Tuesday, October 8, 2019

Jadikan Dapur Tempat Aman Bersama Mebo dan Mederma


Memasak bagi sebagian orang adalah kewajiban semata. Apalagi buat ibu-ibu, terkadang memasak rutin untuk keluarga bisa menjadi beban yang melelahkan. Kalau saya berusaha selow untuk urusan dapur. Meskipun suka masak, jika waktu terbatas cukuplah memasak menu sederhana, yang penting bisa menambah gizi keluarga. Kalau waktu cukup longgar, bisalah ditambah menu-menu yang agak rumit dibuat. Kalau lagi repot, tinggal beli makanan di luar. 

Anak-anak saya, keduanya laki-laki, juga saya biasakan mengenal dapur sejak dini. Awalnya mereka saya ajak bantu-bantu bikin kue atau roti. Kemudian tingkat kesulitan meningkat jadi merebus air, memasak telur, dan bikin roti bakar sendiri. Saya bersyukur sekarang di usia 9 dan 11 tahun, anak-anak bisa menyiapkan sendiri makanan sederhana. Dengan memasak anak-anak bisa berlatih inisiatif, kreativitas dan kemandirian. 

Saya sadar kalau dapur bukanlah tempat yang sepenuhnya aman untuk anak-anak. Makanya mereka sejak dini saya peringatkan tentang hal-hal yang harus diwaspadai ketika berada di dapur. Seperti harus ingat mematikan kompor, berhati-hati supaya tidak menyentuh wajan atau panci panas termasuk juga apa yang harus dilakukan jika kulitnya terkena panas. Meskipun di dapur banyak benda-benda yang mengandung risiko bahaya, ada kok tipsnya supaya tetap aman buat keluarga. 

Cocok sekali dengan tema dari acara Mebo Mederma Women's Community di #Semarang dengan tema “Regrets Comes Later” Bebas Beraktivitas di Rumah dengan Meminimalkan Risiko Luka Bakar Ringan. Acara yang diselenggarakan #Combiphar ini diadakan di Hotel Noormans Semarang pada 29 September 2019. 

Ibu Dyah selaku Manager Activation PT Combiphar menyambut ibu-ibu anggota dari berbagai komunitas dan menyampaikan pentingnya tema kali ini karena yang namanya luka bakar itu sangat berpotensi terjadi di rumah. 

FACT: 
Prevalensi Luka Bakar di Indonesia sekitar 2,2% 
Artinya 2,2 % dari populasi di Indonesia mengalami luka bakar yang membutuhkan penanganan medis setiap tahunnya. 
69% kejadian luka bakar terjadi di rumah tangga dan 80%-nya bisa dicegah. 

Dari semua tempat di muka bumi ini, ternyata rumah juga menempati urutan pertama sebagai Tempat Kejadian Luka Bakar pada Anak: 

84% di Rumah  
8% di Luar rumah  
3 % di Jalanan
1% di Area perdagangan/ penjualan jasa
1% di Sekolah
3% di tempat Lain-lain 

Wah pas sekali di acara ini ada dokter Erythrina Permata Sari (dokter Ery) dari Divisi Bedah Plastik – Departemen Bedah RSUP Dr. Kariadi dan FK Universitas Diponegoro Semarang yang memberian informasi tentang Penanganan Luka Bakar Sehari-hari agar Bekas Luka Minimal, Brand Manager dari Mebo-Mederma: Ibu Hernita Astriani, S.Farm., Apt, dan Chef Andreas dari Noormans Hotel Semarang yang memberikan Tips Mengamankan Dapur plus resep memasak yang praktis dan lezat. 

Apa Itu Luka Bakar? 

Luka bakar adalah kerusakan yang disebaban oleh paparan suhu yang ekstrim (panas maupun dingin) sehingga menyebabkan kerusakan jaringan. 

Secara awam kita tahunya yang namanya luka bakar itu karena kulit kita terkena api. Ternyata ada beberapa hal lain yang bisa menyebabkan luka bakar juga yaitu: 

1. Api 
Di dalam rumah, sumber api utamanya berada di dapur. Meskipun kita harus mewaspadai juga api yang muncul karena rokok, api lilin, atau pembakaran sampah. Ini adalah pesan yang disampaikan dokter Ery untuk mengatasai bahaya api di dapur.


Sumber gambar: Google

2. Air panas (Scald Burn)
Kita jangan sampai lalai pada suhu makanan dan minuman yang disajikan untuk keluarga, jangan sampai mendidih atau terlalu panas.
Hal lain yang sering terlupakan adalah suhu air mandi untuk bayi. Selalu tes dulu suhu air di bak mandi untuk bayi atau anak dengan menggunakan punggung tangan kita. 

21,5% kejadian luka bakar disebabkan oleh air panas dan minuman panas 
57% dari kejadian Scald Burn terjadi pada anak-anak. 

3. Ledakan gas/ bahan mudah terbakar lainnya 

4. Sunburn/ panasnya matahari 
Hidup di iklim tropis dengan matahari bersinar sepanjang tahun membuat kita harus waspada dengan memakai pelindung kepala, pelindung wajah dengan suncreen ber-SPF cukup. 

5. Chemical burn atau karena bahan kimia 
Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan karet, atau kacamata untuk menghindari terpapar obat-obatan kimia yang dipakai sehari-hari di rumah seperti obat pembersih kamar mandi. 

6. Therapeutic Burn misalnya dari tindakan operasi atau dari perawatan laser 

7. Listrik 
Jika terjadi kejadian sengatan listrik, jangan pernah mencoba menghentikan listrik / memberikan bantuan dengan tangan tanpa perlindungan/ isolator. 

Tata Laksana Luka Bakar Ringan 

Mengingat risiko yang besar akan luka bakar di rumah, khususnya di dapur, ada baiknya kita membekali diri dengan pengetahuan bagaimana jika terjadi luka bakar. Dokter Ery menjelaskan tentang Penanganan Luka Bakar Sehari-hari agar Bekas Luka menjadi Minimal. 

Pertama, hempaskan segala mitos tentang penanganan luka bakar yang tidak terbukti secara ilmiah kebenarannya. Kecap, margarin, pasta gigi, es batu, putih telur, bukanlah obat luka bakar. Seperti juga cerita dari Mbak Ika Puspitasari -seorang influencer-, yang pernah mengoleskan pasta gigi untuk luka bakar anaknya, mitos seperti itu perlu diluruskan.

Yang ada menurut pengalaman dokter Ery, ketika kulit yang terluka bakar sudah diolesi benda aneh-aneh, dokter akan sulit untuk membersihkan lukanya. Belum lagi risiko kontaminasi bakteri dan zat-zat kimia dari bahan-bahan tadi bisa mengakibatkan infeksi. 

Ini adalah Tata Laksana Luka Bakar Ringan yang disampaikan dokter Ery: 

1. Hentikan proses pembakaran (jauhkan dari sumber panas). Kemudian lepas semua perhiasan atau benda yang menempel pada tubuh (kaca mata, jam, kalung, gelang, cincin). Jika tubuh atau bagian tubuh terbakar api segera lakukan Stop-Drop-dan Roll. Atau jatuhkan tubuh ke permukaan tanah dan berguling-guling hingga api padam. 
Stop – Drop – Roll (jika tubuh terbakar api) 
Sumber gambar: Google
2. Dinginkan Luka selama 15-20 menit di air bersih yang mengalir. Suhu air cukup dingin tapi jangan gunakan air es. Air akan mencegah panas masuk ke dalam lapisan kulit lebih dalam lagi.  

