Thursday, November 29, 2018

Ini Dia Rute Perjalanan Darat Semarang ke Malang


Tidak banyak alternatif angkutan umum untuk menuju Malang dari Semarang. Tidak ada pesawat terbang yang direct, dan kereta api hanya ada Jayabaya (7 jam perjalanan) yang waktu tibanya jam tiga pagi dan Matramaja (hampir 10 jam perjalanan) yang tiba di Malang jam delapan pagi. Ada travel jurusan Semarang-Malang yang biasanya membutuhkan waktu sepuluh hingga 12 jam, dengan harga mulai dari 150ribu rupiah, dengan pilihan jam berangkat yang terbatas.

Keterbatasan pilihan itu mungkin menjadi sebab banyak yang memilih transit di Surabaya sebelum menuju Malang. Jarak Surabaya Malang hanya 90an KM dengan waktu tempuh dua sampai tiga jam. Tol Surabaya-Pandaan dan nanti rencananya tol akan sampai ke Lawang bisa mengurai kemacetan jalur Surabaya Malang.

Ada lebih banyak pilihan angkutan umum untuk menuju Surabaya dari Semarang mulai dari kereta api Harina, Bangunkarta, Gumarang, sampai Argo Anggrek, dengan waktu tempuh sekitar 4 jam saja. Pilihan pesawat terbang juga cukup banyak dengan waktu kedatangan bervariasi dari pagi hingga malam hari. Karena itu juga jasa travel dari bandara Juanda Surabaya menuju Malang sangat ramai, dengan tarif sekitar 90 ribu rupiah.

Karena saya berniat untuk jalan-jalan di Malang dan ada lima orang peserta, naik mobil pribadi tentu lebih praktis dan ekonomis.

Pergi dari Semarang ke Malang

Perjalanan darat dari Semarang ke Malang naik mobil memerlukan waktu setidaknya delapan jam. Sudah termasuk berhenti tiga kali untuk istirahat. Kami berangkat dari Semarang sekitar jam delapan malam, tiba di Kota Batu, jam empat pagi.

Pada bulan Oktober 2018, rute perjalanan kami lewat jalur Solo – Ngawi – Kertosono – Pare – Batu. Dimulai lewat tol Ungaran – Salatiga, lanjut jalur biasa sampai Kartosuro disambung lewat tol Kartosuro – Sragen. Keluar Sragen lewat jalur biasa sampai melewati Ngawi, masuk ke tol Ngawi – Wilangan. Jalan dari Sragen – Ngawi sebelum masuk tol ramai, penuh dengan bus-bus AKAP, juga truk-truk besar. Bus-bus jurusan Jatim ini terkenal ngebut jadi kita harus lebih waspada. Kondisi jalan tidak banyak lubang, tapi tidak mulus juga karena banyak bekas tambalan.

Untuk Tarif tolnya yang kami lewati sebagai berikut:

Tarif Tol Ungaran – Salatiga 25.000 
Tarif Tol Kartosuro – Sragen 35.000 
Tarif Tol Ngawi – Wilangan 52.000 


Dari semua jalur tol yang kami lewati, tol Ngawi – Wilangan itu termasuk yang paling memangkas jam-jam bertarung bareng bus dan truk di jalur biasa. Perbedaan waktunya bisa sampai satu jam, mengingat padatnya jalur Ngawi-Wilangan meskipun di malam hari.

Beda dengan jalan-jalan tol di Semarang – Salatiga, tol di Jawa Timur ini panjang dan lurus dengan jarak sekitar 100 KM dengan waktu tempuh hampir satu jam. Meskipun jalanan lurus, saya perhatikan setiap melewati sambungan jembatan, mobil terasa “melompat”. Saya pikir karena sambungannya kurang mulus. Jadi harap hati-hati karena di tol biasanya mobil-mobil ngebut.

Di tol Ngawi-Wilangan seingat saya ada dua rest area, di awal masuk dan di ujung tol. Kami berhenti di rest area ujung tol sekitar jam setengah satu pagi. Rest areanya belum ramai dengan toko, hanya ada satu warung makan yang jualan makanan instan dan minuman panas. Toilet dan Musola ada di sini.

Selepas tol Wilangan, kembali kami harus berjibaku dengan bus dan truk di jalur biasa, sampai selepas Nganjuk kami ketemu dengan jembatan Kertosono. Jembatannya gede, dengan pos polisi di pojok kanan (kalau dari arah Nganjuk). Persimpangan ini sangat ramai, karena merupakan pertemuan dari arah Surabaya, dari Kediri, dan dari arah Jawa Tengah. Bisa dibilang jembatan ini adalah penghubung wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Jembatan Kertosono yang biasa dilalui kendaraan sekarang adalah jembatan yang baru, yang diresmikan sekitar tahun 1989.

Sementara sekarang kondisi Jembatan Kertosono lama yang terletak di sebelah Utara jembatan baru sudah tidak layak lagi untuk dilewati. Bahkan kini sepeda dan orang pun sudah dilarang lewat di sana. Jembatan yang sempat menjadi saksi perjuangan masyarakat Kertosono ketika memukul mundur tentara Belanda yang akan masuk wilayah Nganjuk ini, semakin tergerus oleh derasnya aliran sungai Brantas di bawahnya.

Selepas Kertosono, perjalanan lewat jalur tengah menuju Kediri/ Pare terasa lebih lengang. Jalanan juga tidak melulu lurus. Kami sempat harus putar balik karena saran mbah Gugel mempertemukan kami dengan jembatan kecil yang ditutup. Pare ini adalah daerah yang dikenal sebagai kota Kampung Inggris karena banyaknya tempat belajar bahasa Inggris dan percakapan dengan bahasa Inggris menjadi salah satu kebiasaan sehari-hari warga di sana. Ketika mulai meninggalkan Pare dan masuk wilayah Kandangan jalanan mulai menanjak dan berliku, karena kami mulai menyusuri daerah pegunungan untuk menuju kota Batu yang terletak di antara Gunung Panderman, Arjuna dan Welirang.

Saya sudah memesan salah satu homestay di wilayah Batu untuk sekedar mandi dan tidur sebentar, karena sudah memperkirakan waktu tiba di Batu yang dini hari. Saya memilih Shakila Homestay di daerah Songgokerto yang sangat dekat dengan wilayah Songgoriti. Songgoriti terkenal dengan pemandian air panasnya yang mengandung belerang. Setelah melalui jalan yang menukik turun dengan tajam, berbarengan dengan azan Subuh, alhamdulillah kami tiba dengan selamat di homestay. Malamnya, setelah berwisata di Museum Angkut, kami menuju Malang dengan lama perjalanan 45 menit lewat jalur biasa. Agak tersendat perjalanannya di wilayah kampus Universitas Brawijaya Malang.

Perjalanan Semarang-Batu Malang kali ini rasanya lebih cepat dibandingkan perjalanan kami di tahun 2013. Waktu itu kami berangkat dari Semarang sekitar jam 7 malam, dan tiba di Alun-alun Kota Batu jam enam pagi. Tanpa lewat jalan tol satupun. Perjalanan memakan waktu 12 jam, sementara tahun ini kami memerlukan sekitar delapan jam saja.

Untuk perjalanan Semarang-Malang ini kami memakai mobil Avanza 2015, diisi oleh 5 orang, menghabiskan Pertalite sekitar 300 ribu rupiah.

