. 

Sebagai umat Islam, semestinya kehalalan suatu makanan menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan untuk mengonsumsi makanan. Mengonsumsi makanan halal adalah perintah Allah Subhanahu wata'ala yang harus ditaati.  


Pada dasarnya semua yang ada di bumi ini adalah halal kecuali yang diharamkan dalam Al-Qur'an dan hadits. 

Dalam Surat Al Baqarah ayat 173 disebutkan: 

"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah.” 

Beruntungnya tinggal di Indonesia, tidak sulit menemui makanan halal. Eh, tapi yakin halal? Karena makananan itu tidak hanya harus bebas dari bahan-bahan yang mengandung najis (sesuatu yang kotor menurut syariat Islam), tapi juga harus thayib, alias baik, suci atau bersih. 

Kalau ada makanan yang terkenal enak tapi belum terjamin kehalalannya, sebaiknya berpikir ulang deh. Kadang ada juga resto yang menempelkan stiker halal di pintunya, tapi berdasarkan klaim sendiri. 

Lalu bagaimana caranya kita bisa yakin kalau makanan yang dikonsumsi sudah halal? Apalagi di zaman modern ini sebagian besar makanan yang sampai pada konsumen adalah makanan yang sudah diolah. Makanan olahan ini adalah produk hasil teknologi yang mengakibatkan secara kasat mata konsumen sulit untuk mengidentifikasi kehalalalan bahan-bahan yang terkandung di dalamnya. 

Lebih mudah menentukan kehalalan bahan mentah ketimbang olahan

Misalnya nih, kalau antara daging babi dan sapi secara kasat mata kita dapat membedakan dari warna, tekstur, dan aromanya, kalau daging sudah diolah menjadi bentuk sosis, misalnya, sudah semakin sulit kita membedakannya. 

Hal ini juga berlaku untuk produk lain selain makanan, seperti kosmetika dan obat-obatan. 

Nah, kalau sudah ketemu dengan hal-hal yang meragukan seperti itu, umat muslim sebaiknya menghindarinya. Seperti disampaikan di dalam hadist: 

"(Sesuatu) yang halal telah jelas dan yang haram juga telah jelas, dan diantara keduanya ada perkara Syubhat (samar-samar). Barangsiapa menjaga diri dari perkara yang syubhat itu berarti ia telah menjaga agama dan kehormatannya. Barangsiapa terjatuh ke pada yang syubhat berarti ia telah terjatuh dalam yang haram. Ketahuilah, di dalam tubuh terdapat segumpal darah, jika ia baik maka akan baiklah seluruh tubuh. Namun jika ia rusak maka akan rusak pulalah seluruh tubuh, ketahuilah bahwa segumpal darah tersebut adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Di zaman modern ini banyak hal yang mengakibatkan keragu-raguan (syubhat). Karena itu untuk memastikan kehalalan makanan yang akan kita konsumsi, diperlukan jaminan sertifikasi halal yang dikeluarkan oleh Badan yang terakreditasi dan terpercaya yaitu LPPOM MUI. LPPOM MUI ini adalah satu-satunya lembaga sertifikasi halal yang sudah mendapatkan sertifikasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). 

Untuk Memastikan Kehalalan suatu produk, LPPOM MUI melakukan proses pemeriksaan secara empiris terhadap bahan, produk dan fasilitas produksi (dengan uji lab jika diperlukan) lalu akan dibahas secara syariah oleh Komisi Fatwa. Hanya produk-produk yang memenuhi syarat, yang akan diberikan Sertifikat Halal. Saat ini untuk mendapatkan informasi tentang produk halal bisa melalui aplikasi Halal MUI yang bisa diunduh secara gratis di Appstore.

Aplikasi Halal MUI

SISTEM JAMINAN HALAL HOKBEN

Sertifikat Halal HokBen

HokBen memperoleh Sertifikat Halal dari MUI pada tahun 2008 dengan nomer sertifikat halal No. 00160048830908. Pada tahun 2017, HokBen berhasil memperoleh Sertifikat Sistem Jaminan Halal karena telah berhasil mempertahankan status A  selama tiga periode berturut-turut. 

Sertifikat Sistem Jaminan Halal HokBen
Untuk mendapatkannya bukan perkara sederhana. Untuk mendapat sertifikat halal, semua produk yang ada di resto baik makanan, minuman, condiment semacam saus, termasuk juga semua gerainya di berbagai kota harus didaftarkan untuk disertifikasi. Tidak boleh hanya sebagian produknya, atau sebagian gerai saja. Semua gerai itu juga termasuk yang akan diverifikasi dan diperiksa. 

