Tuesday, October 8, 2019

Jadikan Dapur Tempat Aman Bersama Mebo dan Mederma


Memasak bagi sebagian orang adalah kewajiban semata. Apalagi buat ibu-ibu, terkadang memasak rutin untuk keluarga bisa menjadi beban yang melelahkan. Kalau saya berusaha selow untuk urusan dapur. Meskipun suka masak, jika waktu terbatas cukuplah memasak menu sederhana, yang penting bisa menambah gizi keluarga. Kalau waktu cukup longgar, bisalah ditambah menu-menu yang agak rumit dibuat. Kalau lagi repot, tinggal beli makanan di luar. 

Anak-anak saya, keduanya laki-laki, juga saya biasakan mengenal dapur sejak dini. Awalnya mereka saya ajak bantu-bantu bikin kue atau roti. Kemudian tingkat kesulitan meningkat jadi merebus air, memasak telur, dan bikin roti bakar sendiri. Saya bersyukur sekarang di usia 9 dan 11 tahun, anak-anak bisa menyiapkan sendiri makanan sederhana. Dengan memasak anak-anak bisa berlatih inisiatif, kreativitas dan kemandirian. 

Saya sadar kalau dapur bukanlah tempat yang sepenuhnya aman untuk anak-anak. Makanya mereka sejak dini saya peringatkan tentang hal-hal yang harus diwaspadai ketika berada di dapur. Seperti harus ingat mematikan kompor, berhati-hati supaya tidak menyentuh wajan atau panci panas termasuk juga apa yang harus dilakukan jika kulitnya terkena panas. Meskipun di dapur banyak benda-benda yang mengandung risiko bahaya, ada kok tipsnya supaya tetap aman buat keluarga. 

Cocok sekali dengan tema dari acara Mebo Mederma Women's Community di #Semarang dengan tema “Regrets Comes Later” Bebas Beraktivitas di Rumah dengan Meminimalkan Risiko Luka Bakar Ringan. Acara yang diselenggarakan #Combiphar ini diadakan di Hotel Noormans Semarang pada 29 September 2019. 

Ibu Dyah selaku Manager Activation PT Combiphar menyambut ibu-ibu anggota dari berbagai komunitas dan menyampaikan pentingnya tema kali ini karena yang namanya luka bakar itu sangat berpotensi terjadi di rumah. 

FACT: 
Prevalensi Luka Bakar di Indonesia sekitar 2,2% 
Artinya 2,2 % dari populasi di Indonesia mengalami luka bakar yang membutuhkan penanganan medis setiap tahunnya. 
69% kejadian luka bakar terjadi di rumah tangga dan 80%-nya bisa dicegah. 

Dari semua tempat di muka bumi ini, ternyata rumah juga menempati urutan pertama sebagai Tempat Kejadian Luka Bakar pada Anak: 

84% di Rumah  
8% di Luar rumah  
3 % di Jalanan
1% di Area perdagangan/ penjualan jasa
1% di Sekolah
3% di tempat Lain-lain 

Wah pas sekali di acara ini ada dokter Erythrina Permata Sari (dokter Ery) dari Divisi Bedah Plastik – Departemen Bedah RSUP Dr. Kariadi dan FK Universitas Diponegoro Semarang yang memberian informasi tentang Penanganan Luka Bakar Sehari-hari agar Bekas Luka Minimal, Brand Manager dari Mebo-Mederma: Ibu Hernita Astriani, S.Farm., Apt, dan Chef Andreas dari Noormans Hotel Semarang yang memberikan Tips Mengamankan Dapur plus resep memasak yang praktis dan lezat. 

Apa Itu Luka Bakar? 

Luka bakar adalah kerusakan yang disebaban oleh paparan suhu yang ekstrim (panas maupun dingin) sehingga menyebabkan kerusakan jaringan. 

Secara awam kita tahunya yang namanya luka bakar itu karena kulit kita terkena api. Ternyata ada beberapa hal lain yang bisa menyebabkan luka bakar juga yaitu: 

1. Api 
Di dalam rumah, sumber api utamanya berada di dapur. Meskipun kita harus mewaspadai juga api yang muncul karena rokok, api lilin, atau pembakaran sampah. Ini adalah pesan yang disampaikan dokter Ery untuk mengatasai bahaya api di dapur.


Sumber gambar: Google

2. Air panas (Scald Burn)
Kita jangan sampai lalai pada suhu makanan dan minuman yang disajikan untuk keluarga, jangan sampai mendidih atau terlalu panas.
Hal lain yang sering terlupakan adalah suhu air mandi untuk bayi. Selalu tes dulu suhu air di bak mandi untuk bayi atau anak dengan menggunakan punggung tangan kita. 

