Wednesday, May 1, 2019

Resep Lumpia Sehat ala YOUVIT


Untuk kesehatan badan, saya termasuk orang yang lebih suka mengonsumsi suplemen ketimbang obat. Ibaratnya lebih baik mencegah daripada mengobati. Hal ini saya terapkan juga untuk keluarga saya. Suami dan anak-anak masing-masing punya suplemen yang saya sesuaikan dengan aktivitas keseharian mereka. 

Bukan karena tren saya selalu siap sedia suplemen di rumah, tapi karena saya sadar banget kalau makanan yang saya siapkan dan sediakan dan juga yang kami konsumsi masing-masing masih belum ideal memenuhi kebutuhan tubuh akan zat-zat gizi. Kadang memang masakan yang memanjakan lidah itu belum tentu 100% baik di tubuh. 

Jujur saja kalau lidah masih sering dimanjakan dengan makanan enak. Apalagi tinggal di kota macam Semarang yang punya aneka kuliner nan lezat. Soto di Semarang itu rata-rata enak, apalagi kalau dikonsumsi bareng dengan aneka gorengan dan sate-satean. Belum lagi lumpia, makanan khas Semarang yang berisi rebung, telur, dan udang. 

Meski tahu kalau makanan-makanan itu apalagi goreng-gorengan tinggi kalori, saya sih nggak pernah menghitung jumlah kalorinya. Akibatnya, ya tanggung sendiri deh. Hehe. Saya ngaku kalau masih sering menggoreng makanan daripada metode lain yang lebih sehat, mengukus, misalnya. 

Padahal tahu juga sih, akibat negatif dari mengonsumsi makanan yang kurang sehat itu terlalu sering. Salah satunya obesitas, yang jadi momok sebagian besar perempuan. Belum lagi naiknya risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan diabetes. 

Padahal kalau mau, bisa lho, kita mengubah pola makan kita menjadi lebih sehat. Pola makan yang sehat adalah pola makan yang tinggi serat, memasak dengan rendah lemak, perbanyak buah dan sayur, dan mengganti sumber protein menjadi ubi, singkong, kacang, tahu, dan tempe. 
Chef dari Hotel HAKA demo memasak Lumpia Sehat
Salah satu langkah simpel adalah dengan memodifikasi resep masakan, dan mengolahnya dengan cara-cara yang lebih baik. Makanya acara YOUVIT yang ngomongin tentang makanan dan hidup sehat di HAKA Hotel Semarang tanggal 25 April kemarin menjadi menarik. Karena di sana saya jadi dapat resep lumpia Semarang yang lebih sehat dari Rachel Olsen, Nutrition Specialist dari YOU Pte. Ltd dan chef dari hotel HAKA. Bareng sama PR Manager YOUVIT, mas Brigif Aditya, Blogger Gandjel Rel berkesempatan ikut acara masak sehat yang seru sekaligus dapat info tentang kesehatan.


Saya bagi nih resepnya: 
Lumpia Sehat Ala YOUVIT
Resep Lumpia Sehat 

Bahan-Bahan: 

Lembaran Kulit Lumpia 
Wortel dipotong korek api 
Tahu putih dipotong korek api 
Tauge panjang 
Buncis diiris 
Bawang putih cincang 
Minyak zaitun untuk menumis
Kecap manis  
Garam dan Merica Secukupnya


Cara Membuat: 
Tumis bawang putih cincang dengan minyak zaitun sampai harum. Masukkan bahan-bahan lain, tumis sampai agak layu. Masukkan kecap manis. Tumis sebentar, angkat. Letakkan di atas lembaran kulit lumpia. Lipat-gulung-hidangkan. 

Superduper praktis ya. Buktinya tiga orang blogger ngehits ini langsung bisa praktek nggak pake lama dan nggak pakai bingung. Lima menit aja acara masaknya, lumpia cantik, sehat plus lezat berhasil dihidangkan. 
Emak-emak masak lumpia dalam waktu lima menit!

YOUVIT Suplemen Dewasa Rasa Enak 
Lucu ya bentuknya kenyal.
Kalau saya sedang bekerja di luar kota kadang kala selama berhari- hari jadwal kerja sangat padat dan melelahkan. Saya jadi kurang istirahat, makan juga kurang teratur, dan biasanya di sela waktu kerja diisi dengan kulineran alias makan enak. Kalau sudah begitu kondisi badan sangat mudah turun. Padahal penyakit macam batuk pilek saja jika sampai menyerang dalam keadaan pekerjaan menumpuk, akan sangat mengganggu performa. 

Ketika bepergian keluar kota, suplemen yang praktis dibawa adalah keniscayaan. Saya kurang sreg bawa-bawa suplemen yang berbentuk cairan. Repot dibawanya sekalipun dalam kemasan kecil. Biasanya suplemen yang bentuknya tablet jadi pilihan saya. Asal ada air, tinggal glek, khasiatnya bisa saya rasakan. 

Biarpun tinggal glek, suplemen yang saya minum juga saya pilih yang rasanya enak, atau setidaknya lumayan. Biasanya saya bawa sekitar dua suplemen untuk memenuhi kebutuhan gizi saya. Dari acara bareng YOUVIT saya jadi tahu kalau YOUVIT punya suplemen yang rasanya enak, yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan vitamin dan mineral harian orang dewasa. 
Kemasan Youvit Cantik dan Praktis dibawa-bawa
YOUVIT membuat suplemen untuk dewasa yang bentuknya gummy, jadi kenyal macam permen gitu. Padahal setahu saya, suplemen berbentuk seperti ini hanya ada untuk anak-anak. Kemasan YOUVIT juga sangat praktis, masing-masing dalam kemasan satuan macam permen yang bisa masuk di tas tenteng kecil, bisa dibawa di saku, dan bisa dinikmati kapan saja. 

Meski rasa YOUVIT enak dan fun ketika dikunyah, tapi konsumsi YOUVIT ini nggak boleh berlebihan, cukup satu gummy saja per-harinya. Kalau berlebihan, vitamin yang ada tidak bisa 100% diserap oleh tubuh. Dosis seimbang ini perlu karena pada vitamin dan mineral yang dapat diserap dalam tubuh manusia itu terbatas. Karenanya dosis seimbang dalam multivitamin penting, dan khasiatnya akan terasa jika dikonsumsi konsisten setiap hari. 