Pulang dari Surabaya ke Semarang

Untuk perjalanan pulang ke Semarang, kami berangkat dari Kota Surabaya karena sebelumnya kami mampir ke Taman Safari Prigen di Pasuruan. Rutenya dari Malang - Lawang - Pasuruan - masuk tol Pandaan - Surabaya. Kami nginap semalam di Surabaya. Esoknya pulang ke Semarang sengaja tidak lewat jalur Utara meskipun Semarang juga ada di Utara. 

Perbandingan jarak Semarang-Surabaya lewat utara (Tuban-Pati-Rembang) atau jalur Cepu-Purwodadi sekitar 300 KM, sementara rute Semarang-Surabaya lewat Sragen-Solo adalah 362KM. Meskipun demikian, perhitungan waktu tempuh jalur tengah jauh lebih cepat, berkat adanya jalan tol. 

Macet yang kami rasakan justru ketika hendak masuk tol Waru di dalam kota Surabaya. Antri di sepanjang jalan Ahmad Yani sampai Bundaran Waru memakan waktu hingga satu jam. Dari jalan tol Waru Surabaya - Mojokerto – Kertosono memerlukan waktu tempuh sekitar satu jam lima belas menit. Kami mulai masuk tol Surabaya sekitar jam setengah lima sore, sampai tiba untuk solat Magrib di dekat Jembatan Kertosono jam 6 sore. Setelah melewati kota Nganjuk lewat jalur biasa, kami kembali lewat tol Wilangan – Ngawi.

Tarif tol Waru Surabaya-Mojokerto 36.000 
Tarif tol Mojokerto-Kertosono 46.000 
Tarif Tol Wilangan – Ngawi 52.000 
Tarif Tol Salatiga- Banyumanik 32.000


Setelah keluar dari tol Wilangan – Ngawi, kami menempuh perjalanan Ngawi – Sragen hingga jam delapan malam. Perjalanan Sragen – masuk tol dan keluar di Solo buat mampir di Susu She Jack. Sampai kota Solo sekitar jam sembilan malam. Setelah rehat sambil menikmati susu segar legendaris kota Solo di belakang benteng Vastenburg, kami menempuh jalur Solo-Salatiga. Biasa ada kemacetan di jalur Boyolali-sampai Tengaran. Jam 11an lebih masuk ke tol Tingkir Salatiga dan exit tol Banyumanik. Karena saya yang gantian nyetir, di tol jalannya pelan-pelan aja. Sekitar tengah malam lebih 30 menit, kami sudah sampai rumah di Semarang.

Perjalanan Surabaya-Semarang ini juga jauh lebih cepat dibandingkan perjalanan pulang kami dari Surabaya tahun 2013 lewat jalur Utara. Waktu itu kami mampir ke Wisata Bahari Lamongan, dan terjebak macet di Tuban. Berangkat sebelum Asar dari Lamongan, kami tiba di Semarang sekitar jam tujuh pagi. Tentu saja beberapa kali berhenti. Jalur Utara relatif lebih sempit dan belum ada tol, sehingga kadang antrian kendaraan tidak terkirakan. Apalagi kalau ada kecelakaan, dijamin perjalanan terhambat cukup lama.

Di tahun 2019 nanti mestinya perjalanan Semarang – Malang akan lebih singkat lagi, karena tol akan tersambung dari Semarang – Kartosuro – Solo – Sragen – Ngawi – Wilangan – Kertosono – lanjut tol Pandaan. Whuss! Kalau jalanan semakin lancar, kayaknya rencana untuk menyambangi candi-candi di Jawa Timur bisa segera terlaksana, nih. Ayo Mbak Ade dan Mbak Tanti, kita road trip ke Jawa Timur.

Gambar diedit dari: <a href="https://www.freepik.com/free-vector/flat-trip-banners-with-roads-and-cars_879300.htm">Designed by Freepik</a>

Friday, November 9, 2018

Kreatif Membangun Indonesia



“Membangun Manusia Indonesia adalah investasi kita untuk menghadapi masa depan, dan melapangkan jalan menuju Indonesia Maju”

Pernyataan itu disampaikan Presiden Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR RI pada tanggal 16 Agustus 2018. Ibu Rosarita Niken Widiastuti Dirjen Komunikasi dan Informasi Publik dalam sambutannya pada acara Flash Blogging, 4 Tahun Indonesia Kreatif di Hotel Po, 9 November 2018 di Semarang  menyampaikan bahwa riset dari Price Waterhouse Coopers (PWC) mengatakan pada tahun 2030 Indonesia berpotensi menjadi negara maju kelima.


Salah satu tandanya adalah prestasi Indonesia baru-baru ini di Asian Games di Jakarta-Palembang baru-baru ini. Jika sebelumnya Indonesia hanya meraih 4 medali emas dan berada di urutan ke-17, di Asian Games ke-18, Indonesia meraih 31 medali emas dan menduduki posisi ke-4.  Tentunya prestasi ini tidak datang begitu saja melainkan juga karena keseriusan dan kepedulian pemerintah. Presiden Jokowi secara khusus mengintruksikan pembinaan khusus bagi cabang-cabang olahraga. 

Hei, kita keren kan? Kalau selama ini seolah banyak yang mengatakan bahwa Indonesia tidak berprestasi dan kalah bersaing, kita harus tetap optimis. Perbaikan bangsa harus diawali dari diri kita sendiri. 

Ibu Rosarita juga menyampaikan bahwa temuan PWC tentang Indonesia akan jadi negara ke-5 terbesar di dunia akan bisa tercapai jika situasi negara stabil damai sehingga semua bisa produktif. Salah satu upaya mewujudkan kondisi negara yang aman dan damai adalah kondusifnya situasi di internet.


Jika masyarakat energinya terkuras untuk mengurusi konten negatif, berita hoax, dan ujaran kebencian, kapan kita bisa jadi manusia yang lebih maju? Saatnya kita stop nyinyirin bangsa sendiri. Kita mesti bijak dalam berinternet, bertanggung jawab terhadap apa yang kita sebarkan, dan berempati. Ingat lho, rekam jejak digital tidak akan hilang.  

Kebijakan Pemerintah Untuk Pembangunan 

Majunya manusia Indonesia juga tidak bisa datang begitu saja. berbagai kebijakan dan upaya pemerintah untuk membangun Indonesia. Empat tahun pemerintahan presiden Joko Widodo menyadari betul bahwa untuk mewujudkan kemajuan, harus melakukan langkah-langkah perubahan yang berarti. Kebijakan Nawacita adalah membangun dari pinggiran. Dengan demikian pembangunan di Indonesia lebih merata. 

Salah satunya adalah Pemerintahan Presiden Jokowi dan JK, sangat memperhatikan pembangunan infrastruktur. Pembangunan Infrastruktur mungkin tidak berdampak langsung tapi masyarakat akan mudah mendapat akses transportasi. Ekonomi akan tumbuh karena masyarakat dapat menjual langsung produk-produk yang mereka hasilkan.

Dalam World Conference on Creative Economy di Nusa Dua, Bali Rabu, 7 November 2018 Menteri keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa infrastruktut bukanlah barang mewah, melainkan kebutuhan untuk mendesain kebijakan termasuk inklusifitas di teknologi dalam mendukung ekonomi kreatif. Pernyataan itu menyambung cerita mengenai bagaimana pentingnya infrastruktur sebagai salah satu pendukung berkembangnya industri kreatif di Indonesia.

Pemerintahan Kreatif  

Bagi generasi milenial, pemerintahan Jokowi-JK juga dikenal sangat kreatif, terutama dalam penggunaan teknologi.