3. Jangan oleskan bahan-bahan aneh bin ajaib seperti margarin ke luka karena bisa mempersulit penilaian kedalaman luka bakar. Luka bakar bisa menjadi lebih dalam dan sulit untuk dibersihkan. 

4. Bila terjadi gelembung tidak boleh sembarang dikelupas atau dipecahkan. Dokter akan mengelupas gelembung luka dengan alat dan kondisi yang steril. Jika gelembung pecah dengan sendirinya, biarkan apa adanya. 

5. Berikan balutan yang bersih dan longgar dan tidak lengket. Bisa memakai kassa steril atau kain tipis yang bersih.

Sumber: Instagram MeboCombiphar
 6. Jangan ditutup dengan tissue/ kapas karena bisa menempel pada luka dan susah dibersihkan.

7. Berikan Salep yang baik untuk luka bakar. Dokter Ery mengatakan penggunaan salep Mebo di tempat prakteknya untuk mengobati luka bakar. 

8. Bawa ke tempat layanan medis, khususnya untuk anak-anak, harus dibawa ke dokter, untuk memastikan kedalaman luka bakar. Dokter Ery sempat bercerita ada anak yang terlambat ditangani luka bakarnya, sehingga mengakibatkan pertumbuhan si anak terhambat. 

Hindari Penyesalan: Selalu Sedia Mebo dan Mederma 
Salep Mebo dan Mederma dari Combiphar

Pepatah (kekinian) mengatakan, yang namanya penyesalan itu datangnya belakangan, sebab kalau di depan namanya pendaftaran hehe. Sebagai orang tua, salah satu penyesalan saya karena dua anak saya punya bekas knalpot di betis mereka. 

Meski saya tidak termakan mitos dengan mengoleskan odol atau mentega ke luka anak-anak, tetap saja luka itu masih membekas sampai sekarang meski sudah dua tahun berlalu. Saya sendiri juga “berbakat” keloid. Jadi kalau kulit tergores sedikit saja, bisa meninggalkan goresan yang timbul.

Penyesalan saya persis dengan yang disampaikan Ibu Hernita selaku Brand Manager dari Mebo-Mederma, yang membuat beliau terinspirasi untuk mengadakan acara #mebomedermawomenscommunity di #Semarang kali iniJangan sampai nih, kita merasakan penyesalan karena kurang prepare dengan bahaya luka bakar dan luka.

Komplikasi akibat luka bakar adalah timbulnya bekas luka, infeksi dan kontraktur (luka parut yang berlebihan di daerah luka). Karena itu penting untuk menangani luka dengan tepat di masa krusial yaitu 4 jam pertama. 
Proses penyembukan luka bakar, sangat tergantung dari PERTOLONGAN PERTAMA yang diberikan. 
Waktu krusialnya adalah 4 JAM PERTAMA sejak kejadian. 
Sebelum luka yang ada bertambah parah dan terinfeksi. 


Mebo Salep Luka Bakar 

Luka bakar adalah kerusakan pada kulit yang sering disebabkan oleh panas dan bisa sangat menyakitkan hingga mengakibatkan gejala seperti: 

- Kulit memerah 
- Kulit mengelupas 
- Luka melepuh 
- Kulit hangus 
- Pembengkakan 



Untuk lebih paham kita perlu tahu Tipe-tipe dari Luka Bakar berikut ini:

1. SUPERFICIAL ciri-cirinya: Muncul Rasa Sakit, Painful, tidak ada pembengkakan, memerah. Saya baru tahu kalau luka bakar yang rasanya sakit/ perih itu berarti luka bakar yang ringan. 
2. PARTIAL THICKNESS ciri-cirinya: Melepuh, Lembab, ada rasa sakit 
3. FULL THICKNESS ciri-cirinya: Kering, Tidak berwarna/ pucat, tidak ada rasa sakit 

Derajat Luka Bakar



Nah, Salep Mebo hadir di Indonesia sejak 2006 sebagai pilihan terpercaya untuk luka bakar. Mebo dari #mebocombiphar tidak mengandung antibiotik kimia, terbuat dari bahan alami atau herbal. Bahan herbal yang ada di dalam Mebo adalah Phellodendri chinensis Coptidis rhizome, Scutellariae radix, Minyak Wijen dan Beeswax.

Mebo memberikan suasana moist (lembab) pada area luka sehingga mempercepat penyembuhan luka bakar.

Dalam Minyak Wijen terdapat kandungan β-sitosterol yang berfungsi mengurangi peradangan pada luka bakar seperti adanya pembengkakan, kemerahan, gatal, serta meredakan rasa nyeri. Selain itu minyak wijen dapat menyerap sisa panas pada area luka bakar, sehingga bisa mengurangi tingkat keparahan luka bakar. 

Kandungan lipid serta vitamin E dan K berfungsi sebagai sumber nutrisi yang dibutuhkan untuk sel-sel pada kulit serta menunjang pemulihan jaringan, sehingga mengurangi potensi timbulnya bekas luka. 


Cara pemakaian Mebo adalah dioleskan pada luka dengan ketebalan 1 mm (dioles tipis saja) setiap 4 – 6 jam sekali. 



Mederma Salep untuk Luka 

Seiring dengan fase penyembuhan, luka bakar akan menjadi parut atau skar. Parut atau bekas luka ini adalah proses alami dari tubuh untuk menutup luka. Sebagian besar cedera keseharian, misalnya luka iris, luka gores, luka abrasi atau luka bakar dapat dikatakan tidak berbahaya. Namun, bekas luka mungkin akan timbul jika luka tersebut terjadi pada lapisan kulit yang lebih dalam. 

Ada beberapa macam parut yang bisa timbul di kulit kita yaitu parut normal dan parut tidak normal seperti hipertrofik, keloid, dan hipotrofik. 

Proses penyembuhan luka sendiri ternyata tidak hanya bergantung dari seberapa luas atau dalam luka kita, tapi juga bergantung pada:
1. Usia
2. Jenis Kulit
3. Kondisi Hormonal
4. Lokasi luka
5. Komplikasi lainnya

Kita kan kepinginnya bekas luka hilang sepenuhnya dari kulit kita, atau setidaknya tersamarkan.  Intinya bekas luka akan lebih cepat memudar jika cepat ditangani. Untuk menyamarkan bekas luka kita membutuhkan pertolongan yang tepat, yaitu menggunakan Mederma dari #medermacombiphar

Mederma adalah Produk Pilihan untuk perawatan bekas luka oleh Dokter Indonesia 
(Sumber IMDI 2013)

Di Indonesia Mederma telah dipasarkan melalui #Combiphar sejak tahun 2002. Mederma secara signifikan membantu proses penyembuhan luka dalam 8 minggu pemakaian untuk bekas luka baru. (Hasilnya berbeda-beda di masing-masing individu)

Mederma tidak hanya bekerja di permukaan kulit tapi juga meresap dan memperbaiki bekas luka hingga ke bagian dalam kulit sehingga perawatan lebih efektif dan secara menyeluruh. Mederma juga terbukti efektif dan aman untuk kulit orang Asia, setelah dilakukan penelitian pada 26 pasien Asia pasca operasi Caesar, dan tidak ditemukan efek samping penggunaannya. 

Mederma aman pada kulit orang Asia.
Gel Mederma berbeda dengan gel silikon. Gel silikon hanya bekerja untuk menjaga kelembaban luka, sementara Mederma bekerja secara aktif di bawah lapisan dalam kulit yang terluka. 