Karena bentuknya gummy, YOUVIT bisa dikonsumsi tanpa perlu dibantu air putih. Dengan rasa mixberry, rasa YOUVIT juga beda dengan rasa suplemen pada umumnya, yang meski nggak pahit, nggak enak juga kalau harus dikulum di mulut. 

Kandungan Multivitamin dan Mineral dalam YOUVIT 

Rasa yang enak juga ditunjang dengan beragam khasiat yang dibutuhkan bagi orang dewasa. Dosis vitamin dan mineral dalam YOUVIT sudah disesuaikan dengan kebutuhan orang dewasa, sehingga kebutuhan vitamin harian kita bisa terjaga. Setiap gummy mengandung 10 vitamin & 2 mineral penting yang membuat tubuh tetap sehat dan fit! 
Kandungan Multivitamin dan Mineral dalam YOUVIT

Setiap Gummy YOUVIT mengandung vitamin A, C, D, E, dan juga vitamin B Kompleks seperti B3, B5, B6, B7, B9, dan B12. Vitamin-vitamin ini diperlukan untuk sistem imun tubuh kita. Vitamin C dan E kaya antioksidan yang mampu melawan radikal bebas yang bisa menyebabkan penuaan dini dan kerusakan sel. Sedangkan vitamin B Kompleks dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan hormon dan metabolisme tubuh. Selain itu gummy YOUVIT mengandung Selenium dan Iodium yang berguna untuk fungsi kognitif kita. YOUVIT membantu menyeimbangkan asupan vitamin dan mineral harian. 

YOUVIT ini harganya terjangkau, dan yang paling penting, sudah mendapatkan sertifikat halal. Gelatin yang dipakai di YOUVIT terbuat dari daging sapi halal. 

Untuk mendapatkan khasiat dari multivitamin, kuncinya adalah minum secara teratur. YOUVIT dianjurkan untuk dikonsumsi sesudah makan, 1 kali sehari. Kalau dalam kondisi yang sedang mendapatkan perawatan medis, atau sedang hamil, atau menyusui, sebelum mengonsumsi YOUVIT sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter. 

YOUVIT bisa dibeli di tidak harus belanja di apotek, tetapi bisa toko-toko seperti Alfamart, Watson, Guardian, dan Carefour. YOUVIT sudah tersebar di toko-toko di 129 kota di Indonesia. YOUVIT juga bisa dibeli secara online. 
Multivitamin YOUVIT untuk anak-anak
Saat ini YOUVIT juga sudah meluncurkan produk multivitamin gummy untuk anak. Dengan bentuk yang lucu, dan rasa yang juga enak. Kandungan di dalamnya juga sudah disesuaikan dengan kebutuhan gizi untuk anak-anak. 

Hei, dan ternyata, untuk setiap satu kemasan YOUVIT 7 hari yang kita beli, berarti kita turut menyumbang satu multivitamin gummy. Sehat memang baiknya tidak sendiri, tapi juga bisa membuat orang lain jadi sehat juga, ya kaaan. 

Sumber gambar dan bahan: 

PowerPoint Presentation YOUVIT 


Blogger Gandjel Rel 


Sunday, April 28, 2019

Pahami Fintech Sebelum Memanfaatkannya


Ngobrol Tempo: Manfaat Ekonomi Fintech Lending


Apa Sih, Fintech Itu?

Financial Technology adalah terminologi yang populer disebut dengan Fintech. Fintech sendiri bisa disebut sebagai berbagai inovasi teknologi dalam dunia finansial. Dengan penggabungan antara jasa keuangan dengan teknologi, kegiatan transaksi keuangan sekarang bisa dilakukan kapan saja, di mana saja, bahkan dalam hitungan detik. Kita sih sudah menikmati mudahnya melakukan aneka pembelian produk dan juga pembayaran tagihan rutin macam tagihan listrik, air, tivi kabel, beli pulsa tanpa harus lagi mengantri di loket. Ya, fintech ini adalah gabungan antara teknologi dan sistem keuangan. 

Tapi tahukah kamu, kalau sekarang fintech ini semakin berkembang dan tidak hanya memungkinkan kita untuk belanja atau bayar tagihan dengan mudah, tapi juga memungkinkan kita untuk pinjam uang tanpa harus ribet? Bahkan kehadiran perusahaan fintech di Indonesia yang menyediakan pinjaman ini juga bisa bermanfaat untuk perekonomian, khususnya bagi pengusaha kecil?

Jadi apa dan bagaimana si fintech itu bisa memberikan kontribusi bagi perekonomian masyarakat, khususnya untuk UMKM, dan bagaimana masyarakat bisa menggunakan jasa fintech, dibahas dalam acara yang dihelat OJK bersama Tempo bertajuk Manfaat Ekonomi Fintech Lending. Pada hari Rabu, 24 April 2019 di Gedung Balai Kota Semarang.

Perhelatan acara ini menghadirkan narasumber-narasumber berikut: Ibu Rati Connie Foda dari Deputi Direktur Perizinan dan Pengawasan Financial dan Technology OJK, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, Ibu Litani Satyawati, kemudian ada juga Mas Andi Taufan, CEO dari Amartha, sebuah perusahaan Fintech. Acara yang digelar di Balaikota Semarang pada tanggal 24 April 2019 ini dimoderatori oleh pak Tomi Aryanto Direktur dari Tempo.co.


Salah Satu Perusahaan Fintech 

Ribetnya Mencari Modal

Pada zaman dahulu, orang mau pinjam uang untuk permodalan dari bank atau lembaga keuangan lainnya, mesti bikin proposal yang berisi segala macam perhitungannya yang rumit itu. Sudah gitu, belum tentu juga proposal pinjaman kita itu akan disetujui. Jangankan pinjaman yang jumlahnya ratusan juta, pinjaman sebesar jutaan rupiah saja, prosesnya cukup ribet dan makan waktu. 

Ketika mengawali usaha dulu sempat terpikir untuk mengajukan pinjaman pada bank guna mendanai proyek kantor. Tapi paper worknya bikin mundur teratur, belum lagi harus ada jaminan yang nilainya berbanding lurus dengan jumlah pinjaman. 