21,5% kejadian luka bakar disebabkan oleh air panas dan minuman panas 
57% dari kejadian Scald Burn terjadi pada anak-anak. 

3. Ledakan gas/ bahan mudah terbakar lainnya 

4. Sunburn/ panasnya matahari 
Hidup di iklim tropis dengan matahari bersinar sepanjang tahun membuat kita harus waspada dengan memakai pelindung kepala, pelindung wajah dengan suncreen ber-SPF cukup. 

5. Chemical burn atau karena bahan kimia 
Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan karet, atau kacamata untuk menghindari terpapar obat-obatan kimia yang dipakai sehari-hari di rumah seperti obat pembersih kamar mandi. 

6. Therapeutic Burn misalnya dari tindakan operasi atau dari perawatan laser 

7. Listrik 
Jika terjadi kejadian sengatan listrik, jangan pernah mencoba menghentikan listrik / memberikan bantuan dengan tangan tanpa perlindungan/ isolator. 

Tata Laksana Luka Bakar Ringan 

Mengingat risiko yang besar akan luka bakar di rumah, khususnya di dapur, ada baiknya kita membekali diri dengan pengetahuan bagaimana jika terjadi luka bakar. Dokter Ery menjelaskan tentang Penanganan Luka Bakar Sehari-hari agar Bekas Luka menjadi Minimal. 

Pertama, hempaskan segala mitos tentang penanganan luka bakar yang tidak terbukti secara ilmiah kebenarannya. Kecap, margarin, pasta gigi, es batu, putih telur, bukanlah obat luka bakar. Seperti juga cerita dari Mbak Ika Puspitasari -seorang influencer-, yang pernah mengoleskan pasta gigi untuk luka bakar anaknya, mitos seperti itu perlu diluruskan.

Yang ada menurut pengalaman dokter Ery, ketika kulit yang terluka bakar sudah diolesi benda aneh-aneh, dokter akan sulit untuk membersihkan lukanya. Belum lagi risiko kontaminasi bakteri dan zat-zat kimia dari bahan-bahan tadi bisa mengakibatkan infeksi. 

Ini adalah Tata Laksana Luka Bakar Ringan yang disampaikan dokter Ery: 

1. Hentikan proses pembakaran (jauhkan dari sumber panas). Kemudian lepas semua perhiasan atau benda yang menempel pada tubuh (kaca mata, jam, kalung, gelang, cincin). Jika tubuh atau bagian tubuh terbakar api segera lakukan Stop-Drop-dan Roll. Atau jatuhkan tubuh ke permukaan tanah dan berguling-guling hingga api padam. 
Stop – Drop – Roll (jika tubuh terbakar api) 
Sumber gambar: Google
2. Dinginkan Luka selama 15-20 menit di air bersih yang mengalir. Suhu air cukup dingin tapi jangan gunakan air es. Air akan mencegah panas masuk ke dalam lapisan kulit lebih dalam lagi.  

3. Jangan oleskan bahan-bahan aneh bin ajaib seperti margarin ke luka karena bisa mempersulit penilaian kedalaman luka bakar. Luka bakar bisa menjadi lebih dalam dan sulit untuk dibersihkan. 

4. Bila terjadi gelembung tidak boleh sembarang dikelupas atau dipecahkan. Dokter akan mengelupas gelembung luka dengan alat dan kondisi yang steril. Jika gelembung pecah dengan sendirinya, biarkan apa adanya. 

5. Berikan balutan yang bersih dan longgar dan tidak lengket. Bisa memakai kassa steril atau kain tipis yang bersih.

Sumber: Instagram MeboCombiphar
 6. Jangan ditutup dengan tissue/ kapas karena bisa menempel pada luka dan susah dibersihkan.

7. Berikan Salep yang baik untuk luka bakar. Dokter Ery mengatakan penggunaan salep Mebo di tempat prakteknya untuk mengobati luka bakar. 

8. Bawa ke tempat layanan medis, khususnya untuk anak-anak, harus dibawa ke dokter, untuk memastikan kedalaman luka bakar. Dokter Ery sempat bercerita ada anak yang terlambat ditangani luka bakarnya, sehingga mengakibatkan pertumbuhan si anak terhambat. 