Gel Mederma Vs Gel Silikon
Sumber: Materi Mebomederma Women's Community - Semarang "Regret Comes Later"

Gel Mederma mengandung bahan alami ekstrak Onion, Allantonin, dan Aloe Vera yang bermanfaat untuk: 
  • Mempercepat proses penyembuhan 
  • Mengurangi warna kemerahan 
  • Membuat luka lebih halus dan tersamarkan
Mederma digunakan segera setelah luka kering. Dan berikut adalah cara menggunakan Mederma untuk mendapatkan hasil maksimal. 
1. Mederma hanya digunakan ke luka yang sudah benar-benar tertutup (tidak ada lagi cairan). 
2. Dimulai dari tengah luka ke sisi luar, dan dipijat lembut pada luka.
3. Dilanjutkan dengan gerakan memutar kecil sampai Mederma diserap oleh kulit seluruhnya. 

Cara penggunaan Mederma
Sumber: Materi Mebomederma Women's Community - Semarang "Regret Comes Later"

Untuk luka baru: Gunakan 3 sampai 4 kali sehari selama sekurangnya 8 minggu. 
Untuk luka lama: Gunakan 3 sampai 4 kali sehari selama sekurangnya 3 sampai 4 bulan.

Amankan Dapur Kita

Siapa lagi yang paling mengerti apa yang harus dilakukan untuk keamanan dapur selain orang yang sehari-hari menghabiskan waktu berjam-jam di dalamnya. Seorang Chef bisa dibilang adalah orang yang tahu seluk beluk dapur dari A sampai Z. Chef Andreas dari Hotel Noormans Semarang bercerita bahwa di rumahnya, dapur adalah tempat rekreasi yang menyenangkan. Cocok sama saya yang menganggap dapur bisa menjadi wahana edukasi buat anak-anak. Nah, chef Andreas membagikan tips bagaimana kita bisa memahami tentang:  

1. Tata Laksana Dapur yang baik 
2. Menghindari/ meminimalisir terjadinya kecelakaan di dapur 
3. Memasak Makanan Praktis, Lezat dan Bergizi 

Tata Laksana Dapur 

Mengapa dapur ini menjadi tempat yang asyik tapi sekaligus penuh risiko? Jika kita lihat dari tiga hal saja dulu: Di dapur, ada api (kompor) ada alat listrik (microwave, oven), dan ada benda tajam (pisau). 

Singkatnya dapur adalah tempat berkumpulnya aneka peralatan dan benda-benda yang memiliki risiko membahayakan jika kita tidak hati-hati. Diantaranya Chef Andreas mengingatkan kita untuk berhati-hati pada benda-benda berikut ini: 

1. PISAU 
  • Simpan pisau di tempat yang aman. Pastikan bagian tajam tidak mengarah ke atas. Punya tempat dudukan pisau yang kokoh. 
  • Jauhkan pisau dari jangkauan anak-anak. 
  • Ketika memakai pisau, perhatikan posisi tangan. Bawa pisau di bawah lengan dalam agar tidak berisiko menusuk orang dari depan. 
  • Ketika memotong, pegang pisau dengan kuat/ mantap. Posisikan jari menekuk ke dalam sedemikian rupa agar tidak teriris pisau. 
  • Pastikan talenan yang dipakai tidak licin/ alasi talenan dengan kain supaya tidak mudah bergeser. 

2. KOMPOR 
  • Letakkan kompor di ruangan yang berventilasi baik. Jangan di ruang tertutup karena sirkulasi udara itu penting. 
  • Posisikan kompor di alas/ meja yang kokoh dengan tinggi sesuai dengan tinggi badan. 
  • Perhatikan juga kebersihan kompor. Burner kompor jangan dibiarkan kotor. Jangan remehkan tetesan minyak karena bisa memicu api yang besar. 
  • Perhatikan juga kondisi selang gas. Segera ganti jika terlihat retak atau bahkan tercium ada kebocoran. 

3. MICROWAVE 
  • Posisikan microwave di alas yang kokoh dan beri jarak dari tembok. 
  • Penyebab kebakaran microwave adalah penggunaan yang tidak tepat, yaitu dari alat-alat yang dimasukkan ke dalamnya. Jadi pastikan perangkat yang dimasukkan ke dalam microwave aman. Biasanya bisa dilihat di bagian piring/ mangkuknya, pastikan tidak ada lapisan tambahan di sekeliling piring. (Lihat juga label microwave safe yang biasanya ada di bawah alat makan) 
  • Jangan masukkan makanan kaleng langsung dengan kalengnya di microwave. Seringkali untuk alasan kepraktisan, tapi ini sangat berbahaya karena bisa meledak. Termasuk hindari penggunaan alumunium foil di microwave. 
  • Jaga selalu kebersihan microwave. Kerak-kerak yang timbul harus sering dibersihkan dengan lap lembut. 
  • Jangan letakkan benda-benda di atas microwave. Vas bunga atau foto keluarga diletakkan di atas meja saja ya. 

Hindari Kecelakaan di Dapur

Prinsip kehati-hatian diperlukan dan penting bagi kita untuk melakukan tindakan antisipatif Untuk Meminimalkan Risiko Kecelakaan di dapur. 

1. Awasi Anak-Anak 
Jangan biarkan anak-anak berada di dapur tanpa diawasi. Jangan sampai anak-anak berlari-larian di dapur. Kerabat saya pernah 80% tubuhnya melepuh gara-gara menaiki mobil-mobilan dan menubruk meja kompor sehingga air mendidih di dandang menumpahi tubuhnya. 

2. Hati-Hati Panas 
Sumber panas di dapur bukan hanya api kompor, tapi juga panci atau wajan panas, termasuk minyak panas dari penggorengan. Pastikan kita memakai peralatan yang tepat untuk memegang benda-benda yang bersuhu tinggi. Seperti lampin atau serbet kering. Jika membuka panci panas, pastikan tutupnya dibuka ke arah berlawanan dari muka kita. Jika memasak untuk mengurangi minyak panas terciprat, minimalkan dulu kandungan air di bahan makanan, misalnya menyerap air di ikan yang akan digoreng dengan kain. 

3. Fokus dan Jangan Panik 
Jangan memasak sambil mengerjakan hal lain seperti: mengoperasikan ponsel atau menggendong anak. Jika terjadi kebakaran atau api naik jangan panik. Sedia selalu lap tebal yang lembab, hingga bisa digunakan untuk memadamkan api. 

4. Sedia Alat Pemadam Api Ringan (APAR) 
Investasikan dana untuk membeli APAR. Karena APAR berisi bahan kimia, pastikan penggunaannya sudah sesuai dengan kondisi atau tingkat bahaya api. 

5. Lengkapi Kotak P3K dengan Mebo dan Mederma 
Selalu sedia obat yang tepat supaya bisa melakukan pertolongan pertama. 


Intisari dari berada di dapur adalah menghasilkan masakan yang dibuat dengan penuh kasih sayang untuk seluruh anggota keluarga kita. Dengan mengetahui tata laksana yang baik di dapur, dan bagaimana caranya meminimalkan risiko kebakaran, rasanya jadi lebih tenang mengajak anak-anak untuk ikut berkiprah di sana.