Rumitnya prosedur peminjaman dana kepada institusi keuangan seperti bank, menjadikan masyarakat khususnya golongan menengah dan menengah ke bawah mengambil jalan pintas dengan meneken kontrak pinjaman pada non institusi. Pinjaman-pinjaman ini biasanya sangat mudah didapatkan dengan cepat tanpa persyaratan dan dokumen yang rumit. Namun sayangnya sebagian besarnya adalah pinjaman berbunga tinggi yang meningkatkan risiko peminjam tidak bisa mengembalikan pokok pinjaman dan kehilangan asetnya tanpa melalui prosedur hukum yang jelas. 

Kalau di acara televisi sering tuh, ada peristiwa pemilik warung, menjadi korban teror debt collector akibat pinjaman tak seberapa. 

Saat ini, seiring dengan berkembangnya fintech yang semakin memudahkan urusan terkait transaksi keuangan kita sehari-hari, urusan pinjam meminjam atau pendanaan juga diklaim menjadi lebih mudah dan sederhana. Untuk lebih mudahnya di tulisan ini perusahaan fintech kita sebut sebagai “fintech” aja ya. 

Kemunculan Fintech di Indonesia

Bapak Indra Yuheri selaku Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Kantor Regional 3 Jawa tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengawali acara Ngobrol Tempo.  

Bapak Hendri selaku OJK menyatakan bahwa saat ini sudah ada 105 perusahaan fintech yang terdaftar di OJK. Bisnis fintech sudah begitu luas, hingga merambah ke bidang yang dulu hanya diakomodasi oleh lembaga keuangan seperti bank. Keterbatasan pendanaan perbankan yaitu tentang masalah agunan dan nilai risiko dari pihak calon debitur yang tidak bankable, membuat fintech berpotensi untuk tumbuh di Indonesia. Fintech bisa menyerap pihak-pihak tersebut. 123% dari total penduduk di Indonesia adalah Mobile Unit User (yang berarti bahwa satu orang ada yang punya lebih dari satu gawai). Dari total lebih dari 200 juta penduduk Indonesia, sekitar 150 juta di antaranya adalah pengguna internet. Dan fenomena ini tumbuh hingga 13% per tahunnya. 

Dengan tingkat inklusi perbankan mencapai 67,8%, berarti ada 33% rakyat Indonesia tidak mengakses sistem keuangan. Hal ini menyebabkan tumbuhnya pihak-pihak pemberi pinjaman yang memberikan bunga tinggi, hingga 300% per tahunnya,akibat calon debitur ini tidak “bankable” ke sistem keuangan formal. 

Inklusi keuangan menjadi tujuan agar semakin banyak pihak yang memiliki akses ke layanan keuangan.

Disampaikan pak Hendri, 57 juta usaha mikro di Indonesia, 4,17 jutanya ada di wilayah Jawa Tengah. Dari jumlah tersebut, 90,5% nya adalah usaha mikro, dan sebagian besarnya tidak “bankable”. Artinya tidak bisa memiliki akses pinjaman ke lembaga keuangan formal. 

Karena inilah fintech bisa berkembang baik di Indonesia, sebagai akses keuangan yang bisa dinikmati oleh masyarakat, dan khususnya UMKM di wilayah Jawa Tengah, dan kota Semarang pada khususnya. 

Kota Semarang dan UMKM

Walikota Semarang bapak Hendrar Prihadi yang diwakili oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah - Bapak Yudi Mardiana, menyampaikan bahwa perusahaan start up ini sudah memasuki semua lini kehidupan masyarakat. Di era disrupsi ini semua orang harus bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi. 

Begitupun dengan Pemerintah Kota Semarang yang terus beradaptasi dengan menciptakan smart city, mengadakan 2300 titik free wifi untuk masyarakat Semarang, dan juga sudah membuat 148 sistem aplikasi e-government. Termasuk juga melakukan kerjasama dengan berbagai perusahaan antara lain dengan Go-jek untuk transaksi pembayaran BRT Trans Semarang. Sampai April 2019, sudah membukukan 1,5 Miliar rupiah transaksi BRT via Gopay, sejak diluncurkannya program ini di bulan September 2018. 

Untuk UMKM, pemerintah kota Semarang memiliki program i-Jus Melon, yaitu program pengurusan Izin Usaha Mikro melalui Online, untuk mengurus perizinan secara cepat bagi UMKM. Saat ini sudah terdaftar 15.296 UMKM yang menyerap 27.575 tenaga kerja. 

Pemerintah Kota Semarang memiliki program Kredit Wibawa, dengan bunga 3% untuk Koperasi dan UMKM. Sejak 2017 hingga bulan April 2019, 1155 proposal telah berhasil cair dengan nilai transaksi 8,2 Miliar rupiah. 

Pemerintah Kota Semarang mengharapkan sinergi dari 4P yaitu Pemerintah, Penduduk, Pewarta (Media) dan Pengusaha, untuk mewujudkan aneka program yang bisa bermanfaat bagi masyarakat, khususnya UMKM ini. Lewat kehadiran fintech selaku pengusaha, UMKM diharapkan memiliki akses modal secara lebih cepat. Diperlukan platform yang mampu memberikan modal kerja bagi UMKM. Karena itu perlu adanya sosialisasi informasi, tentang platform yang bisa memberi akses modal bagi UMKM seperti fintech ini. 

Mas Andi Taufan, Ibu Rati Connie Foda, Ibu Litani dan Mas Tomi Aryanto

Fintech dan OJK 

Seperti sudah disebutkan tadi, kehadiran fintech di Indonesia sekarang sudah mendapatkan pengawasan dari OJK. Ibu Connie dari OJK menyampaikan bahwa fintech bisa dibedakan menjadi tiga. 

1. Fintech Tertutup yaitu perusahan fintech yang didirikan untuk melayani satu perusahaan tertentu. Contohnya Tokomodal yang melayani untuk warung-warung binaan Alfamart, atau Danamas, untuk khusus Sinarmas.
2. Fintech Terbuka Terbatas yaitu fintech yang melayani pinjaman kepada masyarakat tetapi khusus untuk sektor produktif. contohnya adalah Amarta.
3. Fintech Tak Terbatas yaitu fintech yang memberikan pinjaman multiguna. Fintech seperti ini yang berpotensi untuk menimbulkan masalah di masyarakat karena biasanya pinjaman diajukan untuk kebutuhan konsumtif dengan jangka waktu pembayaran yang pendek dan bunga tinggi. Kehadiran fintech seperti ini yang harus disikapi dengan bijak oleh masyarakat. 