Hindari Penyesalan: Selalu Sedia Mebo dan Mederma 
Salep Mebo dan Mederma dari Combiphar

Pepatah (kekinian) mengatakan, yang namanya penyesalan itu datangnya belakangan, sebab kalau di depan namanya pendaftaran hehe. Sebagai orang tua, salah satu penyesalan saya karena dua anak saya punya bekas knalpot di betis mereka. 

Meski saya tidak termakan mitos dengan mengoleskan odol atau mentega ke luka anak-anak, tetap saja luka itu masih membekas sampai sekarang meski sudah dua tahun berlalu. Saya sendiri juga “berbakat” keloid. Jadi kalau kulit tergores sedikit saja, bisa meninggalkan goresan yang timbul.

Penyesalan saya persis dengan yang disampaikan Ibu Hernita selaku Brand Manager dari Mebo-Mederma, yang membuat beliau terinspirasi untuk mengadakan acara #mebomedermawomenscommunity di #Semarang kali iniJangan sampai nih, kita merasakan penyesalan karena kurang prepare dengan bahaya luka bakar dan luka.

Komplikasi akibat luka bakar adalah timbulnya bekas luka, infeksi dan kontraktur (luka parut yang berlebihan di daerah luka). Karena itu penting untuk menangani luka dengan tepat di masa krusial yaitu 4 jam pertama. 
Proses penyembukan luka bakar, sangat tergantung dari PERTOLONGAN PERTAMA yang diberikan. 
Waktu krusialnya adalah 4 JAM PERTAMA sejak kejadian. 
Sebelum luka yang ada bertambah parah dan terinfeksi. 


Mebo Salep Luka Bakar 

Luka bakar adalah kerusakan pada kulit yang sering disebabkan oleh panas dan bisa sangat menyakitkan hingga mengakibatkan gejala seperti: 

- Kulit memerah 
- Kulit mengelupas 
- Luka melepuh 
- Kulit hangus 
- Pembengkakan 



Untuk lebih paham kita perlu tahu Tipe-tipe dari Luka Bakar berikut ini:

1. SUPERFICIAL ciri-cirinya: Muncul Rasa Sakit, Painful, tidak ada pembengkakan, memerah. Saya baru tahu kalau luka bakar yang rasanya sakit/ perih itu berarti luka bakar yang ringan. 
2. PARTIAL THICKNESS ciri-cirinya: Melepuh, Lembab, ada rasa sakit 
3. FULL THICKNESS ciri-cirinya: Kering, Tidak berwarna/ pucat, tidak ada rasa sakit 

Derajat Luka Bakar



Nah, Salep Mebo hadir di Indonesia sejak 2006 sebagai pilihan terpercaya untuk luka bakar. Mebo dari #mebocombiphar tidak mengandung antibiotik kimia, terbuat dari bahan alami atau herbal. Bahan herbal yang ada di dalam Mebo adalah Phellodendri chinensis Coptidis rhizome, Scutellariae radix, Minyak Wijen dan Beeswax.

Mebo memberikan suasana moist (lembab) pada area luka sehingga mempercepat penyembuhan luka bakar.

Dalam Minyak Wijen terdapat kandungan β-sitosterol yang berfungsi mengurangi peradangan pada luka bakar seperti adanya pembengkakan, kemerahan, gatal, serta meredakan rasa nyeri. Selain itu minyak wijen dapat menyerap sisa panas pada area luka bakar, sehingga bisa mengurangi tingkat keparahan luka bakar. 

Kandungan lipid serta vitamin E dan K berfungsi sebagai sumber nutrisi yang dibutuhkan untuk sel-sel pada kulit serta menunjang pemulihan jaringan, sehingga mengurangi potensi timbulnya bekas luka. 


Cara pemakaian Mebo adalah dioleskan pada luka dengan ketebalan 1 mm (dioles tipis saja) setiap 4 – 6 jam sekali. 



Mederma Salep untuk Luka 

Seiring dengan fase penyembuhan, luka bakar akan menjadi parut atau skar. Parut atau bekas luka ini adalah proses alami dari tubuh untuk menutup luka. Sebagian besar cedera keseharian, misalnya luka iris, luka gores, luka abrasi atau luka bakar dapat dikatakan tidak berbahaya. Namun, bekas luka mungkin akan timbul jika luka tersebut terjadi pada lapisan kulit yang lebih dalam. 

Ada beberapa macam parut yang bisa timbul di kulit kita yaitu parut normal dan parut tidak normal seperti hipertrofik, keloid, dan hipotrofik. 