Dalam era internet seperti sekarang ini, pemerintah juga menggalakkan pembangunan internet di berbagai daerah di seluruh pelosok Indonesia. Pada tahun 2020, ditargetkan semua wilayah di Indonesia dapat terkoneksi dengan internet. Aneka produk UMKM dapat dijual langsung melalui internet. Pemerintah membina UMKM memasarkan produk lewat UMKM Go-Online. Dengan demikian semua lini masyarakat bisa mendapatkan added value dari digitalisasi. 

Pemerintah melalui Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo) mendorong generasi milenial untuk berperan dalam industri 4.0 dengan membina 1000 startup, perusahaan berbasis rintisan yang didorong melalui pelatihan-pelatihan yang intensif. Diharapkan start-up tadi dapat meningkat dan memenuhi syarat untuk dipertemukan dengan ventured capital atau pemodal, hingga bisa meningkat menjadi Unicorn. 

Kita perlu ingat kalau di Indonesia ada 4 Unicorn, salah satunya Gojek, buah kreatifitas anak bangsa yang kini memilili valuasi lebih dari 5 milyar dolar amerika. Gojek juga duduk di peringkat ke-17 korporasi yang mengubah dunia karena mampu memberikan aneka kemudahan dengan biaya murah, efektif dan efisien. 


Kominfo mendorong anak-anak muda untuk terus meningkatkan kreatifitas dan kemampuannya dalam dunia digital melalui program Digital Talents untuk 20.000 generasi milenial. Dengan demikian pemerintah mengharapkan anak-anak muda semakin meningkat kemampuannya dalam digital business, digital intellegent, system cyber security, dan semua yang berkaitan dengan internet. Berbagai program ini membuktikan bahwa pemerintah serius meningkatkan produktivitas masyarakat di semua level. 


Jadi Anak Muda Kreatif

Bapak Andoko Darta dari staff ahli Kominfo dan tim Komunikasi Presiden, menyatakan bahwa Indonesia saat ini termasuk dalam negara dengan middle income. Presiden Jokowi tidak ingin Indonesia terperangkap menjadi negara dengan pendapatan kelas menengah terus menerus. Karena jika terus dibiarkan, dalam 10 tahun bisa merosot menjadi negara dengan pendapatan kecil. Karena itu pemerintah ingin agar Indonesia menjadi negara maju sehingga masyarakat menjadi sejahtera. 


"Beri Aku 10 Pemuda Niscaya Akan Kuguncang Dunia"

Pernyataan Presiden pertama RI, Bapak Ir. Soekarno itu menegaskan betapa pentingnya peran anak muda dalam pembangunan bangsa. Anak muda masa kini bukan hanya bisa menerima tapi harus memberi manfaat. Salah satunya kita harus jadi anak muda yang kreatif. Kreativitas tidak hanya milik pekerja seni, pembuat film, atau pelukis, tapi juga kreativitas diperlukan untuk semua profesi. 
Konon, hanya orang kreatif yang dapat bertahan dalam situasi-situasi sulit. 

Anak muda, dalam berbagai profesi dan aktivitasnya sehari-hari bisa terbagi dalam beberapa tipe, yang menurut Bapak Andoko terbagi menjadi: 

1. Kreator
Kreator adalah orang-orang yang bekerja menciptakan karya. Penulis, pembuat film, adalah salah satunya. 
2. Peduli
Anak muda yang peduli adalah anak muda yang sering melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan sosial. Menjadi pekerja sosial, menjadi relawan adalah salah satunya. 
3. Orang biasa
Disampaikan Pak Andoko, Presiden Jokowi sering menyebut dirinya sebagai orang biasa. Tapi Orang biasa yang melakukan hal-hal luar biasa.
4. Pahlawan
Yang termasuk pahlawan tentunya selain para tentara, juga atlit, dan tim SAR. Intinya orang-orang yang berkorban untuk pihak lain. 
5. Cendekiawan
Guru, dosen, dan peneliti, masuk ke dalam kategori ini. 
6. Eksplorer
Ini adalah tipe anak muda yang kini banyak ditemui di sosial media. Tipe eksplorer adalah orang yang suka jalan-jalan dan bertualang. 

Apapun jenis aktivitas kita sebagai anak muda, pemerintah berupaya untuk terus menciptakan kebijakan yang positif. 

Salah satunya listrik yang kini semakin merata di seluruh wilayah Indonesia. Bayangkan kalau tidak ada listrik, semua kegiatan di atas tidak akan terlaksana dengan mudah. Menurut data 95,35% penapaian elektrifikasi Indonesia pada tahun 2017. Listrik menyala, ekonomi tergerakkan. 

Bagi anak muda eskplorer, yang suka jalan-jalan dan berwisata, perkembangan infrastruktur, pembangunan bandara, di seluruh pelosok Indonesia, tentunya sangat dirasakan memberikan kemudahan. Belum lagi infrastruktur jalan, dan telekomunikasi yang semakin menjangkau daerah-daerah yang terpelosok. 

Anak muda yang fokus pada kegiatan pendidikan, cendekiawan, pemerintah terus menggulirkan aneka beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tertinggi baik S2 hingga S3. 

Bagi anak muda pahlawan negara, para atlit yang telah berjuang untuk mengharumkan nama bangsa, pemerintah memberikan bonus yang besar bagi setiap atlet yang berprestasi, sampai memberikan jaminan hari tua berupa uang pensiun dengan jumlah sampai 20 juta per bulan untuk peraih medali emas.

Bagi anak muda kreator berbagai aplikasi, game, kuliner, fashion, dan lain-lainnya, Pemerintah menyalurkan Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) 2018 untuk pelaku Ekraf dan startup. Selain itu pemerintah membuat Go StartUp Indonesia yaitu paltform bertemunya para Startup dan investor. 

Sektor ekonomi kreatif juga terbukti berkontribusi pada ekspor nasional dan penyerapan tenaga kerja. Kedua indikator tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. 

Terbukti kan, jadi orang kreatif banyak manfaatnya? 

Jadi, di zaman sekarang ini, kita tidak boleh berhenti menjadi manusia kreatif. Pembangunan bangsa sangat bergantung pada kreatifitas rakyatnya, karena itu pemerintah berupaya selalu mendukung langkah kreatif dari setiap anak bangsa. 


Gambar: Edit dari <a href='https://www.freepik.com/free-photo/hands-waving-flags-of-indonesia_2828688.htm'>Designed by Rawpixel.com</a>

Thursday, October 25, 2018

Wakaf jadi Mudah Lewat Asuransi Syariah



Ayo Berwakaf

Foto from Freepik
Kalau dengar kata wakaf, apa yang pertama kali terlintas di benakmu? 

Mungkin sama dengan saya, kalau wakaf itu berhubungan dengan sumbangan tanah untuk masjid. Setelah jadi ibu-ibu, wakaf jadi ada hubungannya sama bangunan yang akan dipakai jadi sekolah. Pada intinya, di benak saya wakaf selalu berhubungan dengan pemberian yang berjumlah tidak sedikit. Mungkin itu sebabnya, kegiatan sedekah, seperti lebih mudah dilakukan dibandingkan wakaf yang harus memenuhi beberapa aturan. Terlebih lagi wakaf identik dengan sumbangan yang jumlahnya signifikan berupa tanah atau bangunan. 