Chef Andreas memberikan resep Spaghetti yang mudah dibuat dan bisa dipraktekkan bareng anak-anak juga lho! Ini dia resepnya:

Resep Spaghetti Aglio E Olio ala Chef Andreas

Bahan-bahan: 
  • Spaghetti
  • Ikan Salmon
  • Kaldu Ikan
  • Krim
  • Jamur kancing (diiris-iris)
  • Tomat (iris sedikit bagian bawahnya supaya tidak menggelinding)
  • Daun Basil
  • Lemon
  • Bawang Putih
  • Garam dan Lada
  • Olive Oil

Cara Membuat:
  • Rebus Spaghetti di air mendidih yang sudah diberi garam dan dituang minyak selama 8 menit (al dente). Angkat dan sisihkan. 
  • Pan sear Ikan Salmon di wajan anti lengket dengan minyak zaitun (goreng bagian kulitnya di bawah lebih dahulu), kemudian pindahkan ke piring, dan matangkan di microwave. 
  • Tumis bawang putih di minyak bekas menggoreng ikan. Masukkan kaldu ikan dan krim. 
  • Masukkan tomat juga air lemon.  
  • Masukkan daun basil dan jamur.  
  • Sempurnakan rasa dengan garam dan lada.
  • Masukkan dan tumis spaghetti yang sudah ditiriskan ke dalam wajan.
  • Hidangkan bersama salmon. 

Hidangan super lezat dan sehat ini bisa dimasak dalam waktu 15 menit saja. Caranya sangat mudah dan praktis. Tapi jangan lupa ya, selalu sedia obat yang tepat untuk mengantisipasi luka bakar ringan dan luka yang mungkin terjadi di dapur kita, supaya kita dan anak-anak tetap aman beraktivitas bersama. 



Sediakan selalu Mebo dan Mederma di dalam kotak P3K di Rumah. 
Dapatkan di Century, Guardian, Watson, Apotik Kimia Farma, Apotik K-24 dan toko farmasi lainnya. Lebih baik sedia payung sebelum hujan, jangan sampai "Regret Comes Later".



Keseruan Acara Mebo-Mederma Women's Community di Semarang

Dapatkan informasi tentang Combiphar di:
Facebook: Combiphar Indonesia
Instagram: Combiphar

Referensi dan Sumber gambar: 
Materi Mebo Mederma Womens Community di Semarang dengan tema “Regrets Comes Later” Bebas Beraktivitas di Rumah dengan Meminimalkan Risiko Luka Bakar Ringan yaitu: 
Paparan dr. Erythriana Permata Sari 
Paparan Brand Manager Mebo-Mederma: Hernita Astriani, S.Farm., Apt.
Paparan Chef Andreas (Hotel Noormans Semarang)

http://mederma.combiphar.com
http://mebo.combiphar.com

Sumber gambar diedit dari:Freepik.com

Sunday, October 6, 2019

Colorful Asus VivoBook Ultra A412 - Essential for You



Saya ngaku bukan light traveller, alias selalu saja bawa-bawa barang seabrek ketika akan bepergian. Apalagi kalau harus pergi keluar kota. Biasanya ada satu koper untuk pakaian, plus satu ransel atau tas gede untuk barang-barang lain, yang saya sebut “essential item” atau “barang wajib”. 



My essential item di tas tentengan itu adalah dompet, ponsel plus chargernya, powerbank, botol isi air minum, tisu basah, sapu tangan, dompet make-up (yang isinya cuma lipstik sama cushion hihi), sapu tangan, kamera, buku tulis, alat tulis, plus seperangkat alat solat. Kadang masih ditambah cardigan tipis dan tentu saja: laptop.

Rasanya memang nggak tenang aja kalau pergi tanpa membawa laptop. Bagaimana mungkin si laptop ditinggal begitu aja kalau file-file pekerjaan saya ada di dalamnya. Sebagai pekerja lepas dengan lokasi pekerjaan yang kerap berpindah, saya merasa aman dan nyaman kalau bisa mengaksesnya setiap saat. Kalau tiba-tiba ada klien minta proposal, atau ada yang pingin segera revisi denah rumahnya, saya bisa lekas merespon. Mau travelling buat liburan, apalagi travelling terkait pekerjaan, yang namanya laptop jadi barang wajib dibawa layaknya ponsel. 

Dengan bawaan segambreng itu, pernah iseng-iseng saya timbang tas saya dan, wow, beratnya lebih dari lima kilogram. 



Waspada Beban di Pundakmu!


Dari hasil berselancar, menurut American Chiropractic Association (ACA), idealnya beban maksimal tas kita adalah 10% dari berat badan. Jadi misalnya berat badan kita 60 kilogram (I wish hihi), maksimal berat tas kita adalah 6 kilogram. ACA juga menyarankan untuk membagi beban ke lebih dari satu tas jika memang barang-barang yang harus di bawa sangat banyak.


Ada catatan penting nih buat buat ibu-ibu, untuk memperhatikan bobot tas sekolah anak-anak. Mereka kan masih kecil, misal anak SD berat badannya 25 kilogram, berarti berat maksimal ranselnya nggak sampai dua setengah kilogram tuh. Duh, padahal buku-buku pelajaran di dalam tas mereka biasanya buanyak ya. 

Jika rutin atau terlalu sering membawa beban berlebih, dikhawatirkan postur tubuh akan berubah, bahkan bisa menyebabkan masalah tulang belakang. Kalau bagi anak-anak, bisa mengganggu pertumbuhan mereka, lho. 

Kembali ke beban berat di tas saya, saya ngaku seringkali merasa capek memanggul tas sampai pundak, punggung, dan pinggang rasanya kaku dan nyeri. Kata bude pijet, syarafnya kaku kejepit.

Saya suka takjub sama orang-orang yang bisa pergi dengan tas mungil, atau bahkan cuma mengantongi dompet dan ponsel. Rasanya kok enteng banget hidupnya hehe. Tapi bagaimana lagi kalau memang banyak barang yang kudu dibawa. 

Akibat banyaknya barang wajib ini juga, tiap kali bepergian biar semua barang bisa masuk, saya pakai ransel yang itu-itu aja, yaitu ransel hadiah event yang cukup kuat dan gede. Ransel yang bikin tampilan saya macam mau hiking meskipun pakai baju batik. 

Saya pernah tuh, demi alasan biar stylish, memilih tas lain yang lebih kecil dan agak-agak feminim gitu untuk membawa barang-barang wajib saya plus laptop. Hasilnya pundak tetep pegel, bahkan tasnya jebol karena ukuran laptopnya terlalu gede buat dipaksa masuk. 

Laptop, My Essential

Nggak cuma saya kan yang menganggap laptop adalah essential item ketika travelling. Kalau bicara soal laptop, yang terlintas pertama kali di benak saya ya ASUS. Adik saya yang hobi main game pakai laptop ASUS seri Repuclic of Gamers, ASUS pertama saya sendiri dari seri Eee PC.

ASUS dengan brand spirit “In Search of Incredible” memang selalu berusaha menghasilkan perangkat cerdas terbaik yang dapat dinikmati oleh semua penggunanya. Selain laptop, ASUS adalah perusahaan multinasional yang juga memproduksi motherboard, PC, monitor, kartu grafis, dan router terbaik di dunia yang memiliki visi sebagai perusahaan teknologi terdepan dan paling inovatif. 

Berbagai penghargaan diterima ASUS di sepanjang tahun 2018, diantaranya Forbes Global 2000 Top Regarded Companies, dan Thomson Reuters’ Top 100 Global Tech Leaders. Di tahun 2019 ini ASUS juga termasuk dalam Fortune World's Most Admired Companies.