Proses penyembuhan luka sendiri ternyata tidak hanya bergantung dari seberapa luas atau dalam luka kita, tapi juga bergantung pada:
1. Usia
2. Jenis Kulit
3. Kondisi Hormonal
4. Lokasi luka
5. Komplikasi lainnya

Kita kan kepinginnya bekas luka hilang sepenuhnya dari kulit kita, atau setidaknya tersamarkan.  Intinya bekas luka akan lebih cepat memudar jika cepat ditangani. Untuk menyamarkan bekas luka kita membutuhkan pertolongan yang tepat, yaitu menggunakan Mederma dari #medermacombiphar

Mederma adalah Produk Pilihan untuk perawatan bekas luka oleh Dokter Indonesia 
(Sumber IMDI 2013)

Di Indonesia Mederma telah dipasarkan melalui #Combiphar sejak tahun 2002. Mederma secara signifikan membantu proses penyembuhan luka dalam 8 minggu pemakaian untuk bekas luka baru. (Hasilnya berbeda-beda di masing-masing individu)

Mederma tidak hanya bekerja di permukaan kulit tapi juga meresap dan memperbaiki bekas luka hingga ke bagian dalam kulit sehingga perawatan lebih efektif dan secara menyeluruh. Mederma juga terbukti efektif dan aman untuk kulit orang Asia, setelah dilakukan penelitian pada 26 pasien Asia pasca operasi Caesar, dan tidak ditemukan efek samping penggunaannya. 

Mederma aman pada kulit orang Asia.
Gel Mederma berbeda dengan gel silikon. Gel silikon hanya bekerja untuk menjaga kelembaban luka, sementara Mederma bekerja secara aktif di bawah lapisan dalam kulit yang terluka. 

Gel Mederma Vs Gel Silikon
Sumber: Materi Mebomederma Women's Community - Semarang "Regret Comes Later"

Gel Mederma mengandung bahan alami ekstrak Onion, Allantonin, dan Aloe Vera yang bermanfaat untuk: 
  • Mempercepat proses penyembuhan 
  • Mengurangi warna kemerahan 
  • Membuat luka lebih halus dan tersamarkan
Mederma digunakan segera setelah luka kering. Dan berikut adalah cara menggunakan Mederma untuk mendapatkan hasil maksimal. 
1. Mederma hanya digunakan ke luka yang sudah benar-benar tertutup (tidak ada lagi cairan). 
2. Dimulai dari tengah luka ke sisi luar, dan dipijat lembut pada luka.
3. Dilanjutkan dengan gerakan memutar kecil sampai Mederma diserap oleh kulit seluruhnya. 

Cara penggunaan Mederma
Sumber: Materi Mebomederma Women's Community - Semarang "Regret Comes Later"

Untuk luka baru: Gunakan 3 sampai 4 kali sehari selama sekurangnya 8 minggu. 
Untuk luka lama: Gunakan 3 sampai 4 kali sehari selama sekurangnya 3 sampai 4 bulan.

Amankan Dapur Kita

Siapa lagi yang paling mengerti apa yang harus dilakukan untuk keamanan dapur selain orang yang sehari-hari menghabiskan waktu berjam-jam di dalamnya. Seorang Chef bisa dibilang adalah orang yang tahu seluk beluk dapur dari A sampai Z. Chef Andreas dari Hotel Noormans Semarang bercerita bahwa di rumahnya, dapur adalah tempat rekreasi yang menyenangkan. Cocok sama saya yang menganggap dapur bisa menjadi wahana edukasi buat anak-anak. Nah, chef Andreas membagikan tips bagaimana kita bisa memahami tentang:  

1. Tata Laksana Dapur yang baik 
2. Menghindari/ meminimalisir terjadinya kecelakaan di dapur 
3. Memasak Makanan Praktis, Lezat dan Bergizi 

Tata Laksana Dapur 

Mengapa dapur ini menjadi tempat yang asyik tapi sekaligus penuh risiko? Jika kita lihat dari tiga hal saja dulu: Di dapur, ada api (kompor) ada alat listrik (microwave, oven), dan ada benda tajam (pisau). 