Kalau kita mau memahami tentang wakaf, dilansir oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) melalui situs resminya, wakaf diartikan sebagai penahanan hak milik atas materi benda untuk tujuan menyedekahkan manfaat atau faedahnya. Meskipun terdapat perbedaan para ulama dalam pengertian wakaf, dapat disimpulkan bahwa wakaf bertujuan untuk memberikan manfaat atau faedah harta yang diwakafkan kepada orang yang berhak dan dipergunakan sesuai dengan ajaran syariah Islam. Hal ini sesuai dengan fungsi wakaf yang disebutkan pasal 5 UU no. 41 tahun 2004 bahwa wakaf berfungsi untuk mewujudkan potensi dan manfaat ekonomis harta benda wakaf untuk kepentingan ibadah dan untuk memajukan kesejahteraan umum. (BWI website) 

BWI telah memperhitungkan bahwa potensi wakaf di Indonesia mencapai angka 180 triliun rupiah, sementara total pengumpulan dana wakaf baru mencapai 400 miliar rupiah. Pemahaman yang kurang tentang wakaf, bisa jadi menjadi salah satu penyebab potensi wakaf di Indonesia belum optimal. Jadi ternyata wakaf itu tidak hanya berupa tanah atau bangunan. Dan sama seperti infak dan sedekah, jumlahnya tidak dibatasi aturan tertentu. 

Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, potensi wakaf yang demikian besar jika bisa tercapai akan bermanfaat luas bagi kesejahteraan masyarakat, bukan hanya umat Islam. Bagi umat muslim, berwakaf membuat harta menjadi lebih bermanfaat bagi sesama. Wakaf juga memiliki keistimewaan diantaranya pahala wakaf akan terus mengalir, meskipun kita telah tutup usia.

Selanjutnya baca terus mengenai Manfaat dan Hikmah Berwakaf 

Jadi, siapa yang tidak ingin berwakaf? 


Asuransi Syariah 


Di tengah membanjirnya informasi tentang asuransi di masyarakat, asuransi syariah tumbuh di Indonesia seiring dengan kebutuhan masyarakat akan layanan asuransi yang diyakini bebas dari polemik riba. Asuransi syariah sendiri adalah asuransi berdasarkan prinsip syariah dengan usaha tolong-menolong (ta'awuni) dan saling melindungi (takafuli) diantara para Peserta melalui pembentukan kumpulan dana (Dana Tabarru') yang dikelola sesuai prinsip syariah untuk menghadapi risiko tertentu. 

Atas dasar kebutuhan masyarakat akan asuransi syariah, Sun Life Financial (Sun Life) mengembangkan berbagai produk asuransi syariah dan menjadi pelopor distribusi asuransi syariah di Indonesia. Sun Life Financial adalah perusahaan penyedia jasa keuangan yang berbasis di Kanada. Sejak 150 tahun yang lalu, Sun Life berpengalaman dalam beragam produk asuransi, serta solusi pengelolaan kekayaan dan aset baik untuk individu maupun korporasi yang tersebar luas di berbagai negara. Di Indonesia, Sun Life mulai beroperasi pada tahun 1995, melalui anak perusahaannya Sun Life Financial Indonesia, dan kini telah tersebar di 72 kota. 

Terobosan-terobosan kemudian berupaya terus dilakukan Sun Life dengan berbagai produk asuransi syariahnya, salah satunya dengan menghadirkan produk asuransi syariah dengan manfaat wakaf dalam produknya. 


Wakaf Pasti, Kini, dan Nanti 

Norman Nugraha, Chief of Sharia Business SLFI
Asuransi Brilliance Hasanah Maxima (ABHM) adalah persembahan Sun Life yang bertujuan sebagai solusi perencanaan keuangan sekaligus membantu mewujudkan niat wakaf para nasabahnya. Norman Nugraha, Chief of Sharia Business Sun Life Financial Indonesia menjelaskan bahwa melalui produk ABHM, Sun Life ingin mengedukasi sekaligus membantu masyarakat agar dapat melaksanakan ibadah wakaf dengan pasti, kini, dan nanti. Penjelasan ini disampaikan dalam acara Kopdar Wakaf, Pasti, Kini dan Nanti di Rosti Cafe Semarang pada 22 Oktober 2018. 

Melalui Sun Life dana wakaf yang masuk akan disalurkan melalui mitra lembaga pengelola aset wakaf (nazhir) terpercaya 100% tanpa potongan, inilah yang dimaksudkan dengan "pasti". Dana wakaf akan langsung disalurkan ("kini") sejak pembayaran kontribusi pertama. Melalui ABHM, masyarakat juga bisa mendapatkan manfaat wasiat wakaf atas manfaat asuransi dan investasi ketika nasabah meninggal dunia  ("nanti"). 

Fitur wakaf dalam polis asuransi syariah ini telah didukung oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Nasabah dapat mewakafkan manfaat asuransinya hingga 45% dari santunan asuransi, dan 30% dari manfaat investasinya. Kenapa tidak boleh semua diwakafkan? Karena sesuai dengan fatwa DSN-MUI, ada batasan maksimal dari wakaf agar selebihnya tetap dapat dinikmati oleh ahli warisnya. 

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan manfaat asuransi syariah sekaligus berwakaf dapat menghubungi tenaga pemasar asuransi syariah Sun Life tersertifikasi wakaf yang dikeluarkan oleh Sun Life yang bekerja sama dengan DSN Institute dan BWI. 

Kalau dulu kita berpikir bahwa untuk berwakaf harus dengan harta yang banyak atau tanah yang luas, Sun Life menghadirkan satu produk yang memungkinkan kita berwakaf secara rutin setiap waktunya. Dengan menyisihkan uang tidak sampai 100 ribu rupiah perbulan, setiap nasabah ABHM, dapat otomatis menjadi pemberi wakaf. 

Wakaf yang disetorkan nasabah melalui Sun Life disalurkan ke lembaga pengelola aset wakaf terpercaya yaitu Badan Wakaf Indonesia (BWI), Dompet Dhuafa, Rumah Wakaf, dan 174 lembaga lain yang terdaftafr di BWI.
Pic: Dikoko

Tuesday, October 9, 2018

Cara Mengurus Pindah KPP dan E-Faktur Pajak

 
Karena kantor pindah, dan kecamatan beda, maka untuk legalitas perusahaan dan juga pengurusan segala macam surat, harus mengurus juga pindah alamat ke Kantor Pelayanan Pajak. Repot nggak sih? Ya lumayan, karena sudah belasan tahun di KPP lama, rasanya agak “malas” aja pindah-pindah. Tapi kan ya harus tetap diurus juga. 

Mengurus Pindah KPP
Langkah pertama yang saya lakukan adalah mencabut berkas dari KPP lama. Caranya? Saya membuat surat pindah dan membawanya ke KPP lama. Surat pindahnya ini saya minta filenya dari KPP lama. Soalnya surat yang saya download di internet ternyata bukan yang dimaksud. Jadi biar cepat urusannya minta surat dari KPP aja. Siapa tahu ada format surat yang terbaru. Sebelum ngurus pindahan ini sebisanya kewajiban dan laporan pajak sudah dilakukan ya. Misalnya laporan PPN masa dan PPh.

Setelah itu menunggu. Normalnya waktu tunggu ini tidak lebih dari 10 hari kerja. Ada yang bilang kurang dari 7 hari kerja malah. Tapi waktu saya mengurus pas banget sedang ada mutasi para AR (Account Representative) dan termasuk juga AR PT saya, jadinya waktu tunggu lebih dari normalnya. Tapi alhamdulillah, kira-kira tidak sampai tiga minggu, saya ditelpon dari KPP lama kalau berkas PT saya sudah selesai diurus, dan saya tinggal mengambil dokumen dari KPP lama untuk dibawa ke KPP baru.