Mbak Irma dari HokBen bercerita, ketika HokBen ketika mengajukan sertifikasi halal, semua produk, termasuk semua vendor dan suplier, mulai dari beras, daging, sayuran, dan lain-lainnya juga harus sudah mendapatkan sertifikat halal. 

Rumit yah. Semua demi kepentingan konsumen, agar label halal yang tercantum di depan resto benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Semuanya sejalan dengan visi HokBen yaitu menjadi Pemimpin dalam Industri Makanan Bergaya Jepang dengan Kualitas Terbaik. Sehingga manajemen HokBen menjalankan misinya untuk menciptakan solusi bagi Pelanggan dengan Menyediakan Makanan Bergaya Jepang dan Layanan yang Terbaik Melalui Orang-orang yang Ahli di Bidangnya. 

Penyerahan Sertifikat Sistem Jaminan Halal HokBen

Salah satu jaminan layanan terbaik bagi kita, khususnya umat muslim adalah jaminan bahwa makanan yang dikonsumsi sudah tersertifikasi halal. 

Sistem Jaminan Halal (SJH) ini berarti HokBen sudah menerapkan sistem manajemen terintegrasi yang disusun, diterapkan dan dipelihara untuk mengatur bahan, proses produksi, produk, sumber daya manusia dan prosedur dalam rangka menjaga kesinambungan proses produksi halal sesuai dengan persyaratan LPPOM MUI yang tercantum pada HAS 23000:1 tentang Kriteria Sistem Jaminan Halal. 

Ada 11 Kriteria Sistem Jaminan Halal yang harus dipenuhi, yaitu: 

1. Kebijakan Halal 
Manajemen puncak harus menetapkan kebijakan halal tertulis yang menunjukkan komitmen perusahaan untuk menghasilkan produk halal secara konsisten. 

2. Tim Manajemen Halal 
Kebijakan halal harus didiseminasikan kepada semua stakeholder. Yang dimaksud stakeholder di sini adalah semua manajemen, tim manajemen halal, pekerja, hingga supplier. Maksud Diseminasi adalah bahwa kebijakan halal oleh manajemen disebarkan secara terencana, terarah dan dikelola dengan profesional. 

3. Pelatihan dan Edukasi 
Perusahaan harus mempunyai prosedur tertulis pelaksanaan pelatihan untuk semua personel yang terlibat dalam aktivitas kritis, termasuk karyawan baru 

4. Bahan 
Bahan tidak boleh berasal dari bahan haram/najis. Bahan di sini termasuk bahan baku (raw material), bahan tambahan (additive) & bahan penolong (processing aid) misalnya pelarut, katalis, air untuk mencuci, hingga kuas untuk mengoleskan bahan. 

5. Produk 
Produk pada resto mencakup semua menu yang disajikan, baik dibuat sendiri oleh perusahaan maupun menu yang dibeli dari pihak lain (menu titipan, rekanan), termasuk menu musiman dan menu ekstra. Selain itu kehalalan produk juga mencakup pemilihan namanya, tidak boleh menggunakan nama-nama berkonotasi negatif, misal “Mie Setan” atau vulgar. 

6. Fasilitas Produksi 
Produksi halal hanya dibolehkan di fasilitas produksi yang memenuhi kriteria Fasilitas produksi ini mencakup bangunan, ruangan, mesin, peralatan utama, peralatan pembantu sejak penyiapan bahan, proses utama, hingga penyimpanan produk. 

7. Prosedur Tertulis untuk Aktivitas Kritis
Aktivitas kritis itu diantaranya adalah: Seleksi Bahan Baru, Pembelian Bahan, Pengembangan Produk Baru, Pemeriksaan Bahan Datang, Produksi, Pencucian Fasilitas Produksi, Penyimpanan dan Penanganan Bahan & Produk, Transportasi, Pemajangan (Display) dan Penyajian. Semuanya harus dilakukan sesuai prosedur halal. 

8. Kemampuan Telusur 
Maksud ketertelusuran Selalu dapat dibuktikan bahwa produk yang isertifikasi berasal dari bahan yang disetujui (termasuk jika ada pengkodean bahan/produk) dan diproduksi di fasilitas yang memenuhi kriteria. 