ASUS memang tidak pernah berhenti berinovasi. Didukung lebih dari 5 ribu profesional di bidang Research and Development, ASUS selalu punya desain dan inovasi canggih.


Berbagai varian laptop dari ASUS juga hadir untuk memenuhi beragam kebutuhan penggunanya. Nah salah satunya diperkenalkan di acara ASUS Blogger Gathering Semarang di tanggal 28 September 2019 kemarin. Laptop ini layarnya lebar yaitu 14-inchi, tapi ringan dan singset! 

Cocok banget nih buat mengurangi beban hidup saya, eh maksudnya beban di pundak saya. 

Kenalan dengan ASUS VivoBook Ultra A412 

Waktu lihat bodinya yang kecil dan ramping, banyak yang kecele (tertipu) dengan ukuran layarnya. Biasanya laptop sekecil itu layarnya paling gede 13-inchi. Padahal VivoBook Ultra A412 punya layar 14-inchi! 

Emang berapa sih ukuran VivoBook Ultra A412? 


Ternyata setelah dibandingkan dengan kebanyakan laptop 14 inchi, ukuran bodi VivoBook Ultra A412 itu 20% lebih kecil. 

Tapi kenapa ya dengan layar yang sama, ukuran VivoBook Ultra A412 bisa lebih kecil? Jawabannya karena VivoBook Ultra A412 punya Nano Edge Display. Ini adalah teknologi eksklusif yang bikin bezel pada layar hanya berukuran 5,7mm. Bezel yang tipis ini membuat ukuran bodi VivoBook Ultra A412 bisa diperkecil, dengan screen-to-body ratio hingga 83 persen. Hasilnya layar 14-inchi VivoBook Ultra A412 terlihat lebih luas dibandingkan layar laptop biasa. 

VivoBook Ultra A412 menyandang gelar sebagai “world’s smallest colorful 14-inch ultrabook” atau ultrabook dengan layar 14 inci paling berwarna dan paling kecil di dunia. 


Body Ringkas Performa Tangkas

Meskipun kecil dan ringkas, VivoBook Ultra A412 dilengkapi hardware terkini sehingga tetap powerful. Prosesornya Intel Core generasi ke-8, dan untuk varian tertingginya pakai Intel Core i7-8565U. Di beberapa varian dilengkapi dengan kartu grafisnya NVIDIA GeForce MX250 dengan VRAM sebesar 2GB, dan RAM DDR4, jadi untuk aktivitas sehari-hari performanya sangat tinggi.


Cocok banget sama kebiasaan saya yang kalau di depan laptop sekaligus menjalankan berbagai aplikasi, mulai dari nyetel video, browsing cari bahan kerjaan, sekaligus buka aplikasi desain yang terkenal bikin berat kerjaan laptop. 

VivoBook Ultra A412 juga cepat ketika melakukan booting. Performa yang cepat ini didukung penyimpanan PCIe Gen3X2 NVME SSD berkapasitas 512 GB. Saat ini memang VivoBook Ultra A412 merupakan ultrabook mungil tergesit yang ada. 

Untuk konektivitas, VivoBook Ultra A412 dilengkapi port USB Type-A, USB Type-C, HDMI dan audio port. Pengguna bisa langsung terhubung dengan berbagai perangkat dan asesoris tambahan. Konektivitas nirkabelnya didukung koneksi WiFi dual-band 802.11ac (2x2) dan Bluetooth 4.2. 

ErgoLift Design 


Bagi yang sering bekerja dengan laptop selama berjam-jam, akan paham bahwa lebih nyaman bekerja kalau posisi laptop agak miring. Saya sendiri suka meletakkan laptop di atas tatakan yang miring gitu. Secara ergonomis posisi ini akan membuat tubuh kita lebih nyaman ketika mengetik. 

VivoBook Ultra A412 punya fitur premium ini, namanya ErgoLift Design. Dengan mekanisme khusus, bagian bodi utama VivoBook Ultra A412 akan membentuk sudut dua derajat. Nggak perlu tatakan lagi deh.

Dengan ErgoLift Design, sistem pendingin di VivoBook Ultra A412 juga bisa bekerja lebih optimal, jadi ada sirkulasi udara gitu bisa lewat di celah tadi. Kalau pendinginannya baik, hardware di dalam VivoBook Ultra A412 juga bisa lebih maksimal kerjanya. 

Eh ada tambahan lagi, ada fitur Backlit Keyboard juga lho! Walau berada di ruangan yang minim cahaya, berkat lampu pada keyboard VivoBook Ultra A412, mengetik jadi mudah.

Fingerprint Sensor 


Ada fitur modern yang melekat di VivoBook Ultra A412 yaitu fitur Fingerprint yang terintegrasi dengan Windows Hello. Artinya kita bisa memakai pemindai sidik jari untuk login dan masuk ke akun Windows 10 yang menjadi bawaan VivoBook Ultra A412. Tinggal "tunyuk" kalau kata orang Jawa.

Windows Hello
Wow, senang rasanya begitu buka laptop ada yang menyapa, berasa punya asisten pribadi. Praktis pula karena nggak harus mengetikkan password, dan juga lebih aman, karena tidak sembarang orang bisa membuka-buka isi laptop kita.

Untuk tahu lebih lengkap tentang spesifikasi VivoBook Ultra A412, ini dia:


Komplit ya isinya. VivoBook Ultra A412 memang ultrabook mungil dengan desain stylish dan powerful. VivoBook Ultra A412 cocok buat dibawa ke kampus, kerja, sampai dibawa dolan-dolan. 


Apalagi pilihan warnanya itu lho, ada empat pilihan warna yang bisa bikin kita tampil beda. Kalau saya jatuh hati sama warna Peacock Bluenya VivoBook Ultra A412 . Karena warnanya bisa berubah-ubah dari biru sampai keunguan jika dipandang dari sudut yang berbeda. Ini sih judulnya laptop yang bisa jadi fashion item juga.

Amankah untuk Pundakku?

Dengan sederet fitur keren dan menjanjikan di atas, ada satu pertanyaan penting nih, terkait kesehatan dan kenyamanan hidup hehe. Berapa bobot Asus VivoBook A412? Laptop sebagai essential item yang akan dibawa kemana-mana, selain performa excellent di dalam bodi langsingnya, diharapkan juga bisa bersahabat dengan pundak kita kan?  Jawabannya:

Bobot Asus VivoBook A412 = 1,5 kg 

Iya, bobotnya satu setengah kilogram saja. Hore, langsing dan enteng, bisa dibawa pakai tas-tas cantik nih. Nggak ragu lagi buat nenteng Asus VivoBook Ultra A412 kemana-mana. 


Dari Mahasiswa sampai ibu-ibu dengan aneka profesi tampil keren menenteng VivoBook Ultra A412

Terima kasih ASUS sudah mengenalkan laptop keren ASUS VivoBook A412, dan peluk sayang buat teman-teman yang jadi model di foto saya :)

Sumber gambar dan informasi: 
http://id.asus.com
www.acatoday.org
Modifikasi dari gambar <a href="http://www.freepik.com">Designed by coolvector / Freepik</a>
Shutterstock.com

Friday, August 16, 2019

The Secret of Happy Parenting



Smile Pretty, Grow Happy

Hehe, judul ini terinspirasi dari kalimat yang diucapkan Lorelai Gilmore pada Luke waktu mereka sedang naik kereta salju keliling kota. Waktu itu Luke bilang bahwa demi kebaikan Jess, keponakannya, dia melakukan “white lies”, agar Jess tidak kecewa karena ibunya si Jess ini tidak peduli sama anaknya. Luke bilang bahwa “white lies” adalah “The Secret of Parenting”. Omongan Luke ini tentu saja dijadikan bahan bercandaan sama Lorelai. 