OJK akan mendorong fintech jenis kedua, yaitu fintech terbuka terbatas yang dianggap bisa memberi dampak positif untuk masyarakat. 

Bu Connie menyampaikan bahwa permasalahan sensitif dalam fintech adalah masalah data, dimana bisa terjadi penyalahgunaaan data bilamana fintech bisa mengambil semua data peminjamnya. Ini ya yang menjadi fenomena di sekitar kita saat ini. Bahwa banyak pihak yang merasa terganggu karena tetiba dihubungi perusahaan fintech terkait pinjaman yang dilakukan oleh salah satu orang yang mungkin bahkan bukan kerabat atau orang yang dekat. Pihak fintech “menagih” utang tak terbayar semata karena kita ada di dalam “kontak ponsel” peminjamnya. 

Bu Connie menyampaikan saat ini izin yang diberikan untuk perusahaan fintech hanyalah akses Kamera, Lokasi, dan Microphone. Fintech yang melanggar ketentuan ini akan diberi peringatan dan sanksi. 

Untuk masyarakat yang akan mengajukan pinjaman via fintech harap memperhatikan betul akses data ini. Selain itu masyarakat sebaiknya mengakses web OJK untuk melihat fintech mana yang sudah terdaftar, dan informasi lain terkait perkembangan fintech ini. 

Bagi masyarakat yang merasa dirugikan oleh fintech-fintech ilegal bisa melapor ke Satgas Waspada Investasi (SWI), sehingga bisa ditindaklanjuti. 

Fintech Untuk UMKM

Ibu Litani Satyawati selaku pihak yang mendorong pertumbuhan UMKM di Kota Semarang menyampaikan bahwa kendala UMKM adalah pada umumnya tidak bisa menyelenggarakan pembukuan yang baik. Alhasil, UMKM sebagian besarnya menjadi bankable, (tidak dapat mengakses layanan keuangan di lembaga keuangan formal seperti bank) meskipun sebetulnya feasible (atau bisa membayar pinjaman dari hasil usaha yang dilakukan). 

Dengan adanya fintech, sebagai perpaduan antara jasa keuangan dan teknologi, proses yang biasanya panjang dan cukup rumit untuk UMKM ini bisa menjadi lebih mudah. 

Peluang ini yang membuat perusahaan fintech seperti Amarta, tumbuh di Indonesia. Andi Taufan, CEO dari Amartha mengatakan bahwa Amarta menyediakan platform pinjaman bagi UMKM mulai dari tiga hingga 15 juta rupiah, dengan jangka waktu hingga satu tahun. Amarta menyasar masyarakat di daerah pelosok di Indonesia. Amarta juga menyediakan platform bagi masyarakat umum sehingga bisa membantu masyarakat yang lain, dengan menyediakan dana melalui peer to peer lending, dengan bagi hasil hingga 12-15% per tahunnya. 

Potensi Indonesia sangatlah besar, apalagi dengan jumlah penduduk yang mencapai ratusan juta jiwa, perusahan fintech bermunculan bak cendawan di musim hujan. Tetapi semakin banyaknya penawaran pinjaman di luar sana, belum lagi mudahnya syarat untuk mengakses dana-dana lewat fintech, masyarakat harus tetap waspada dan berhati-hati. 

#NgobrolTempo
#PahamiFintech





Friday, March 1, 2019

Pringsewu, Resto Klasik di Kota Lama Semarang



Buat yang suka makan di tempat-tempat yang cakep tampil di sosmed, coba deh ke Kota Lama Semarang trus cari Resto Pringsewu. Kalau jalan kaki dari Gereja Blenduk, salah satu ikon Kota Lama, ke resto Pringsewu nggak sampai sepuluh menit. Lokasi resto ini ada di Jalan Suari Nomor 10 -12. 

Bangunan dua lantai dengan teras berpagar cat hitam yang cakep ini bisa jadi salah satu pilihan tempat buat makan bareng keluarga, teman-teman atau kolega. 

Heritage Resto

Suasana tempo dulu sangat terasa di resto Pringsewu karena manajemen resto mempertahankan keaslian bangunan bekas kantor milik raja gula terkenal dari Semarang, Oei Tiong Ham ini. Oei Tiong Ham ini adalah konglomerat di kawasan Asia Tenggara lho pada masanya. Melalui perusahaannya, Oei Tiong Ham Concern (OTHC), usaha Oei Tiong Ham menggurita tidak hanya gula tapi juga bisnis ekspedisi, kayu, dan properti. Cabang-cabang perusahaannya terus merambah hingga Singapura, Bangkok, Hongkong, bahkan London, Mexico, New York, dan kota-kota lain. 
Teras Bernuansa Klasik Resto Pringsewu (Foto: Mechtadeera)

Benda-benda peninggalan Oei Tiong Ham berusia ratusan tahun juga masih ada di resto Pringsewu. Salah satunya adalah Brangkas Besi yang umurnya ratusan tahun. Ada juga ruangan berbentuk penjara yang disebut “Ruang Penjara” dan “Lorong Waktu”. Jadi kita bisa sekaligus menikmati makanan lezat Pringsewu sambil menyusuri jejak sejarah. 

Jail Break Resto Pringsewu (Foto: Mechtadeera)

Suasanya tempo doeloe yang dipertahankan di resto Pringsewu ini tampak dari penutup lantai marmer dan tegel yang masih asli, dan lantai kayu di lantai dua dan balkon. Dengan perbaikan yang tetap mempertahankan keaslian bangunan, resto Pringsewu sudah dilengkapi dengan Musala dan toilet yang bersih. 

Resto Pilihan Banyak Kalangan

Di resto Pringsewu cabang ke-21 ini tersedia menu-menu andalan resto seperti aneka olahan ikan gurame, bandeng, dengan nasi liwet dan tumis sayuran yang segar. Buat yang datang tanpa rombongan bisa juga milih makan hemat dengan menu satuan di Pringsewu Semarang. Misalnya ada Nasi Udang Asam Manis, Steak Ayam Barbeque, Nasi Ayam Saos Mangga, Nasi Cumi Rica-Rica dengan harga tiga puluh ribuan aja. Dijamin perut kenyang dengan makanan sehat.
Paket Makan di Pringsewu dari Instagram Account Pringsewu Semarang (Harga bisa berubah sewaktu-waktu)
Resto Pringsewu menyediakan menu prasmanan juga. Tersedia paket-paket makanan untuk arisan dengan fasilitas free ruangan, free LCD dan Screen, Free sound system. Tersedia juga paket ulang tahun untuk anak-anak dengan harga terjangkau.