Singkatnya dapur adalah tempat berkumpulnya aneka peralatan dan benda-benda yang memiliki risiko membahayakan jika kita tidak hati-hati. Diantaranya Chef Andreas mengingatkan kita untuk berhati-hati pada benda-benda berikut ini: 

1. PISAU 
  • Simpan pisau di tempat yang aman. Pastikan bagian tajam tidak mengarah ke atas. Punya tempat dudukan pisau yang kokoh. 
  • Jauhkan pisau dari jangkauan anak-anak. 
  • Ketika memakai pisau, perhatikan posisi tangan. Bawa pisau di bawah lengan dalam agar tidak berisiko menusuk orang dari depan. 
  • Ketika memotong, pegang pisau dengan kuat/ mantap. Posisikan jari menekuk ke dalam sedemikian rupa agar tidak teriris pisau. 
  • Pastikan talenan yang dipakai tidak licin/ alasi talenan dengan kain supaya tidak mudah bergeser. 

2. KOMPOR 
  • Letakkan kompor di ruangan yang berventilasi baik. Jangan di ruang tertutup karena sirkulasi udara itu penting. 
  • Posisikan kompor di alas/ meja yang kokoh dengan tinggi sesuai dengan tinggi badan. 
  • Perhatikan juga kebersihan kompor. Burner kompor jangan dibiarkan kotor. Jangan remehkan tetesan minyak karena bisa memicu api yang besar. 
  • Perhatikan juga kondisi selang gas. Segera ganti jika terlihat retak atau bahkan tercium ada kebocoran. 

3. MICROWAVE 
  • Posisikan microwave di alas yang kokoh dan beri jarak dari tembok. 
  • Penyebab kebakaran microwave adalah penggunaan yang tidak tepat, yaitu dari alat-alat yang dimasukkan ke dalamnya. Jadi pastikan perangkat yang dimasukkan ke dalam microwave aman. Biasanya bisa dilihat di bagian piring/ mangkuknya, pastikan tidak ada lapisan tambahan di sekeliling piring. (Lihat juga label microwave safe yang biasanya ada di bawah alat makan) 
  • Jangan masukkan makanan kaleng langsung dengan kalengnya di microwave. Seringkali untuk alasan kepraktisan, tapi ini sangat berbahaya karena bisa meledak. Termasuk hindari penggunaan alumunium foil di microwave. 
  • Jaga selalu kebersihan microwave. Kerak-kerak yang timbul harus sering dibersihkan dengan lap lembut. 
  • Jangan letakkan benda-benda di atas microwave. Vas bunga atau foto keluarga diletakkan di atas meja saja ya. 

Hindari Kecelakaan di Dapur

Prinsip kehati-hatian diperlukan dan penting bagi kita untuk melakukan tindakan antisipatif Untuk Meminimalkan Risiko Kecelakaan di dapur. 

1. Awasi Anak-Anak 
Jangan biarkan anak-anak berada di dapur tanpa diawasi. Jangan sampai anak-anak berlari-larian di dapur. Kerabat saya pernah 80% tubuhnya melepuh gara-gara menaiki mobil-mobilan dan menubruk meja kompor sehingga air mendidih di dandang menumpahi tubuhnya. 

2. Hati-Hati Panas 
Sumber panas di dapur bukan hanya api kompor, tapi juga panci atau wajan panas, termasuk minyak panas dari penggorengan. Pastikan kita memakai peralatan yang tepat untuk memegang benda-benda yang bersuhu tinggi. Seperti lampin atau serbet kering. Jika membuka panci panas, pastikan tutupnya dibuka ke arah berlawanan dari muka kita. Jika memasak untuk mengurangi minyak panas terciprat, minimalkan dulu kandungan air di bahan makanan, misalnya menyerap air di ikan yang akan digoreng dengan kain. 

3. Fokus dan Jangan Panik 
Jangan memasak sambil mengerjakan hal lain seperti: mengoperasikan ponsel atau menggendong anak. Jika terjadi kebakaran atau api naik jangan panik. Sedia selalu lap tebal yang lembab, hingga bisa digunakan untuk memadamkan api. 

4. Sedia Alat Pemadam Api Ringan (APAR) 
Investasikan dana untuk membeli APAR. Karena APAR berisi bahan kimia, pastikan penggunaannya sudah sesuai dengan kondisi atau tingkat bahaya api. 

5. Lengkapi Kotak P3K dengan Mebo dan Mederma 
Selalu sedia obat yang tepat supaya bisa melakukan pertolongan pertama. 


Intisari dari berada di dapur adalah menghasilkan masakan yang dibuat dengan penuh kasih sayang untuk seluruh anggota keluarga kita. Dengan mengetahui tata laksana yang baik di dapur, dan bagaimana caranya meminimalkan risiko kebakaran, rasanya jadi lebih tenang mengajak anak-anak untuk ikut berkiprah di sana.