Selepas dibawa ke KPP baru, saya mendapatkan kartu NPWP baru, dengan alamat baru, tapi nomornya tetap sama. Untuk dokumen lain-lain seperti PKPnya akan dikirim via pos ke alamat kantor yang baru.

Tips sebelum mengurus pindah KPP ini kalau dari saya sih, sebisanya nggak ada invoice yang harus segera terbit fakturnya. Soalnya kira-kira selama waktu tunggu pengurusan pindah KPP, kita tidak bisa menerbitkan faktur.

Mengurus E-Faktur


Waktu mengambil berkas di KPP baru, saya juga langsung mengajukan surat untuk minta nomor faktur baru. Dengan pemikiran semua berkas sudah dicabut di KPP lama, saya bisa langsung bikin faktur. Ternyata tidak sesederhana itu. Saya juga harus mencabut berkas e faktur di KPP lama dulu. Weleh-weleh, kenapa juga nggak dari awal waktu mau cabut berkas pindahan diberi tahu soal ini.

Jadilah saya balik lagi ke KPP lama. Mengurus pencabutan di sana langsung dibantu HelpDesk. Tapi di helpdesk, password e nofa saya sudah tidak bisa mengakses akun PT saya. Mungkin karena semua berkas sudah dicabut di KPP lama, jadi mereka tidak bisa akses atau gimana nggak gitu ngerti juga. Setelah para petugas KPP lama dan baru saling menelepon, akhirnya berkas e-faktur untuk sertifikat elektronik dkk selesai dicabut dari KPP lama.

Kemudian untuk mengurus sertifikat elektronik, sama seperti pertama kali dulu, alias si penandatangan faktur harus datang sendiri ke KPP baru dan membawa berkas-berkas pribadi kelengkapannya macam KTP, KK, semua dilengkapi fotokopian, dan softcopy foto (dalam flashdisk). Untuk berkas-berkas kantor ada fotokopi laporan pajak tahun terakhir, surat-surat permohonan (3 lembar), dan saya tambah sekalian permintaan nomor faktur baru. Biar aman bawa juga cap perusahaan.

Di KPP baru, prosesnya kira-kira 15 menit. Dibantu petugas, saya akhirnya punya password e-nofa baru, passphrase baru dan sertifikat elektronik baru.

Saya tanya, “Ini sudah bisa langsung dipakai untuk bikin faktur di aplikasi?”

Petugas menjawab, “Sudah, tinggal install saja sertifikatnya.”

Oke, pulanglah saya tanpa mampir dulu ke helpdesk. Karena kalau cuma install sertifikat elektronik kan gampang.

Tapi ternyata lagi, saya belum juga bisa bikin faktur. Kenapa? Karena setelah login ke aplikasi e-faktur, alamat kantor saya masih yang lama. Saya coba edit sendiri tentu saja nggak bisa. Saya coba syncronized dengan KPP tidak bisa, alias eror. Saya browsing-browsing caranya di internet, tidak ada yang berhasil. Mau install ulang nggak berani, takut datanya hilang meski saya sudah buat kopian database e faktur di flashdisk. Saya cek di e nofa online, ternyata registrasi e faktur di dekstop saya tertulis belum teregistrasi.

Akhirnya telepon ke KPP baru, dan jawabannya, dibawa ke sini aja. Padahal itu aplikasi di PC bukannya di laptop. Katanya lagi, coba kopikan saja semua folder e faktur yang di dalam PC itu ke flashdisk. Nanti bisa dibantu di sini pake flashdisk saja, begitu katanya.

Tapi saya agak ragu bisa dibantu cuma pake flashdisk itu. Kalau gagal gimana? Jarak dari KPP sekitar 15 km, kalau harus bolak-balik lagi kok nggak praktis banget. Faktur juga sudah menunggu untuk segera diterbitkan.

Jadi saya install e faktur (64 bit) ke dalam laptop. Proses instalasi cepat dan gampang. Dari aplikasi 32 bit di PC, saya copy folder db dan sertifikat elektronik secara manual ke folder instalasi e faktur ke laptop. Data-data dari aplikasi faktur lama bisa terbaca meski beda sistem dari 32 ke 64, tapi tetap saja alamat kantornya belum berubah.

Yasud, mari berangkat lagi ke KPP.

Dan di KPP langkah yang dilakukan petugas adalah:

1. Install lagi aplikasi e faktur dengan db yang masih kosong. (Aplikasi lama juga masih ada, nggak diapa-apain)

2. Download sertifikat elektronik baru dari e nofa (internet). Meski kemarin sudah didownloadin dan saya simpan di flashdisk juga.

3. Eksport semua data dari aplikasi e faktur yang lama (bisa buka dua aplikasi secara bersamaan di laptop, pastikan aja nama foldernya beda biar nggak tertukar) simpan dengan nama yang cocok, misal fp keluaran, fp masukan, data lawan transaksi, dll. Bentuk filenya csv.

4. Login di aplikasi e faktur baru seperti dulu, masukin data-data seperti dulu. Sertifikat elektronik juga diminta waktu ini. Ikutin aja langkahnya. Di sini tadi passphrase, password e nofa, dan kode aktivasi diperlukan.

5. Taraa! Data alamat di aplikasi e-faktur yang baru sudah terupdate. (Alias alamatnya sudah yang baru)

6. Impor data-data tadi seperti faktur pajak keluaran, masukan, dll. Sebetulnya kalau nggak dibutuhkan ya nggak usah diimpor. Tapi kan pasti perlu data setidaknya di tahun berjalan. Di aplikasi saya setelah impor ini beberapa faktur pajak keluaran saya statusnya terlihat “belum approved” padahal tu faktur umurnya sudah setahun dan pastinya dulu sudah approved. Kata petugas dibiarin aja nggak apa. Atau kalau mau ya di upload ulang. Saya memilih membiarkan saja.

7. Demi keamanan dan ribet kalau harus balik lagi, saya nyoba langsung di depan petugas untuk buat faktur pajak keluaran, dan syukurlah bisa.

Untungnya tadi bela-belain bawa laptop plus database aplikasi  e-faktur yang lama. Kalau cuma bekel flashdisk dipastikan mesti balik lagi. Jogging dulu, aah. Jadi, demikianlah drama pindah KPP yang saya alami. Hehe. Semoga bisa membantu, meski ini tulisan agak nggak nyambung sama tulisan saya lainnya di blog ini. Habis geregetan sendiri waktu nyari-nyari informasi soal ini di internet.

Tips mengurus aplikasi e faktur ke KPP:

1. Pastikan kalau mau ke KPP harus bawa laptop dan koneksi internet, entah tethering dari Hp atau modem. Tidak semua KPP ada wifinya. Mungkin malah nggak ada wifi di KPP manapun hehe. Usul buat KPP karena koneksi internet hukumnya wajib untuk urusan ini, KPP menyediakan wifi. Nggak semua koneksi internet via hp itu cepat, atau bisa saja yang datang nggak punya hape dengan koneksi internet.

2. Bawa flashdisk.

3. Bawa catatan password e nofa dan passphrase (yang kita bikin sendiri itu), juga kode aktivasi (yang jumlahnya 16 huruf/angka).

4. Sabar antri, karena rata-rata di satu KPP cuma punya 1 petugas helpdesk. Padahal kalau urusan aplikasi e faktur bisa lebih dari 30 menit per-orang. Belum lagi kalau gaptek ya.