Ibu Jess digambarkan tipe ibu yang kurang bertanggungjawab, sehingga Jess tumbuh jadi remaja laki-laki yang “rebelious”. Mukanya nyureng, dan sering cari gara-gara sama orang lain. Beda dengan Rory, putri semata wayang Lorelai, si ibu muda yang fun dan energetic. Rory, meskipun lebih kalem dari ibunya, tumbuh jadi anak yang ramah dan cerdas. Bisa dibilang, Rory jadi remaja yang berprestasi karena dibesarkan dalam suasana yang penuh kebahagiaan (padahal Lorelai ini single parent juga sama seperti ibunya Jess). 

Terinspirasi dari serial drama favoritku itu, kuselipkan kata-kata “happy” di tengahnya buat tulisan yang bertema “Grow Happy Parenting”, oleh-oleh dari acara bersama Nestlé LACTOGROW dan para pakar dari dokter spesialis anak dan psikolog di Valle Resto tanggal 14 Agustus 2019. 

RESEP BAHAGIA 

Kalau kita tanya pada sepuluh orang yang berbeda, apa yang bisa membuat dia bahagia, jawabannya mungkin tidak sama. Ada yang bilang, olah raga sebagai resep bahagianya, ada yang bilang dia happy karena sering travelling. Seorang teman bilang dia bahagia kalau sedang masak, atau baca buku. 

Tapi rata-rata nih, bagi yang sudah punya anak, salah satu sumber utama kebahagiaan adalah jika si anak bahagia. Tapi bikin anak bahagia ini juga bukan perkara mudah, ya kan. 

“A happy child has higher chance of a healthy development and success later in life.” 

“A happy childhood is a foundation for future happiness.”

Mbak Dita
Pramudita Sarastri, (Mbak Dita), Brand Executive Nestlé LACTOGROW, menyampaikan bahwa kebahagiaan punya peran penting dalam tumbuh kembang. Jadi, anak yang bahagia, punya kecenderungan lebih besar untuk oprimal tumbuh kembangnya.

Bagaimana cara mewujudkannya? Tentu saja keterlibatan orang tua sangatlah penting, karena lazimnya, orang tua adalah lingkungan terdekat anak. Selain itu diperlukan juga stimulasi yang tepat, dan juga pemberian nutrisi yang baik untuk anak. 

“Grow Happy bisa dimulai dari pilihan yang tepat utuk nutrisi anak.” 

RAHASIANYA ADA DI PERUT 

Pada suatu perjalanan darat dari Semarang ke Yogya, waktu itu anak saya yang sulung masih berusia kurang dari dua tahun, diam saja di sepanjang satu jam pertama perjalanan. Padahal kita sama-sama tahu kalau anak-anak di dalam mobil, kebanyakan akan menjadikan mobil “wahana permainan” macam dunia fantasi. Ternyata penyebabnya dia lapar. Terbukti sehabis mampir makan, dia tak henti mengoceh dan bernyanyi di sepanjang perjalanan. 

Pada suatu hari dia sepanjang malam tidak juga mau tidur. Istilahnya “nyil-nyilan”. Kalau diingat-ingat, sore harinya dia banyak mengonsumsi camilan manis. 

Makanan punya pengaruh besar buat tubuh ternyata. Kita aja nih, yang orang dewasa kalau terlambat makan rasanya kepala pusing, trus rasanya moody. Saya sekarang juga mulai merasakan efek negatif dari mengonsumsi beberapa jenis makanan. Kalau berlebihan mengonsumsi beberapa makanan tertentu, badan merasakan lelah sepanjang hari. Boro-boro happy, buat beraktivitas aja malas. 

Ternyata benar ya istilah kalau kebahagiaan itu datang dari perut?
Dokter Ariani

Dokter spesialis anak Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp. A(K) (Dokter Ariani) menyampaikan bahwa pencernaan yang sehat itu menjadi salah satu kunci untuk anak bahagia. Kita sebagai orang tua punya kewajiban untuk menjaga pencernaan anak agar tetap sehat, salah satunya melalui asupan makanan yang kita berikan. Bahkan asupan makanan ini harus diperhatikan sejak 1000 hari pertama kehidupan. 1000 hari pertama kehidupan ini dimulai konsepsi, lalu terbentuk embrio, hingga anak berusia dua tahun. 

Pada masa-masa “emas” ini, pertumbuhan seorang anak sedang pesat-pesatnya, sehingga asupan makanan bergizi pada masa ini sangat penting bagi kecerdasan anak. 

“Semua Penyakit dimulai di dalam usus” –Hippocrates- 

Anak-anak tentunya, belum bisa mengonsumsi makanan yang sama dengan orang dewasa karena sistem kekebalan tubuh anak belum berkembang optimal. Salah satunya karena lapisan mukosa di ususnya lebih tipis, usus anak bisa dikatakan belum matang, sehingga saluran cernanya juga belum matang. Anak rentan mengalami infeksi karena kekebalan tubuhnya belum sempurna. Maka itu penting bagi orang tua untuk memperhatikan kualitas dan kuantitas makanan yang sesuai bagi anak, sehingga asupan nutrisinya terjamin.
Sistem Kekebalan Tubuh Bayi Belum Optimal
Dokter Ariani mengingatkan pentingnya asupan probiotik, yaitu mikroorganisme hidup yang jika diatur dalam jumlah yang memadai bisa memberikan manfaat kesehatan pada tempat hidupnya. Probiotik ini bisa didapatkan dari yogurt, tempe, kimchi, dan susu.

Peran bakteri baik bagi tubuh adalah: 
1. Menjaga kekebalan tubuh 
2. Mencerna serta dan menghasilkan nutrisi yang mendukung kesehatan saluran cerna 
3. Melindungi dari penyakit 
4. Mendukung kesehatan saluran cerna 
5. Melindungi usus dari miroba atau zat berbahaya lainnya 

Makanan yang dikonsumsi sehari-hari adalah perantara. 

1. Membantu bakteri melewati saluran cerna 
2. Mengandung prebiotik (alami atau buatan) 
3. Menyediakan zat nutrisi lain bagi tubuh 

Berikut adalah jenis-jenis probiotik yang terbukti bermanfaat bagi tubuh atau terbukti memiliki sifat yang menguntungkan: 
Jenis Probiotik yang Terbukti Bermanfaat
Dokter Ariani mengenalkan salah satu bakteri baik yaitu Lactobacillus Reuteri yang berdasarkan penelitian bermanfaat untuk diare akut, konstipasi, kolik bayi, juga turut mempengaruhi suasana hati, dan juga kecerdasan. Lactobacillus Reuteri berdasarkan penelitian mampu menghasilkan Vitamin B12 yang berpengaruh pada perkembangan otak. 

Terungkap sudah kalau salah satu rahasia untuk Grow Happy adalah dari perut yang sehat. Jadi mulai sekarang sebagai orang tua kita harus memperhatikan asupan makanan anak kita. Tidak sekedar makanan yang mengenyangkan, tapi juga yang bermanfaat untuk tumbuh kembangnya. 

“Berikan modal saluran cerna yang sehat untuk anak. Saluran cerna yang sehat adalah investasi penting yang perlu dilakukan sejak kecil.” 