Kalau yang pengen datang ke Pringsewu buat nongkrong-nongkrong tanpa makan berat juga bisa banget. Karena sekarang Resto Pringsewu punya program nongkrong sore yang diberi judul Teraz Oei Tiong Ham. Setiap sore mulai dari hari Senin sampai Jumat kita bisa ngobrol, foto-foto, sambil makan dan minum di lokasi yang keren banget ini, sembari menikmati suasana sore di Kota Lama. 


Ultah Gandjel Rel di Pringsewu

Resto Pringsewu memang cocok jadi tempat untuk aneka acara mulai dari rapat kantor, acara ultah, arisan, sampai temu komunitas. Di sini ada ruangan-ruangan yang bisa dipesan khusus untuk acara-acara kita.
Gandjel Rel bagi-bagi hadiah terusss
Sama seperti ketika komunitas Bloger Gandjel Rel merayakan ultahnya yang ke-empat. Ruangan resto Pringsewu di lantai dua cukup luas dan bisa menampung 50-an anggota komunitas Gandjel Rel plus para undangannya. Selama sebulan sebelumnya, Acara Ultah Gandjel Rel sudah diramaikan dengan lomba blog dan video post di Instagram. Puncaknya adalah acara kumpul bareng di resto Pringsewu.  Senangnya, sudah empat tahun berinteraksi

bareng bloger perempuan di Semarang yang penuh semangat, ceria dan produktif sembari menikmati hidangan Pringsewu.

Tumpeng Ultah Gandjel Rel 
Tumpeng nasi kuning dengan lauk ayam goreng, sambal goreng harum dengan irisan pete, membuat kita-kita kenyang dan hepi.

 
Gus Mul dan Kisah-kisahnya
Acara Ultah Gandjel Rel yang ke-empat ini turut dimeriahkan dengan kehadiran pemimpin redaksi dari Mojok.co, mas Agus Mulyadi atau biasa dipanggil Gus Mus. Gus Mus, yang menurutnya baru pertama kali ini berhadapan dengan sekumpulan ibu-ibu (padahal ada juga mbak-mbak) yang bersemangat, menyampaikan cerita-cerita di balik layar dari tulisan-tulisannya yang digemari oleh pemuda Indonesia seantero Nusantara. 

Para GRes yang semangat dan ceria. Happy Birthday!!!


Restoran Pringsewu Kota lama Semarang
Jl. Suari nomer 10-12 Kota lama
Semarang

Thursday, January 31, 2019

HOKBEN, RESTO DENGAN SISTEM JAMINAN HALAL


Zaman saya kuliah, setiap kali pulang dari liburan dari Jakarta, ada satu oleh-oleh makanan yang tidak pernah absen saya beli. Keluarga saya selalu punya titipan oleh-oleh yang sama: HokBen! 

Saya selalu menyempatkan diri mampir ke gerainya di daerah Blok M, atau di stasiun Gambir sebelum kereta berangkat untuk membeli paket Chicken Katsu. Pada masa-masa itu juga, setiap jalan-jalan dengan sepupu-sepupu saya di Jakarta, saya memilih untuk makan di sana. Menyantap potongan dada ayam yang gurih berbalut tepung renyah, bersama salad dan saus khas HokBen, mmh, priceless. 

Chicken Katsu HokBen, menu favorit sepanjang masa. (Sumber gambar: hokben.co.id)

Yup, Hoka-Hoka Bento,yang sejak tahun 2013 hadir dengan nama baru: HokBen, sudah lama menjadi restoran cepat saji favorit saya dan keluarga. Sebelum ada HokBen di kota tempat tinggal saya, mau tidak mau kesempatan menikmati menu lezat HokBen hanyalah ketika sedang di Jakarta, atau kalau ada kerabat yang membawakan oleh-oleh HokBen.

HokBen baru membuka gerainya di luar Jakarta pada tahun 1990 di Bandung. Di Surabaya HokBen membuka cabang pada tahun 2005. Saya yang tinggalnya di kawasan Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang) harus menunggu sampai tahun 2010 sebelum ada gerai pertama HokBen di kawasan ini. 

Finally! HokBen memang jadi pilihan utama buat keluarga saya, terutama ketika sedang bepergian, rasanya aman kalau ada HokBen karena anak-anak pasti lahap makan. 

Kini pada 2018 HokBen sudah membuka gerai pertamanya di Sumatera, tepatnya di Kota Bandar Lampung. Dengan dibukanya HokBen MBK Bandar Lampung, maka kini HokBen memiliki 147 gerai. Semua gerai HokBen dimiliki penuh oleh PT Eka Bogainti dan tidak membuka sistem franchise.

MEMILIH YANG HALAL 

Siapa yang suka kesel kalau baca tulisan yang di tempel di resto macam ini: 

Dilarang membawa makanan dan minuman ke dalam resto. 

Setelah saya beri tahu alasannya, jangan sebel lagi, yah. Salah satu alasan mengapa kita dilarang membawa makanan dan minuman dari luar untuk dikonsumsi di dalam resto, bisa jadi adalah sebagai upaya untuk menjaga kehalalan produk makanan di resto itu. 

Kehalalan suatu produk makanan dan minuman (selanjutnya kita sebut makanan aja ya) tidak hanya tergantung dari jenis bahan makanan yang dipakai. Seperti pada umumnya kita hanya memperhatikan apakah makanan yang kita makan mengandung babi atau tidak. Tapi konsep halal pada makanan sangat komprehensif, bahkan sampai pada peralatan makan yang digunakan untuk menyantap makanan itu. Nah, kalau ada makanan non-halal yang dikonsumsi di dalam resto halal, bisa mengakibatkan kontaminasi makanan lain menjadi tidak halal juga. 

Informasi ini disampaikan oleh Mbak Oftiana Irayanti dan Irma Fadlilah dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Semarang dalam acara Kumpul Bareng Komunitas Bloger Semarang bersama HokBen. 

LPPOM MUI ini adalah lembaga yang bertugas untuk meneliti, mengkaji, menganalisa dan memutuskan apakah produk-produk baik pangan dan turunannya, obat-obatan dan produk kosmetika apakah aman dikonsumsi baik dari sisi kesehatan dan dari sisi pengajaran agama Islam yakni halal atau boleh dan baik untuk dikonsumsi bagi umat Muslim khususnya di wilayah Indonesia, selain itu memberikan rekomendasi, merumuskan ketentuan dan bimbingan kepada layanan masyarakat.