9. Penanganan Produk yang Tidak Memenuhi Kriteria 
Perusahaan harus mempunyai prosedur untuk menangani produk yang tidak memenuhi kriteria. Prosedur harus memuat definisi yang tepat tentang produk ini dan cara menanganinya. Misalnya produk yang sudah disertifikasi tetapi terlanjur diproduksi dari bahan yang tidak disetujui dan/atau diproduksi di fasilitas yang tidak memenuhi kriteria. Prosedur ini bersifat antisipatif karena kemungkinan kesalahan selalu ada 

10. Audit Internal 
Audit internal ini merupakan verifikasi pemenuhan 11 kriteria yang dilakukan oleh auditor dari internal perusahaan. Prosedur tertulis untuk proses ini harus dimiliki oleh perusahaan. 

11. Kaji Ulang Manajemen 
Evaluasi efektifitas pelaksanaan Sistem Jaminan Halal yang dilakukan oleh manajemen. Kaji ulang manajemen harus dilakukan setidaknya sekali dalam setahun. 

Konsistensi menjaga semua kriteria itu penting, karena Sertifikat Halal sendiri ada masa berlakunya, yaitu selama dua tahun saja, dan sesudahnya harus diperpanjang. Kan pernah tuh ada cerita sebuah bakery terkenal yang pernah mendapat sertifikat halal, namun sesudahnya tidak diperpanjang. Dengan demikian MUI tidak menjamin lagi kehalalan produknya. 

Dengan sertifikat Sistem Jaminan Halal ini, masyarakat yang akan membeli produk-produk HokBen menjadi lebih tentram karena jaminan kehalalannya. 

HOKBEN MAJAPAHIT RESTO HALAL PILIHAN KELUARGA

Acara Kumpul Bareng bersama HokBen memang selalu ditunggu-tunggu karena sarat ilmu dan juga para bloger selalu disambut dengan hangat. Sama saat kami diterima oleh Store Manager HokBen Majapahit Semarang, Mas Agustinus Wahyu Purnomo, di gerai HokBen terbaru di Jalan Majapahit Semarang. 

Gerai HokBen Majapahit dengan luas lahan kurang lebih 1000 meter persegi merupakan gerai berkonsep stand alone yang pertama di Semarang. Gerai yang berdiri sendiri ini punya fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan gerai HokBen lain yang berada di dalam mal. Dengan ukuran yang lebih luas, gerai HokBen Majapahit terdiri dari dua lantai, punya kapasitas 160 kursi, dengan ruangan privat yang bisa digunakan untuk rapat, arisan, dan acara lain. 



Musala juga tersedia di lantai dua, lengkap dengan tempat wudu yang terpisah dari toilet. Selain untuk makan di tempat (dine in), dibawa pulang (take away), HokBen Majapahit juga ada layanan Drive Thru-nya. Untuk layanan ini khusus bagi pengendara kendaraan bermotor ya, baik roda empat maupun roda dua. Kami juga sempat mencoba layanan Drive Thru ini. Cepat dan efisien. 

Ada Drive Thru di HokBen Majapahit
Selain semua fasilitas tadi, Layanan untuk Ulang Tahun juga tersedia di HokBen Majapahit. Bagi yang tidak sempat datang ke gerai bisa mendapatkan produk HokBen melalui layanan pesan antar via HokBen Delivery di 1 500 505 atau ojek online. 

Rasanya nyaman makan bareng keluarga atau sahabat di HokBen Majapahit. Ruangan di dalam dilengkapi dengan pendingin ruangan, terpisah dari ruangan yang khusus diperuntukkan untuk merokok, di teras lantai dua. 

Ruang-ruang di HokBen dihiasi warna-warna HokBen sesuai dengan konsep gerainya yang mulai 2013 hadir dengan tampilan, pelayanan, dan nuansa yang lebih segar dan bersahabat. 

Hokben Community Pattern

Hokben Community Pattern mendominasi dinding ruangan gerai Hokben. Saya baru tahu kalau pola-pola berwarna kuning cerah itu ternyata memiliki makna. 

Welcoming Hello
Hokben akan menyambut pelanggan dengan ramah 
Parent and Kid
Hokben menyediakan makanan yang sehat untuk seluruh anggota keluarga dari orang tua sampai anak-anak. 
Friendship
Hokben menjadi tempat berkumpul bersama sahabat dan keluarga 
Respect
Setiap pelanggan akan dilayani dengan sepenuh hati 
Pride
Rasa bangga HokBen telah berhasil dikenal masyarakat luas dan menyajikan menu terbaik untuk pelanggan 

HokBen Community Pattern ini selain tercermin dalam desain dan tampilan gerai, juga tercermin dalam pelayanan yang diberikan oleh karyawan HokBen. Terbukti sambutan pak Agustinus dan teman-teman di HokBen Majapahit selama acara Kumpul Bareng yang selalu ramah dan sabar menghadapi GRes yang penuh semangat. Hehe. Setelah mendapatkan ilmu yang bermanfaat, GRes dijamu dengan menu-menu HokBen yang halal dan lezat ditambah lagi oleh-oleh untuk keluarga di rumah. 