WE CAN NOT BE HAPPY FOREVER

Kita harus sadar kalau memang tidak mudah bagi kita untuk terus-terusan bahagia. Salah satunya karena kita tinggal bersama orang lain dalam lingkungan tertentu. Mau tidak mau kondisi lingkungan mempengaruhi kondisi kita. Sebagai lingkungan terdekat yang paling berpengaruh bagi anak-anak, kita harus menciptakan atmosfer yang mendukung tumbuhnya kebahagiaan.
 
Mbak Lizzie
Psikolog Elizabeth Santosa, M.Psi, Psi, SFP, ACC (Mbak Lizzie) mengingatkan bahwa tubuh dan kondisi psikologis sangat berhubungan. Anak-anak yang tumbuh tidak bahagia, atau bahkan mengalami trauma, biasanya rentan mengalami masalah kesehatan. Anak-anak yang happy biasanya akan menjadi magnet tindakan positif dari lingkungan. Sayangnya, begitu juga sebaliknya, Mbak Lizzie menyampaikan biasanya anak-anak dengan trauma cenderung menjadi obyek perundungan. 

Terus bagaimana kalau kita sebagai orang tua juga punya trauma masa kecil? Diingatkan Mbak Lizzie kalau memutus trauma masa lalu adalah PR bagi orang tua supaya anak-anak bisa “grow happy”. 

Kalau di Gilmore Girls, Lorelai juga tumbuh di tengah keluarga yang over protective dan ambisius. Ketika membesarkan Rory, dia berusaha menyembuhkan trauma dengan menjauh dari orang tuanya sendiri demi menciptakan lingkungan yang menyenangkan bagi Rory. 

ADA KABAR BAIK APA? 

Kematangan emosi dan kebahagiaan anak dapat dibantu dengan praktek perilaku positif. Salah satu cara untuk mengajarkan perilaku positif adalah dengan sering bersyukur. Caranya? 

Mbak Lizzie membiasakan diri untuk menjalin komunikasi di rumah dengan pertanyaan “Ada kabar baik apa?”, ketimbang sekadar: “Apa Kabar?” 

Ketika kita ditanya tentang kabar baik, otak jadi terbiasa mencari yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Ketika otak kita terlatih untuk mencari hal baik, berpikir positif, maka perlahan-lahan hal-hal negatif yang biasanya jadi hal pertama yang kita lihat, akan tergeser. 

Nah, mulai sekarang, bisa dibiasakan untuk bertanya tentang kabar baik kepada orang-orang di sekitar kita. 

Mbak Lizzie di akhir acara berpesan agar jangan jadi orang tua pemalas. Orang tua juga penting untuk membangun antusiasme, dengan keterlibatan yang utuh. Sepatutnya orang tualah yang paling tahu si anak luar dalam. 

Bagaimana Membesarkan Anak Agar Tumbuh Bahagia
Di Indonesia kesehatan dan nutrisi seringkali disepelekan. Sebagai orang tua selain mesti berupaya menumbuhkan sifat positif, jangan sampai melupakan asupan makanan anak. Berikan anak-anak makanan yang bermanfaat untuk tubuh. Ajari anak menghargai dirinya melalui makanan-makanan baik yang dia konsumsi. 

This Clay Food Look Delice!

Terima kasih ya Nestlé LACTOGROW, sudah bikin banyak ibu-ibu happy. 


Happiness is not a given. 
To grow happy is a choice we make every day. 

Tuesday, August 13, 2019

Menikmati Kuliner di Batam


Pemandangan Indah Jembatan Barelang dari Barelang Seafood
Orang banyak mengenal Batam sebagai surga belanja barang-barang impor dengan harga murah. Benda elektronik, makanan kecil macam coklat, hingga parfum dan tas, menjadi barang buruan wisatawan yang melancong ke kota ini. Bahkan di berbagai marketplace ada istilah “tas Batam” untuk menamai aneka jenis tas (biasanya replika dari merk-merk ternama gitu). 

Saya pertama kali ke Batam tahun 2005. Nah, waktu pertama kali ini saya beneran beli tas dan parfum. Padahal kalau diingat-ingat nggak murah-murah amat juga. Waktu itu parfum yang saya beli harganya 350an ribu rupiah. Parfumnya J-Lo yang dikasih nama “Still”. Sekarang kalo saya lihat yang versi orinya di marketplace harganya di kisaran 500-600 ribu. Tas juga harganya 400 ribuan rupiah untuk jenis travelling bag merk Elle. Kenapa ingat harga padahal udah empat belas tahun? Karena bayarnya pake duit sendiri. Hihi. 

Baru tahun 2019 ini, saya dikasih rezeki menginjakkan kaki lagi di bandara Hang Nadim. Kalau pertama kali dulu saya ke Batam untuk piknik yang dikemas dalam acara study tour. Jadi saya bareng rombongan setelah menyambangi kawasan industri di Batam, esoknya kemudian naik feri ke Singapura, jalan-jalan dua hari di sana, lalu kembali pulang lewat Batam lagi. 

Yang kedua ini ke Batam buat kerja, tapi pengen disisipi piknik juga ke Singapura. Sampai-sampai saya udah siap-siap dan memperbarui paspor yang udah expired bertahun-tahun. Tapi karena dua hari sebelumnya tenaga diforsir untuk bekerja, rencana ke Singapura di hari terakhir saya batalkan. Rasanya untuk mengangkat badan saja berat, kaki sudah pegal nggak karuan. Saya tak sanggup membayangkan menyusuri jalan-jalan di Singapura dengan kondisi seperti itu. Belum lagi tentengan koper dan ransel berisi laptop dan berkas-berkas pekerjaan. Di hari terakhir kerja, saya malah kebayang enaknya kasur di rumah. Kayaknya kalau ada kesempatan lagi, mendingan saya piknik dulu deh, baru kerja. Hehe. 

Kuliner Batam yang Mengganggu Diet 
Buah-buahan di kios. Mangganya lucu gitu warnanya, kuning

Selama tiga malam saya menginap di Hotel Nagoya Hill Batam. Hotelnya sangat strategis karena jadi satu lokasi dengan Mal Nagoya. Di mal ini isinya pertokoan yang jual aneka barang “khas Batam” yang sudah saya sebutkan di atas tadi. Karena jadwal kerja yang padat saya cuma punya waktu satu jam buat menjelajah mal ini. Lumayanlah, bisa dapat oleh-oleh buat keluarga di rumah. 

Satu hal yang bikin saya cinta Batam adalah aneka kuliner yang sedap nan lezat, terutama seafoodnya. Hari pertama saya diajak makan malam di “pinggir jalan” yang dengan meja-meja dan kursi plastik sederhana yang “dijereng” begitu saja tanpa atap. Namanya ACIA Ikan Bakar.

Suasana ACIA Ikan Bakar
Makanannya super lezat. Sajiannya macam-macam nggak cuma ikan. Ada gonggong sejenis siput laut, ada juga masakan semacam telur dadar dengan isian kerang, trus kayak daging yang disajikan di kulit lumpia goreng seperti mangkuk kecil, sampai sate ayam juga ada. 