Saya bareng para bloger Ganjel Rel (GRes) diundang Mbak Irma Wulansari dari Divisi Komunikasi Hoka-Hoka Bento Group di gerai HokBen terbaru di jalan Majapahit Semarang untuk mendapatkan sosialisasi tentang Sertifikasi Halal dan Sistem Jaminan Halal. 

Sebagai umat Islam, semestinya kehalalan suatu makanan menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan untuk mengonsumsi makanan. Mengonsumsi makanan halal adalah perintah Allah Subhanahu wata'ala yang harus ditaati.  


Pada dasarnya semua yang ada di bumi ini adalah halal kecuali yang diharamkan dalam Al-Qur'an dan hadits. 

Dalam Surat Al Baqarah ayat 173 disebutkan: 

"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah.” 

Beruntungnya tinggal di Indonesia, tidak sulit menemui makanan halal. Eh, tapi yakin halal? Karena makananan itu tidak hanya harus bebas dari bahan-bahan yang mengandung najis (sesuatu yang kotor menurut syariat Islam), tapi juga harus thayib, alias baik, suci atau bersih. 

Kalau ada makanan yang terkenal enak tapi belum terjamin kehalalannya, sebaiknya berpikir ulang deh. Kadang ada juga resto yang menempelkan stiker halal di pintunya, tapi berdasarkan klaim sendiri. 

Lalu bagaimana caranya kita bisa yakin kalau makanan yang dikonsumsi sudah halal? Apalagi di zaman modern ini sebagian besar makanan yang sampai pada konsumen adalah makanan yang sudah diolah. Makanan olahan ini adalah produk hasil teknologi yang mengakibatkan secara kasat mata konsumen sulit untuk mengidentifikasi kehalalalan bahan-bahan yang terkandung di dalamnya. 

Lebih mudah menentukan kehalalan bahan mentah ketimbang olahan

Misalnya nih, kalau antara daging babi dan sapi secara kasat mata kita dapat membedakan dari warna, tekstur, dan aromanya, kalau daging sudah diolah menjadi bentuk sosis, misalnya, sudah semakin sulit kita membedakannya. 

Hal ini juga berlaku untuk produk lain selain makanan, seperti kosmetika dan obat-obatan. 

Nah, kalau sudah ketemu dengan hal-hal yang meragukan seperti itu, umat muslim sebaiknya menghindarinya. Seperti disampaikan di dalam hadist: 

"(Sesuatu) yang halal telah jelas dan yang haram juga telah jelas, dan diantara keduanya ada perkara Syubhat (samar-samar). Barangsiapa menjaga diri dari perkara yang syubhat itu berarti ia telah menjaga agama dan kehormatannya. Barangsiapa terjatuh ke pada yang syubhat berarti ia telah terjatuh dalam yang haram. Ketahuilah, di dalam tubuh terdapat segumpal darah, jika ia baik maka akan baiklah seluruh tubuh. Namun jika ia rusak maka akan rusak pulalah seluruh tubuh, ketahuilah bahwa segumpal darah tersebut adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Di zaman modern ini banyak hal yang mengakibatkan keragu-raguan (syubhat). Karena itu untuk memastikan kehalalan makanan yang akan kita konsumsi, diperlukan jaminan sertifikasi halal yang dikeluarkan oleh Badan yang terakreditasi dan terpercaya yaitu LPPOM MUI. LPPOM MUI ini adalah satu-satunya lembaga sertifikasi halal yang sudah mendapatkan sertifikasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). 

Untuk Memastikan Kehalalan suatu produk, LPPOM MUI melakukan proses pemeriksaan secara empiris terhadap bahan, produk dan fasilitas produksi (dengan uji lab jika diperlukan) lalu akan dibahas secara syariah oleh Komisi Fatwa. Hanya produk-produk yang memenuhi syarat, yang akan diberikan Sertifikat Halal. Saat ini untuk mendapatkan informasi tentang produk halal bisa melalui aplikasi Halal MUI yang bisa diunduh secara gratis di Appstore.

Aplikasi Halal MUI

SISTEM JAMINAN HALAL HOKBEN

Sertifikat Halal HokBen

HokBen memperoleh Sertifikat Halal dari MUI pada tahun 2008 dengan nomer sertifikat halal No. 00160048830908. Pada tahun 2017, HokBen berhasil memperoleh Sertifikat Sistem Jaminan Halal karena telah berhasil mempertahankan status A  selama tiga periode berturut-turut. 

Sertifikat Sistem Jaminan Halal HokBen
Untuk mendapatkannya bukan perkara sederhana. Untuk mendapat sertifikat halal, semua produk yang ada di resto baik makanan, minuman, condiment semacam saus, termasuk juga semua gerainya di berbagai kota harus didaftarkan untuk disertifikasi. Tidak boleh hanya sebagian produknya, atau sebagian gerai saja. Semua gerai itu juga termasuk yang akan diverifikasi dan diperiksa. 

Mbak Irma dari HokBen bercerita, ketika HokBen ketika mengajukan sertifikasi halal, semua produk, termasuk semua vendor dan suplier, mulai dari beras, daging, sayuran, dan lain-lainnya juga harus sudah mendapatkan sertifikat halal. 

Rumit yah. Semua demi kepentingan konsumen, agar label halal yang tercantum di depan resto benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Semuanya sejalan dengan visi HokBen yaitu menjadi Pemimpin dalam Industri Makanan Bergaya Jepang dengan Kualitas Terbaik. Sehingga manajemen HokBen menjalankan misinya untuk menciptakan solusi bagi Pelanggan dengan Menyediakan Makanan Bergaya Jepang dan Layanan yang Terbaik Melalui Orang-orang yang Ahli di Bidangnya. 

Penyerahan Sertifikat Sistem Jaminan Halal HokBen

Salah satu jaminan layanan terbaik bagi kita, khususnya umat muslim adalah jaminan bahwa makanan yang dikonsumsi sudah tersertifikasi halal. 