Semoga yang punya permasalahan sama, bisa terbantu yah. Oiya, saya bukan orang akuntansi, apalagi pegawai pajak. Saya cuma orang yang belajar ngurus-ngurus pajak sendiri hehe.



Gambar modifikasi dari: freepik

<a href="https://www.freepik.com/free-vector/moving-background-design_1087343.htm">Designed by Vectorarte</a>



Friday, September 7, 2018

ASUS VivoBook Flip TP 410 Laptopku


Setiap hari aktivitas rasanya bukannya kurang tapi makin nambah. Untungnya perkembangan teknologi semakin pesat dan sangat meringankan aneka tugas kita. ASUS sebagai produsen produk komputer ternama juga tak henti-hentinya mengembangkan teknologi yang semakin canggih untuk kemudahan masyarakat. Lihat aja produk-produk laptop ASUS yang semakin hari semakin keren. Bukti nyata dari inovasi yang berkelanjutan tidak hanya pengembangan hardware dan software yang mendukung kinerja, tapi juga tampilan yang semakin trendy.

Performa yang semakin apik dan canggih ini apalagi kalau bukan untuk memenuhi aneka kebutuhan penggunanya dari pelajar, pekerja kantoran, mahasiswa, gamers, entrepreneur, pedagang, para profesional, dan masih banyak lagi. Di tahun 2018 ini ASUS juga meluncurkan produk-produk baru, salah satu diantaranya yaitu ASUS VivoBook Flip TP 410 yang tampilannya canggih, dan rasanya pas banget buat saya.

#ASUSLaptopku

Saya sudah lama berkenalan dengan ASUS. Tepatnya sejak zaman saya baru lulus kuliah arsitektur, lalu kerja sambil kuliah S-2. (Yang artinya sekian tahun yang lalu hihi). Waktu itu ASUSnya minjem punya teman sekantor. Warnanya hitam, tapi saya nggak hafal serinya. Zaman itu soalnya belum mampu beli laptop sendiri. Padahal seandainya punya laptop ASUS seperti teman saya itu pasti tugas-tugas kuliah bisa saya selesaikan di kos-kosan. Tidak harus mengetik di Personal Computer (PC) yang ada di kantor di sela waktu kerja.

Setelah akhirnya punya usaha sendiri di bidang arsitektur dan event organizer, saya akhirnya bisa beli laptop. Pilihan saya jatuh pada seri Notebook ASUS EeePCSeries. Laptop putih nan cantik itu akhirnya jadi teman saya kemana-mana. Punya Laptop ASUS membantu banget karena kegiatan saya seringkali harus meninggalkan kantor. Ketika ada pekerjaan di luar kota, rasanya aman dan nyaman bawa laptop ASUS karena kalau tiba-tiba ada dokumen yang harus dibuat, atau harus presentasi, ada perangkat canggih yang menemani. Setelah enam tahun berlalu, laptop ASUS saya itu masih setia di dalam tas kerja saya, dan sekarang mulai sering dipakai anak-anak untuk mengerjakan tugas sekolah.

Anak sekolah zaman now memang sudah harus berkenalan dengan teknologi dan internet. Untungnya ada laptop ASUS. Ehm, tapi… kok ya rasanya mulai harus “rebutan” sama anak sendiri ya, buat makai laptop ASUSnya. Melihat anak saya makin gede, sudah mulai bisa bertanggungjawab dengan barang-barang, laptop ASUS putih itu rasa-rasanya bisa saya “wariskan” kepadanya.

Jadi di tahun 2018 ini, sudah saatnya #GantiLaptopASUS buat saya pakai sendiri. Biar bisa kerja bareng sama anak, dan nggak rebutan lagi. Hihi. Tentu pilihan saya tetap ASUS karena sudah lebih dari enam tahun menemani dan terbukti tangguh. Melihat produk baru ASUS yaitu ASUS VivoBook Flip TP410 ini saya langsung jatuh hati. Cinta pada pandangan pertama. Soalnya penampilannya nggemesin banget sih. Rasanya pas untuk saya bawa kerja kemana-mana. Apalagi lihat fitur-fiturnya yang ini:




Bobotnya ringan, hanya 1,6kg. Bobot yang ringan ini penting banget mengingat tas kerja saya itu biasanya sudah penuh berisi aneka barang mulai dari dompet, dokumen, buku, alat tulis, ponsel, sampai makeup kit. Hihi. Ya namanya mamak-mamak kerja, sekali waktu harus touch up biar nggak belel. Ukuran ASUS VivoBook Flip TP410 yang setipis 1,92 cm ini pasti bisa “nyelip” dengan aman di tas kerja saya.

Biarpun ringan dan tipis, layar laptop ASUS VivoBook Flip TP410 ini ukurannya 14 inci. Cocok buat saya yang mesti kerja dengan aplikasi desain dan grafis. NanoEdge Display menjadikan tampilan ultra tipisnya yang berfitur “Nanoedge” mampu memaksimalkan ukuran layar, dengan ukuran “body” minimal. Singset gitu ya si laptop ASUS VivoBook Flip TP410.

Fitur utama yang bikin saya langsung jatuh hati adalah kemampuan ASUS VivoBook Flip TP410 untuk diubah-ubah menjadi empat mode. Bisa ditekuk-tekuk, euy! Seringkali saya harus ketemu klien atau kolega bukan di kantor yang resmi dengan meja rapat panjang dan gede, melainkan  di rumah makan, di cafĂ©, bahkan di dalam mobil! Ribet kan kalau harus presentasi di dalam mobil yang bergerak, trus “menjereng-jereng” laptop yang gede. Belum lagi takut patah, duh. Nah, kalau ASUS VivoBook Flip TP410 punya empat mode yaitu powerful laptop, media stand, responsive tablet, dan share viewer. Wih kerennya. Artinya ASUS VivoBook Flip TP410 sangat mendukung untuk dibawa bekerja ke segala medan.


 Kalau pernah lihat film angkasa luar yang bisa masuk ke dalam ruangan dengan menempelkan jempolnya ke alat sensor, yang sekarang diadopsi di pintu-pintu kantor juga, laptop ASUS VivoBook Flip TP410 juga dilengkapi dengan Fingerprint Sensor. ASUS VivoBook Flip TP410 sudah mendukung fitur Windows Hello yang biasanya ada di laptop-laptop kelas atas. Padahal harga ASUS VivoBook Flip TP410 ini sangat terjangkau mulai dari 7 jutaan. Nah kembali ke Windows Hello, dengan fitur ini kita dapat sign in ke Windows 10 yang sudah preinstall di ASUS VivoBook Flip TP410 hanya dengan sentuhan jari. Fitur ini sangat berguna karena biasanya di dalam laptop itu tersimpan data-data penting kita mulai dari data-data kantor, sampai foto-foto pribadi. Kalau memakai ASUS VivoBook Flip Tp410, tidak usah khawatir orang lain bisa seenaknya membuka data-data kita.

Dengan fitur-fitur canggih dan tampilan kece itu, ASUS VivoBook Flip TP410 didukung prosesor Corei7-7500U yang adalah prosesor dual-core tercepat untuk generasi ke-7 Intel Core series. RAMnya 16GB, jadi untuk membuka banyak aplikasi (terutama kalau saya buat aplikasi desain), kinerjanya akan tetap cepat. Whuss! Storagenya juga gede dengan HDD (hard disk drive) sampai 1 terabyte (wah bisa simpen banyak koleksi lagu buat penunjang mood kerja) dan SDD (solid state drive) berkapasitas 256 GB. Semua dokumen kerja, dokumen pribadi, aman di laptop ASUS VivoBook Flip TP410. Dengan garansi dua tahun dari ASUS, rasanya mantap banget deh kalau kerja pakai Laptop ASUS VivoBook Flip TP410. Jadi semangat nih, #2018GantiLaptopASUS. Berdoa kenceng, semoga ada rezekinya.