Jadi betah berlama-lama kumpul bareng GRes di HokBen Majapahit. Tidak perlu ragu memilih HokBen Majapahit untuk acara bareng keluarga, sahabat, dan kolega. Fasilitas oke, dan menunya lezat, bergizi dan terjamin halal.

Oiya, follow juga akun-akun sosial media HokBen untuk mendapatkan berita terkini dan promo-promo terbaru dari HokBen.

Sosial Media HokBen


Sumber tulisan: 
Materi Kumpul Bareng Komunitas Blogger Semarang - Manajemen Hoka-Hoka Bento
Materi Sosialisasi Pengantar Sertifikasi Halal dan Sistem Jaminan Halal LPPOM MUI Jawa Tengah
Website: www.hokben.co.id


Friday, January 11, 2019

Inilah Tujuh Alasan Kenapa Kamu Harus Kuliah di Semarang


Foto: Wikipedia

Tak terasa, sudah lebih dari separuh umur, saya habiskan di kota Semarang. Padahal waktu saya masih SMA dulu, mengenal Semarang sebagai kota yang panas, banyak nyamuknya, dan sering banjir. Jadi untuk kuliah di Semarang, terus terang nggak terpikir sama sekali, sampai.... saya ketemu sama Bapak saya dan akhirnya dengan berbagai pertimbangan saya memasukkan salah satu pilihan kuliah di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Takdir Allah, saya malah diterima kuliah di sana.

Hari pertama mengunjungi kampus, kesan panas menyengat membuat saya sedikit miris. Waktu itu baru beberapa tahun saja kampus Undip mulai dipindah ke wilayah Tembalang. Duh, di tempat yang gersang (dalam pandangan saya) ini saya bakalan menghabiskan setidaknya empat tahun kehidupan masa remaja, *drama. Tapi ternyata, kita memang nggak akan cinta kalau nggak kenal, sekarang setelah belasan tahun tinggal di sini, saya sudah jadi warga kota Semarang, dan jatuh cinta sama kota ini.

Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) pernah merilis daftar kota paling layak huni di Indonesia. Daftar-daftar kota ini didapatkan dari hasil survey yang dilakukan dua hingga tiga tahun sekali. Survey yang dilakukan IAP berbasis pada pendapat warga kota mengenai kota tempat tinggalnya sendiri dari beberapa aspek antara lain tempat ibadah, air bersih, pendidikan, fasilitas kesehatan, pangan, dan transportasi. Surveynya dilakukan di 26 kota dari 19 provinsi. Berdasarkan survey IAP ini Semarang berada di urutan ke-6.

Menurut Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) 2018, Semarang berada pada urutan ke-2 dalam kategori Kota Metropolitan. Peringkat pertama dicapai Surabaya, dan peringkat ketiga Tangerang Selatan. Indikator penilaiannya adalah Lingkungan, Masyarakat, Ekonomi, Mobilitas, Pemerintah, dan Kualitas Hidup. Lingkup penilaian berdasarkan model yang dipakai dalam IKCI 2018 yakni Smart City Wheel oleh Boyd Wheel.  (Sumber IG: GNFI).

Nah, sekarang kan menjelang akhir tahun ajaran, sebentar lagi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) mulai dilaksanakan. Biasanya nih meski di waktu yang sudah mepet ini, masih ada saja calon mahasiswa baru yang belum mantap mau kuliah di mana. Saya merekomendasikan kepada kamu, wahai calon mahasiswa baru (hihi), kuliah aja di Semarang.

Mengapa Semarang?


1.       Banyak Pilihan Kampus Berkualitas


Bagi calon mahasiswa yang mengincar perguruan tinggi negeri, di Semarang ada 5 Perguruan Tinggi Negeri yaitu: Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Islam Negeri Walisongo (UIN Walisongo), Politeknik Negeri Semarang (Polines), dan Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin). Selain perguruan tinggi negeri, di Semarang juga ada sejumlah Perguruan Tinggi Swasta berkualitas antara lain: Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Universitas Katolik Soegijapranata (Unika), Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Universitas Semarang (USM), Universitas 17 Agustus 1945 (Untag Semarang), Universitas Stikubank Semarang (Unisbank) dan masih banyak lagi.