Sistem Jaminan Halal (SJH) ini berarti HokBen sudah menerapkan sistem manajemen terintegrasi yang disusun, diterapkan dan dipelihara untuk mengatur bahan, proses produksi, produk, sumber daya manusia dan prosedur dalam rangka menjaga kesinambungan proses produksi halal sesuai dengan persyaratan LPPOM MUI yang tercantum pada HAS 23000:1 tentang Kriteria Sistem Jaminan Halal. 

Ada 11 Kriteria Sistem Jaminan Halal yang harus dipenuhi, yaitu: 

1. Kebijakan Halal 
Manajemen puncak harus menetapkan kebijakan halal tertulis yang menunjukkan komitmen perusahaan untuk menghasilkan produk halal secara konsisten. 

2. Tim Manajemen Halal 
Kebijakan halal harus didiseminasikan kepada semua stakeholder. Yang dimaksud stakeholder di sini adalah semua manajemen, tim manajemen halal, pekerja, hingga supplier. Maksud Diseminasi adalah bahwa kebijakan halal oleh manajemen disebarkan secara terencana, terarah dan dikelola dengan profesional. 

3. Pelatihan dan Edukasi 
Perusahaan harus mempunyai prosedur tertulis pelaksanaan pelatihan untuk semua personel yang terlibat dalam aktivitas kritis, termasuk karyawan baru 

4. Bahan 
Bahan tidak boleh berasal dari bahan haram/najis. Bahan di sini termasuk bahan baku (raw material), bahan tambahan (additive) & bahan penolong (processing aid) misalnya pelarut, katalis, air untuk mencuci, hingga kuas untuk mengoleskan bahan. 

5. Produk 
Produk pada resto mencakup semua menu yang disajikan, baik dibuat sendiri oleh perusahaan maupun menu yang dibeli dari pihak lain (menu titipan, rekanan), termasuk menu musiman dan menu ekstra. Selain itu kehalalan produk juga mencakup pemilihan namanya, tidak boleh menggunakan nama-nama berkonotasi negatif, misal “Mie Setan” atau vulgar. 

6. Fasilitas Produksi 
Produksi halal hanya dibolehkan di fasilitas produksi yang memenuhi kriteria Fasilitas produksi ini mencakup bangunan, ruangan, mesin, peralatan utama, peralatan pembantu sejak penyiapan bahan, proses utama, hingga penyimpanan produk. 

7. Prosedur Tertulis untuk Aktivitas Kritis
Aktivitas kritis itu diantaranya adalah: Seleksi Bahan Baru, Pembelian Bahan, Pengembangan Produk Baru, Pemeriksaan Bahan Datang, Produksi, Pencucian Fasilitas Produksi, Penyimpanan dan Penanganan Bahan & Produk, Transportasi, Pemajangan (Display) dan Penyajian. Semuanya harus dilakukan sesuai prosedur halal. 

8. Kemampuan Telusur 
Maksud ketertelusuran Selalu dapat dibuktikan bahwa produk yang isertifikasi berasal dari bahan yang disetujui (termasuk jika ada pengkodean bahan/produk) dan diproduksi di fasilitas yang memenuhi kriteria. 

9. Penanganan Produk yang Tidak Memenuhi Kriteria 
Perusahaan harus mempunyai prosedur untuk menangani produk yang tidak memenuhi kriteria. Prosedur harus memuat definisi yang tepat tentang produk ini dan cara menanganinya. Misalnya produk yang sudah disertifikasi tetapi terlanjur diproduksi dari bahan yang tidak disetujui dan/atau diproduksi di fasilitas yang tidak memenuhi kriteria. Prosedur ini bersifat antisipatif karena kemungkinan kesalahan selalu ada 

10. Audit Internal 
Audit internal ini merupakan verifikasi pemenuhan 11 kriteria yang dilakukan oleh auditor dari internal perusahaan. Prosedur tertulis untuk proses ini harus dimiliki oleh perusahaan. 

11. Kaji Ulang Manajemen 
Evaluasi efektifitas pelaksanaan Sistem Jaminan Halal yang dilakukan oleh manajemen. Kaji ulang manajemen harus dilakukan setidaknya sekali dalam setahun. 

Konsistensi menjaga semua kriteria itu penting, karena Sertifikat Halal sendiri ada masa berlakunya, yaitu selama dua tahun saja, dan sesudahnya harus diperpanjang. Kan pernah tuh ada cerita sebuah bakery terkenal yang pernah mendapat sertifikat halal, namun sesudahnya tidak diperpanjang. Dengan demikian MUI tidak menjamin lagi kehalalan produknya. 

Dengan sertifikat Sistem Jaminan Halal ini, masyarakat yang akan membeli produk-produk HokBen menjadi lebih tentram karena jaminan kehalalannya. 

HOKBEN MAJAPAHIT RESTO HALAL PILIHAN KELUARGA

Acara Kumpul Bareng bersama HokBen memang selalu ditunggu-tunggu karena sarat ilmu dan juga para bloger selalu disambut dengan hangat. Sama saat kami diterima oleh Store Manager HokBen Majapahit Semarang, Mas Agustinus Wahyu Purnomo, di gerai HokBen terbaru di Jalan Majapahit Semarang. 

Gerai HokBen Majapahit dengan luas lahan kurang lebih 1000 meter persegi merupakan gerai berkonsep stand alone yang pertama di Semarang. Gerai yang berdiri sendiri ini punya fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan gerai HokBen lain yang berada di dalam mal. Dengan ukuran yang lebih luas, gerai HokBen Majapahit terdiri dari dua lantai, punya kapasitas 160 kursi, dengan ruangan privat yang bisa digunakan untuk rapat, arisan, dan acara lain. 



Musala juga tersedia di lantai dua, lengkap dengan tempat wudu yang terpisah dari toilet. Selain untuk makan di tempat (dine in), dibawa pulang (take away), HokBen Majapahit juga ada layanan Drive Thru-nya. Untuk layanan ini khusus bagi pengendara kendaraan bermotor ya, baik roda empat maupun roda dua. Kami juga sempat mencoba layanan Drive Thru ini. Cepat dan efisien. 

Ada Drive Thru di HokBen Majapahit
Selain semua fasilitas tadi, Layanan untuk Ulang Tahun juga tersedia di HokBen Majapahit. Bagi yang tidak sempat datang ke gerai bisa mendapatkan produk HokBen melalui layanan pesan antar via HokBen Delivery di 1 500 505 atau ojek online. 