Asus Laptopku Blogging Competition by uniekkaswarganti.com 

https://www.uniekkaswarganti.com/2018/08/asus-laptopku-blogging-competition.html


Saturday, May 5, 2018

KEB Intimate Talk About Photography with Pesonna Hotel Semarang


Menurut Lembaga riset digital marketing Emarketer pada 2018 diperkirakan jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika. Nah, kalau menurut riset pandangan mata saya, lebih dari 50% pengguna smartphone memotret dulu makanan, sebelum dimakan. Ini berdasarkan pengamatan di resto, warung, dan tempat kulineran, hehe. Otomatis, kegiatan memotret makanan menggunakan smartphone telah menjadi kegiatan jamak bagi masyarakat Indonesia.

KEB Intimate yang Seru

Food Photography, sebagai salah satu bagian dari kegiatan memotret, memang menjamur di masyarakat Indonesia. Dari yang sekedar memotret karena hobi, sampai menjadikannya profesi. Kalau melihat aneka foto makanan lalu kita tergiur dibuatnya, berarti si pemotret telah berhasil dalam food photography, begitu kata mas Hinu Indra Wardhana.

Dan rasa-rasanya semua kalangan sekarang ini makin jago motret makanan. Pantesan kalau saya lihat sosmed, terutama di Instagram tuh, rasanya makin mentah niat dan usaha saya buat diet. Banyak foto makanan berseliweran yang bikin ngiler. Rasanya ingin juga bisa menghasilkan foto-foto makanan yang bikin orang yang melihatnya gagal diet. Hihi.

Ika Puspita dan Ira Sulistyana
Pesona food photography yang tak kunjung padam ini disambut oleh Kelompok Emak Blogger (KEB) sehingga dalam acara KEB Intimate yang pada hari Sabtu, 5 Mei 2018 menyambangi kota Semarang, punya tema utama, yaitu: KEB Intimate: Talk About Food Photography. Senangnyaa Semarang didatangi Mak Sumarti Saelan, Mak Sary Melati, dan Mak Indjoel. Difasilitasi member KEB dari Semarang yaitu Mbak Ika Puspita sebagai koordinator acara dan Ira Sulistyana sebagai MC.

Mak Sumarti Saelan dari KEB

KEB, sebagai salah satu pioner komunitas blogger bagi perempuan, menggandeng juga komunitas lain di Semarang seperti Blogger Gandjel Rel, Kompakers Semarang, dan IIP Semarang untuk ikutan acara seru ini. Narasumbernya tak lain dan tak bukan: mas Hinu, seorang Food Photographer dari Semarang, yang namanya sudah saya sebut di atas tadi. Acara hari ini spesial karena ngomongin  perihal motret makanan khusus untuk pengguna smartphone. Hore! Maklum senjata saya ya (baru) itu.

Mas Hinu, Food Photographer

Menurut mas Hinu, hasil karya foto pengguna smartphone tidak kalah dari kamera profesional lain seperti DSLR, asal tahu ilmu dan caranya. Salah satu syarat utamanya: "pacari smartphonemu". Maksudnya semakin kita mengenal "senjata" kita maka akan semakin baik hasil yang kita dapatkan.

Pesonna Food Photography

Udara Semarang yang mulai panas karena barusan ditinggalkan musim penghujan, jadi tidak terasa karena Skylounge di Lantai 9 Pesonna Hotel Semarang yang lapang dan adem menjadi tempat acara KEB Intimate. Baru kali ini saya menginjakkan kaki di hotel milik PT Pegadaian (persero) di jalan Depok No. 33 Kembangsari Semarang. Tapi Pesonna Hotel memang mudah dicari karena lokasinya strategis, dekat dengan Simpang Lima, Lawang Sewu, Tugu Muda, dan Kota Lama serta Pecinan Semarang.

Paket Buko Poso Pesonna Hotel

Untuk keperluan acara, Pesonna Hotel menyediakan menu istimewa yaitu menu yang nantinya akan menjadi hidangan Ramadan “Buko Poso ing Awang-awang”, yaitu paket All You Can Eat berupa pilihan menu ala angkringan sebagai obyek food photography.

Praktek Smartphone Food Photography

Yang paling seru dari acara food photography tentunya acara prakteknya. Makanan lezat ala angkringan mulai dari aneka gorengan seperti bakwan dan mendoan, sate telur puyuh, sate kerang, ceker ayam, kacang dan ubi godog, plus aneka nasi bungkus dan tentu saja kolak, penuh dikerubuti peserta.

Saya praktek memotret sembari mencoba mengingat-ingat tips dari mas Hinu sebelumnya untuk memotret makanan, antara lain:

1. Bersihkan Background: siapkan tisu atau lap untuk bersih-bersih.
2. Percantik obyek makanan: siapkan senjata berupa bumbu-bumbu tambahan, bubuk kopi, dan lain-lain untuk melengkapi obyek. Mas Hinu bahkan punya orang-orangan kecil yang bisa menjadikan obyek foto tambah lucuk!
3. Pencahayaan: cahaya alami always the best. 
4. Komposisi: sebagian besar fokus mata manusia banyak melihat ke arah kanan bawah. Jadi obyek foto bisa diletakkan di bidang kanan bawah dari foto. Tetapi komposisi yang bagus tidak harus melulu menuruti teori itu. Untuk itu perlu banyak latihan.
5. Sudut pandang: Latihan!

Lah, intinya semua perlu banyak berlatih, ya Mas.

Foto Makanan Angkringan paket Buko Poso ing Awang-awang Pesonna Hotel

Beberapa tips untuk fotografi dengan smartphone juga langsung dipraktekkan. Seperti menghindari penggunaan flash, dan zoom. Untuk pengaturan Aparture, di smartphone saya nggak bisa, tuh. Jadi apa adanya saja memanfaatkan cahaya yang ada. Syukurlah, rupanya nyantol dan salah satu foto saya jadi jalan dapat rezeki voucher “Buko Poso ing Awang-awang” untuk dua orang di bulan Ramadan menjelang. Wah jadi ada kesempatan lagi untuk datang ke Pesonna Hotel Semarang. Terima kasih, Pesonna Hotel, yang hari ini digawangi Mbak Inka, Public Relation Pesonna Hotel, yang sudah mendukung kegiatan KEB Intimate hari ini.

Pesonna Hotel, Hotel Berkonsep Halal di Kota Semarang 
 
Pelayanan Ramah dan Islami di Reception Pesonna Hotel

Pesonna Hotel yang merupakan kependekan dari “Pegadaian Selalu Optimalkan Nilai-Nilai Aset” ini, mengedepankan konsep halal dengan mewujudkan hotel yang bersih, aman, nyaman, dengan makanan dan fasilitas-fasilitas halal. Esensi dari halal adalah menyajikan segala sesuatu yang baik bagi manusia dan lingkungan, semua kalangan dapat memanfaatkan segala fasilitas di hotel, tidak terbatas pada kaum muslim.