Aneka Makanan di ACIA Ikan Bakar
Makanan datang terus ke meja sampai piring bertumpuk. Saya juga mencicip otak-otak ikan yang di Batam ini warnanya kemerahan. Saya baru tahu kalau Otak-otak ikan di sini beda dengan otak-otak yang biasa saya makan di Jawa. Kalau di sini semua bumbu rempahnya sudah jadi satu di dalam adonan. Jadi nggak dimakan bareng cocolan sambal kacang seperti lazimnya saya makan.
Ikan Sabah Bakar

Yang paling saya suka dari menu makan malam pertama ini adalah ikan Sabah bakar yang disajikan dengan semacam bumbu berwarna hijau. Waktu lihat pertama kali kurang berselera gitu. Sampai bermenit-menit nggak saya senggol tuh ikan bakar di depan saya. Apalagi bentuknya mirip ikan tongkol. Karena nggak enak sama panitia yang terus menyodorkan piring itu aja akhirnya saya nyicip. Tapi ajaib rasanya gurih dan lezaaaat bener. Nggak anyep seperti bayangan saya. Acara makan malam ini ditambah dengan serunya icip-icip durian khas Batam. Yang meski bentuknya kecil, rasanya legit. 

Seafood (Lagi) ala Resto 

Hari kedua makan malam kami datang ke satu restoran yang besar, di tepian salah satu pelabuhan yang biasa dipakai untuk menyeberang ke Singapura. Karena malam hari, pemandangan yang kelihatan hanya kerlip lampu saja. Di hari biasa aja (bukan weekend atau hari libur nasional) hampir semua meja terisi lho! Dan di sini meja-meja bukan hanya berisi empat orang seperti lazimnya resto gitu, tapi meja-meja untuk setidaknya sepuluh orang. 

Suasana makan malam di Batam selalu festive, ramai, seru. Semua orang sepertinya datang berombongan lebih dari tiga orang. Dan mereka makan sambil mengobrol dengan ramainya. Di sini seperti kemarin, saya disuguhi gonggong lagi yang rupanya jadi masakan wajib di Batam. Tapi saya enggan makannnya. Karena rada geli aja gitu makan keong. Hehe. Saya makan ikan Sabah bakar (lagi) dan ayam goreng bawang yang sebetulnya agak keras ya dagingnya karena digoreng kering gitu. Tapi enak deh “kremesan bawangnya”. Dua makanan yang nggak saya icip adalah ikan bawal yang disajikan di kuah kecap kayak semur, dan oseng pete (kayaknya sih namanya bukan ini tapi petenya terlihat mendominasi). 

Setelah dua malam berpesta seafood, saya jadi menebak-nebak, malam terakhir mau diajak makan ke mana lagi. Ternyata saya dan rombongan diajak makan ke semacam food court gitu. Semi terbuka juga tempatnya. Pokoknya selama di Batam ini nggak ada acara makan-makan di dalam ruangan gitu (kecuali pas di hotel). Tempatnya ruameee juga. Katanya sih ini karena orang Batam tuh suka banget makan di luar. Di rumah jarang masak. Maklum sih, menu makanan di Batam menggoyang lidah gitu, dan aneka kuliner lezat ini tersebar mulai dari pinggir jalan sampai ke resto-restonya. 

Aneka makanan di food court sungguh menggoda, tapi saya mesti ekstra hati-hati. Karena katanya di tempat itu sekitar 75% makanan yang disajikan adalah non halal. Saya akhirnya memilih sejenis kwetiaw yang ditumis bareng tauge. Karena mupeng lihat makanan sebelah, saya juga ikut pesen nasi ayam hainan. Rasanya enaaak bener deh.
Kedai Kopi Sudi Mampir Batam. 

Pagi hari terakhir di Batam, saya makan di restoran Pagi semacam kedai kopi. Hanya lima menit berkendara dari hotel Nagoya Hill. Atau sepuluh menit jalan kaki. Di sana ada juga semacam food court versi mini gitu, ada kedai yang menyediakan kopi, dan booth makanan-makanan lain dengan masakan yang berbeda-beda.
Kwetiaw dan Minuman Barley

Dan saya memilih makan kwetiaw goreng lagi. Hihi. Selain pilihan terbatas karena booth makanan yang halal belum buka, saya juga masih kebayang lezatnya kwetiaw yang saya makan di foodcourt semalam. Di sini saya juga nemu satu-satunya minuman di Batam yang saya ingat karena enak, yaitu Barley Tea. Saya pikir sejenis teh yang coklat gitu, tapi ternyata semacam ada biji kacang hijau kupas. Minuman ini katanya bisa mengobati penyakit panas dalam. 

Di hari terakhir ini juga, selepas saya nebeng piknik ke Pulau Galang, saya makan di resto Barelang Seafood. Nggak usah ditanya ya makannya apa. Yang jadi highlight tempat ini tentu saja lokasinya yang menurut saya premium, dengan pemandangan jembatan Barelang nan beken. 

Air lautnya juga biru tosca, angin bertiup sepoi-sepoi. Padahal dulu waktu saya ke sini air di jembatan Barelang kayak buthek coklat gitu.
Menu Segar Barelang Seafood
Ikan-ikan di resto ini masih segar sebelum dimasak. Ada semacam karamba yang isinya makhluk laut yang nanti bisa dipilih di dalam buku menu.
Sajian Seafood Barelang Seafood

Siang hari sudah lapar, plus mau mengejar jadwal pesawat ke Jakarta di sore hari. Agak deg-degan juga takut masaknya lama. Untungnya di resto ini masakan keluar dalam waktu tidak terlalu lama. Sekitar 15 menitan semua makanan sudah terhidang di meja. Menunya kepiting saus padang, cumi goreng tepung, dan sup ikan plus tumis sayuran. Lidah rasanya menari karena gurihnya cumi dan asyiknya menyesap si kepiting. 

Nah, pengalaman saya ke Batam kali ini memang berkutat di dunia makanan. Karena memang saya nggak sempat kemana-mana, kecuali ke pulau Galang sebelum pulang. Tapi jangan minta saya info harga makanan-makanan di atas ya, karena saya nggak pernah bayar, bahkan lihat notanya pun nggak sempat, karena selalu keburu disambar sama panitia.
Jajanan Seafood di Sekitar Jembatan Barelang

O iya, masih ada hubungannya sama makanan, di Jembatan Barelang saya sempat memotret ibu-ibu yang jualan Kepiting. Uniknya kepitingnya guedeee. Warnanya merah kayak Mister Crab. Harganya 80 ribu rupiah per ekor dan nanti akan diangetin dengan cara dibakar lagi gitu kalau kita mau beli.
Gede ya Kepitingnya
Waktu mau take off pesawat saya sempat beli makanan buat oleh-oleh di Bandara Hang Nadim. Namanya Luti Gendang. Semacam roti bulat-bulat seukuran donat kampung yang berisi abon ikan gitu. Harganya kalo yang ini saya tahu karena beli sendiri hehe. Satu kotak isi 15 atau 20 roti harganya 65 ribu rupiah. Nanti sampai di rumah, bisa dipanaskan dengan cara digoreng lagi. 

Kalau makanan selama di hotel, nggak menarik kayaknya direview, karena kalau siang nggak sempat benar-benar menikmati makanan ala buffe, dan kalau pagi, yah paling saya makan bubur sama roti. 

Bersyukur sekali masih dikaruniai kesehatan dan kesempatan untuk mencicip aneka masakan lezat, dari ciptaan Allah yang bertebaran di bumi ini. Nggak sempat jalan-jalan buat belanja di Batam juga kerasa fine aja buat saya, karena oleh-oleh yang berharga justru kenangan akan kulinernya yang lezat, plus tambahan berat badan yang dibawa pulang ke Jawa.