Rasanya nyaman makan bareng keluarga atau sahabat di HokBen Majapahit. Ruangan di dalam dilengkapi dengan pendingin ruangan, terpisah dari ruangan yang khusus diperuntukkan untuk merokok, di teras lantai dua. 

Ruang-ruang di HokBen dihiasi warna-warna HokBen sesuai dengan konsep gerainya yang mulai 2013 hadir dengan tampilan, pelayanan, dan nuansa yang lebih segar dan bersahabat. 

Hokben Community Pattern

Hokben Community Pattern mendominasi dinding ruangan gerai Hokben. Saya baru tahu kalau pola-pola berwarna kuning cerah itu ternyata memiliki makna. 

Welcoming Hello
Hokben akan menyambut pelanggan dengan ramah 
Parent and Kid
Hokben menyediakan makanan yang sehat untuk seluruh anggota keluarga dari orang tua sampai anak-anak. 
Friendship
Hokben menjadi tempat berkumpul bersama sahabat dan keluarga 
Respect
Setiap pelanggan akan dilayani dengan sepenuh hati 
Pride
Rasa bangga HokBen telah berhasil dikenal masyarakat luas dan menyajikan menu terbaik untuk pelanggan 

HokBen Community Pattern ini selain tercermin dalam desain dan tampilan gerai, juga tercermin dalam pelayanan yang diberikan oleh karyawan HokBen. Terbukti sambutan pak Agustinus dan teman-teman di HokBen Majapahit selama acara Kumpul Bareng yang selalu ramah dan sabar menghadapi GRes yang penuh semangat. Hehe. Setelah mendapatkan ilmu yang bermanfaat, GRes dijamu dengan menu-menu HokBen yang halal dan lezat ditambah lagi oleh-oleh untuk keluarga di rumah. 


Jadi betah berlama-lama kumpul bareng GRes di HokBen Majapahit. Tidak perlu ragu memilih HokBen Majapahit untuk acara bareng keluarga, sahabat, dan kolega. Fasilitas oke, dan menunya lezat, bergizi dan terjamin halal.

Oiya, follow juga akun-akun sosial media HokBen untuk mendapatkan berita terkini dan promo-promo terbaru dari HokBen.

Sosial Media HokBen


Sumber tulisan: 
Materi Kumpul Bareng Komunitas Blogger Semarang - Manajemen Hoka-Hoka Bento
Materi Sosialisasi Pengantar Sertifikasi Halal dan Sistem Jaminan Halal LPPOM MUI Jawa Tengah
Website: www.hokben.co.id


Saturday, January 19, 2019

Mala: Chapter Zero


“Nih, paket buat lo!” 

“Buset!” Mala berusaha menangkap kardus yang dilempar Yori ke pangkuannya. “Handle with care, dong! Kalo rusak gimana,” gerutu Mala lalu memeriksa paketnya dengan penuh sayang. Diperiksanya setiap sudut kardus coklat berbalut plastik bertuliskan namanya itu. 

“Ngapain lo?” sergah Mala ketika menyadari Yori menatap penuh minat kepada paket di tangannya. 

“Gue penasaran aja apa lagi yang lo beli. Buku apa lagi, maksud gue.” 

Mala mengrenyit, hafal dengan nada suara Yori yang penuh sindiran. 

“Yaah mumpung diskon, Yor. Lagian buku ini udah susah dicari di toko, kemarin kebetulan ada yang jual yang edisi pertama, dikasih bonus lagi.” 

Yori menghela nafas. “Liat tuh, Mal, meja ruang tengah penuh sama buku lo. Bufet ibu kos juga isinya buku-buku lo. Kamar lo sendiri udah kayak gudang buku,” Yori mulai mengabsen. “Emangnya lo sempet baca semuanya? Apa lo mau bikin perpustakaan?” 

“Gue kan beli pake duit sendiri, kenapa lo yang repot?” gerutu Mala sambil melangkah menuju kamarnya dan menutup pintu. 

“Nggak ada gunanya beli buku banyak kalo nggak dibaca!” Teriakan Yori masih terdengar dari balik pintu. 

Di dalam kamar kosnya yang aman, Mala mulai membuka paket berisi buku pesanannya dengan hati-hati. Mala menimang-nimang buku itu dan mulai mencari tempat untuk menyimpannya. Dua kardus bekas air mineral di bawah tempat tidurnya sudah penuh buku. Rak buku kecil tiga tingkat itu apalagi. Mala memutar otak. Kamar kosnya hanya berukuran tiga kali tiga meter. Lemari pakaian, tempat tidur dan meja rias sudah membuat ruangan sesak. Tak mungkin Mala beli satu rak buku lagi untuk menampung koleksinya. 

Hobi Mala beli buku tidak sebanding dengan waktu luangnya untuk membaca. Apalagi semenjak Mala punya bos baru yang gila kerja dan hobi mengajak satu ruangan untuk lembur bareng. Akibatnya delapan puluh persen buku yang dibeli Mala masih berada dalam kemasan plastik. 

Mala meraih tas belanja kain dari supermarket dan menyimpan buku barunya di dalamnya. Pandangannya menyapu ruangan dan tertumbuk pada sedotan alumunium di dalam gelas es tehnya. Di sudut ruangan teronggok botol-botol plastik kemasan minuman yang sudah siap disetor untuk ibu kos yang menjadi koordinator kegiatan daur ulang di komplek. Brosur acara kantor minggu depan untuk kampanye “Zero Waste” tergeletak di atas meja. 

Beberapa saat Mala merenungi seisi kamarnya. 

Kemudian: 

“Yor! Sini cepet!” teriak Mala. “YORI!” 

Tak sampai lima detik pintu kamar Mala menjeblak terbuka. 

“Eh gila lo teriak-teriak gue kira ada apa!” omel Yori melihat Mala sedang bersila di lantai. Buku-buku bertumpuk di sekitarnya. 

“Lo pernah bilang ada rumah baca di tempat lo jadi relawan itu. Masih sering ke sana?” 

Yori mengangkat alis. 

Catatan Mala: 
Zero waste bukan cuma untuk barang lama yang tidak terpakai, tapi juga barang baru yang entah kapan bakalan dipakai. 

#roadto4thgandjelrel 
#blogchallengegandjelrel 

Gambar modifikasi dari: <a href="https://www.freepik.com/free-vector/doodles-ecology-set_1538752.htm">Designed by Macrovector</a>