Sebelum acara foto-foto makanan, peserta KEB Intimate diajak sama Mbak Inka untuk hotel tour. Pesonna Hotel memiliki 152 kamar, selain itu ada fasilitas meeting room, dan ballroom dengan kapasitas 625 orang, restoran yang lengkap pilihan menunya, kolam renang, musola, dan juga sky meeting room di lantai 9 yang kami pakai untuk tempat acara KEB Intimate.

Kamar Nyamannya Pesonna Hotel
Waktu masuk ke kamar, desainnya cozy, dengan space yang lega untuk menggelar sajadah. Fasilitas di dalam kamar lengkap selain AC, LED TV, Hot & Cold Shower, ada juga Coffe & Tea Maker, Minibar, dan Save Deposit Box. Fasilitas spesial dari Pesonna Hotel adalah peralatan ibadah yaitu sajadah, mukena, dan Al Quran.

Lifestyle and Halal Concept Pesonna Hotel Semarang

Sebagai salah satu dari sembilan properti PT Pesonna Indonesia Jaya, anak perusahaan PT Pegadaian, Pesonna Hotel Semarang bisa jadi salah satu pilihan pelancong dan pebisnis, untuk memenuhi kebutuhan akomodasi di Kota Semarang. Jaraknya hanya 15 menit dari Bandara Ahmad Yani, 7 menit dari Stasiun Kereta Api, dan 17 menit dari Pelabuhan Tanjung Mas. Rasanya meski saya tinggal di Semarang, bisa juga memilih Pesonna Hotel Semarang untuk staycation bareng keluarga. Soalnya ada kolam renangnya (buat anak-anak), dan dekat aneka pusat kuliner di seputar jalan Depok dan Gajahmada. Biar bisa lanjut praktek Food Photographynya. Hihi.


Pesonna Hotel Semarang
Jl. Depok No. 33 Kembangsari, Semarang
Informasi dan Reservasi: 024 – 865 70840 ext 4010/11
Instagram:@ pesonnahotelsemarang Twitter: @Pesonna HotelSMG


Harga All You Can Eat "Buko Poso ing Awang-awang" : 49K (net)/pax

Berbagi Bolu Merapi

Bolu Susu Merapi, Berbagi Dengan Hati

 Bolu Merapi itu apa sih?

Ceritanya begini. Ada anak muda Yogya yang gemes sendiri karena begitu maraknya dunia “perkuean” di kotanya yang seolah didominasi oleh artis dan juga oleh bukan penduduk asli Yogya. Namanya Anggia Pino. Womenpreneur ini ingin di Yogya ada produk kue lezat yang dibuat oleh orang asli Yogya, dan bisa jadi kebanggan kota Yogya. Di tangan kreatifnya lahirlah: Bolu Susu Merapi. Bolu Susu Merapi ini adalah sebuah produk kue yang terbuat dari bahan-bahan berkualitas, utamanya susu.

Anggia Pino dan Bolu Susu Merapinya
Kok susu? Ini juga terinspirasi dari pengalaman Anggi (begitu panggilannya) yang sulit minum susu. Dengan slogan Bolu Susu Merapi, Gantinya Minum Susu, harapannya orang yang sulit minum susu bisa mendapatkan cita rasa dan juga gizi yang terkandung dalam susu dari kue buatannya. Untuk itu Anggi menggandeng sahabatnya: Andi, yang sudah berpengalaman di produk-produk susu dari brand-brand besar di Indonesia.

Lalu mengapa Merapi? Gunung api aktif yang terletak di dua provinsi yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini sudah dikenal menjadi icon yang mendunia. Ditambah lagi, di kawasan lereng Merapi terdapat peternak sapi yang sudah terkenal menghasilkan produk susu yang berkualitas. Jadilah Bolu Susu Merapi, kue produk asli orang Yogya.

Berbagi Dengan Hati

Menurut Anggi, diproduksinya Bolu Susu Merapi ini tidak bermaksud untuk menggeser oleh-oleh khas Yogya lainnya yang sudah dikenal seperti bakpia. Anggi membuat Tagline “Berbagi Dengan Hati” untuk Bolu Susu Merapi bukannya tanpa alasan. Bolu Susu Merapi adalah perwujudan mimpinya untuk membuat suatu produk yang sehat, lezat, dan –ini penting- terjangkau bagi masyarakat. Terbukti dari harga kue ini hanya Rp.28.000 per-box. Dengan harga terjangkau, harapannya masyarakat bisa mendapatkan produk kue yang enak dan bergizi dimana dalam satu box Bolu Susu Merapi terkandung 100 gram susu sapi murni. Saat ini ada dua macam varian rasa yang tersedia yaitu Bolu Susu Keju dan Bolu Susu Coklat.

Topping Keju menambah kelezatan Bolu Susu Merapi
Tapi kalau menurut saya Bolu Susu Merapi ini bisa jadi pilihan tambahan oleh-oleh ketika pulang dari Yogya. Biasa kan, sebagai kawasan tujuan wisata, setiap orang yang pulang dari Yogya juga ditunggu oleh-olehnya. Wah kalau yang dioleh-olehin satu pasukan lumayan juga tuh, bugetnya. Nah, kapan lagi dengan uang 100 ribu rupiah (masih dapat kembalian, lagi) bisa dapat tiga box bolu asli Yogya, dengan kemasan apik, rasa yang enak, yang bisa bikin teman kantor, saudara, sampai tetangga bahagia. Dengan harga yang tidak menguras kantong, kita bisa makin banyak berbagi kepada orang lain. Cocok deh, dengan taglinenya Berbagi Dengan Hati. Berbagi Bolu Merapi kita bisa pakai hati, alias ikhlas! Hehe.

Grand Launching Bolu Merapi
 

Gathering dan Pers Conference Bolu Susu Merapi
Dalam acara Media Gathering dan Pers Conference Bolu Susu Merapi di Yogya tanggal 3 Mei kemarin, saya sempat mencicipi dua varian rasa Bolu Susu Merapi. Bolu Susu Keju menurut saya terasa banget rasa susunya. Dengan topping keju, rasanya jadi manis gurih. Tapi Bolu Susu Coklat yang jadi favorit saya (dan anak saya yang langsung ngabisin lebih dari setengah kotak). Keduanya bercitarasa lembut dan lumer di lidah, tapi tidak lengket di mulut. Rasanya light, dan cukup bikin kenyang.

Nah, buat yang ingin yobain sendiri Bolu Merapi yang rasanya lembut ini, bisa datang langsung ke acara Grand Launching Bolu Merapi di Atrium Lippo Plaza Yogyakarta tanggal 6 Mei 2018. Acaranya dimulai dari jam 10 pagi sampai jam sembilan malam. Asyiknya untuk pembelian Bolu Merapi di waktu Grand Launching, ada promo Buy 1 Get 1 Free alias dengan Rp. 28.000 bisa dapat dua box Bolu Susu Merapi! Belum lagi voucher dan kesempatan memenangkan hadiah undian aneka peralatan elektronik sampai motor!

Jadi jangan sampai kehabisan!

Bolu Susu Merapi juga membuka kesempatan bagi mitra-mitra yang ingin bergabung dan berkolaborasi, untuk memasyarakatkan bolu lezat bergizi ini. Untuk mitra akan mendapatkan aneka keuntungan seperti diskon, prioritas, dan lain-lain. Untuk yang tertarik bergabung bisa langsung menghubungi Customer Service di: 0811-27-444-99

Bolu Susu Merapi

Facebook FP: Bolu Merapi
Instagram: @BoluMerapi
Email: bolumerapi@gmail.com
CS: 0811-27-444-99