Ada banyak jurusan yang bisa dipilih, yang bisa disesuaikan dengan cita-cita dan tujuan hidup kamu, wahai calon mahasiswa. Masing-masing kampus punya kelebihan masing-masing, diantaranya memiliki jurusan-jurusan unggulan yang menjadi favorit calon mahasiswa. Tapi berarti kalau kamu mengincar kampus dan jurusan favorit, harus lebih giat berdoa dan belajar, supaya bisa ditempatkan sesuai kampus yang terbaik buat kamu.  

2.       Banyak Pilihan Moda Transportasi


Sebagai ibukota provinsi Jawa Tengah, kota Semarang tentu saja didukung dengan berbagai moda transportasi. Di tahun 2018, Bandara Internasional Ahmad Yani sudah memiliki wajah baru yang lebih kece. Berbagai jurusan pesawat ke Jakarta, Surabaya, Makassar, Bandung, Denpasar, Pangkalan Bun, dan beberapa kota lainnya bisa langsung diakses dari Semarang. Untuk penerbangan internasional sementara ini sudah tersedia penerbangan ke Singapura dan Malaysia.

Untuk moda transportasi kereta api, letak Semarang di pantai Utara, otomatis dilalui kereta-kereta yang melewati jalur pantura. Kereta jurusan kota-kota wilayah tengah di pulau Jawa seperti Bandung dan Malang, juga bisa dicapai dari Semarang. Sekarang ada kereta Joglosemarkerto, yang menghubungkan kota Semarang dengan kota Solo, Purwokerto, dan Yogya.

Bagaimana dengan jalur darat? Dengan tersambungnya tol-tol di pulau Jawa, untuk menuju Solo dari Semarang hanya perlu waktu tempuh kira-kira satu jam, untuk ke Jakarta enam jam, dan ke Surabaya empat jam. Tersedia bus-bus mulai ekonomi sampai eksekutif juga yang melayani trayek dalam pulau Jawa hingga luar Jawa.

Banyaknya pilihan moda transportasi ini jadi keunggulan kota Semarang, karena berarti mahasiswa akan mudah untuk bepergian, dan mudah dikunjungi oleh orang tua atau keluarganya. Ini sih berdasarkan pengalaman pribadi. Rasanya kalau si anak berada di kota yang bisa dengan mudah didatangi akan membuat hati orang tua lebih tenang.

Untuk bepergian di dalam kota, ada fasilitas bus (BRT) yang melayani rute-rute dari kawasan kampus di Semarang hingga ke banyak tujuan di kota dengan harga sangat terjangkau. Bahkan ada harga khusus untuk mahasiswa, hanya seribu rupiah saja (2018). Tentu saja, layanan taxi dan ojek online juga tersedia di Semarang. Nggak bisa nyetir sendiri? Aman.


3.       Makanan Enak dan Terjangkau


Tahu kan kalau kota Solo itu banyak makanan enak dan banyak orang berburu kuliner di sana, nah sebagai anak yang besar di kota dengan segudang makanan sedap, tinggal di Semarang terasa ‘fine’ buat saya. Cita rasa makanan Semarang cocok di lidah karena cenderung gurih, tidak terlalu manis.
 
Lumpia Semarang nan sedaaap!
Kuliner di kota Semarang merupakan perpaduan Budaya Jawa, Tionghoa, dan Arab yang kental. Jadi makanan-makanan perpaduan tiga budaya itu banyak bisa ditemui. Lunpia salah satunya, adalah kudapan lezat hasil perkawinan budaya Jawa dan Tionghoa. Aneka soto khas Semarang juga bisa jadi pilihan lezat, mengenyangkan dan sehat untuk sarapan. Selain makanan Indonesia, makanan-makanan kekinian juga sudah menjamur terutama di wilayah sekitar kampus. 

Untuk urusan perut, enak deh tinggal di Semarang. Harga makanan juga masih relatif terjangkau buat anak kuliahan. Warteg bertebaran, warung Padang, pecel lele, dan burjo mudah ditemui.

4.       Lalu Lintas Ramah


Sebagai kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia, menurut saya lalu lintas di kota Semarang masih bisa ditoleransi. Jalanan di kota Semarang relatif dalam kondisi baik, dan cukup lebar. Banyak jalan alternatif untuk menuju ke satu lokasi, sehingga tidak menyebabkan jalanan tertentu terlalu padat. Hanya saja yang perlu diwaspadai adalah kontur tanah kota Semarang yang berbukit. Jadi untuk yang baru belajar mengendarai kendaraan bermotor, bisa jadi tantangan tersendiri. Kalau buat saya sih, malah menarik, karena kalau bisa mengendarai mobil di Semarang, berarti terlatih untuk berkendara di segala medan. 

5.       Aneka Ragam Tempat Wisata


Semarang sangat terkenal dengan warisan bangunan-bangunan tuanya. Kawasan Kota Lama, juga Lawang Sewu, menjadi ikon kota yang menarik wisatawan dari berbagai daerah. Kawasan Simpang Lima juga masih menjadi magnet karena dikelilingi aneka jajanan terutama di malam hari, dan adanya car free day di hari Ahad.

Di Semarang kamu bisa menemui wilayah pantai, laut, pelabuhan, yang asyik buat nongkrong dengan biaya super terjangkau, atau malah mau duduk-duduk manis di wilayah perbukitan buat melihat kerlip lampu kota di malam hari. 

Wilayah Kota Semarang mencapai lebih dari 370 kilometer persegi, dengan aneka keunikan yang nggak akan habis untuk dieksplorasi sepanjang masa kuliahmu.  

6.       Ongkir Murah


Di zaman belanja secara daring seperti sekarang, ongkos kirim menjadi pertimbangan kan kalau mau memesan barang secara daring. Apalagi sebagai mahasiswa yang merantau, yang masih mengharap kiriman masakan buatan ibu di rumah. Belum lagi aneka kebutuhan kuliah seringkali lebih murah jika dipesan daring. Semarang lokasinya di tengah-tengah pulau Jawa, jadi biaya ongkir barang relatif lebih terjangkau dari segala daerah di pulau Jawa. Hihi.


7.       Komunitas Positif


Kalau jadi mahasiswa ada baiknya bersosialisasi juga dengan orang-orang lain di luar kampus, supaya pengetahuan berkembang, dan pengalaman bertambah. (Supaya nggak cupu! *eh ada yang teriak). Masyarakat Semarang kadang dibilang cuek, tapi sebetulnya orang Semarang itu justru menggemaskan. *hehe. Kalau buat saya pas, karena nggak kepo-kepo amat, tapi tetap ramah dan perhatian. Sejak dulu kota Semarang menerima banyak pendatang kan, jadi ada banyak ragam suku dan budaya yang melebur di sini. 

Nah, di kota Semarang aneka komunitas mulai tumbuh subur bak jamur. Tinggal rajin-rajin cari info di sosmed. Semua tinggal dipilih sesuai hobi. Bagi yang suka budaya tradisional, bisa gabung di Sobokarti. Ada juga komunitas-komunitas penggemar otomotif, pekerja sosial, olahraga, dan lainnya.

Kalau kamu suka nulis, suka ngeblog bisa dong gabung di Gandjel Rel dan jadi GRes. Gandjel Rel ini adalah komunitas positif di Semarang yang beranggotakan perempuan yang hobi, dan atau berprofesi sebagai bloger.
 
Wahai para calon mahasiswi yang hobi ngeblog, gabung ya dengan keseruan kami-kami ini.
Jadi daripada menghabiskan waktu luang untuk kegiatan tak berfaedah macam: ..... (isilah titik-titik sesuai pengalaman pribadimu), nanti di Semarang bisa tuh bergabung dengan komunitas.
Kegiatan-kegiatan positif dalam komunitas bisa mengembangkan kemampuan tersembunyi kamu, melatih diri berhadapan dengan banyak orang dengan beraneka sifat, juga mengembangkan relasi, semua hal yang sangat bermanfaat untuk kehidupan. *wejanganEmak

Jadi, itu tadi tujuh alasan (versi saya) buat calon mahasiswa untuk memilih kuliah di Semarang.  Ini juga bisa jadi pertimbangan buat para orang tua yang anaknya sudah mau kuliah, tak perlu ragu mengirim  anaknya untuk kuliah di Semarang. Kota Semarang sudah terbiasa menerima pendatang dari berbagai ragam budaya, sehingga lebih terbuka untuk menerima perbedaan.

Selamat belajar dan memilih universitas, kota Semarang bisa jadi pilihan untuk menjadi tempat tinggal sementara, atau barangkali nanti malah seperti saya, jadi warga Semarang, soalnya sudah kadung cinta!



#roadto4thgandjelrel
#blogchallengegandjelrel