Chef Andreas memberikan resep Spaghetti yang mudah dibuat dan bisa dipraktekkan bareng anak-anak juga lho! Ini dia resepnya:

Resep Spaghetti Aglio E Olio ala Chef Andreas

Bahan-bahan: 
  • Spaghetti
  • Ikan Salmon
  • Kaldu Ikan
  • Krim
  • Jamur kancing (diiris-iris)
  • Tomat (iris sedikit bagian bawahnya supaya tidak menggelinding)
  • Daun Basil
  • Lemon
  • Bawang Putih
  • Garam dan Lada
  • Olive Oil

Cara Membuat:
  • Rebus Spaghetti di air mendidih yang sudah diberi garam dan dituang minyak selama 8 menit (al dente). Angkat dan sisihkan. 
  • Pan sear Ikan Salmon di wajan anti lengket dengan minyak zaitun (goreng bagian kulitnya di bawah lebih dahulu), kemudian pindahkan ke piring, dan matangkan di microwave. 
  • Tumis bawang putih di minyak bekas menggoreng ikan. Masukkan kaldu ikan dan krim. 
  • Masukkan tomat juga air lemon.  
  • Masukkan daun basil dan jamur.  
  • Sempurnakan rasa dengan garam dan lada.
  • Masukkan dan tumis spaghetti yang sudah ditiriskan ke dalam wajan.
  • Hidangkan bersama salmon. 

Hidangan super lezat dan sehat ini bisa dimasak dalam waktu 15 menit saja. Caranya sangat mudah dan praktis. Tapi jangan lupa ya, selalu sedia obat yang tepat untuk mengantisipasi luka bakar ringan dan luka yang mungkin terjadi di dapur kita, supaya kita dan anak-anak tetap aman beraktivitas bersama. 



Sediakan selalu Mebo dan Mederma di dalam kotak P3K di Rumah. 
Dapatkan di Century, Guardian, Watson, Apotik Kimia Farma, Apotik K-24 dan toko farmasi lainnya. Lebih baik sedia payung sebelum hujan, jangan sampai "Regret Comes Later".



Keseruan Acara Mebo-Mederma Women's Community di Semarang

Dapatkan informasi tentang Combiphar di:
Facebook: Combiphar Indonesia
Instagram: Combiphar

Referensi dan Sumber gambar: 
Materi Mebo Mederma Womens Community di Semarang dengan tema “Regrets Comes Later” Bebas Beraktivitas di Rumah dengan Meminimalkan Risiko Luka Bakar Ringan yaitu: 
Paparan dr. Erythriana Permata Sari 
Paparan Brand Manager Mebo-Mederma: Hernita Astriani, S.Farm., Apt.
Paparan Chef Andreas (Hotel Noormans Semarang)

http://mederma.combiphar.com
http://mebo.combiphar.com

Sumber gambar diedit dari:Freepik.com

Sunday, October 6, 2019

Colorful Asus VivoBook Ultra A412 - Essential for You



Saya ngaku bukan light traveller, alias selalu saja bawa-bawa barang seabrek ketika akan bepergian. Apalagi kalau harus pergi keluar kota. Biasanya ada satu koper untuk pakaian, plus satu ransel atau tas gede untuk barang-barang lain, yang saya sebut “essential item” atau “barang wajib”. 



My essential item di tas tentengan itu adalah dompet, ponsel plus chargernya, powerbank, botol isi air minum, tisu basah, sapu tangan, dompet make-up (yang isinya cuma lipstik sama cushion hihi), sapu tangan, kamera, buku tulis, alat tulis, plus seperangkat alat solat. Kadang masih ditambah cardigan tipis dan tentu saja: laptop.

Rasanya memang nggak tenang aja kalau pergi tanpa membawa laptop. Bagaimana mungkin si laptop ditinggal begitu aja kalau file-file pekerjaan saya ada di dalamnya. Sebagai pekerja lepas dengan lokasi pekerjaan yang kerap berpindah, saya merasa aman dan nyaman kalau bisa mengaksesnya setiap saat. Kalau tiba-tiba ada klien minta proposal, atau ada yang pingin segera revisi denah rumahnya, saya bisa lekas merespon. Mau travelling buat liburan, apalagi travelling terkait pekerjaan, yang namanya laptop jadi barang wajib dibawa layaknya ponsel. 

Dengan bawaan segambreng itu, pernah iseng-iseng saya timbang tas saya dan, wow, beratnya lebih dari lima kilogram. 



Waspada Beban di Pundakmu!


Dari hasil berselancar, menurut American Chiropractic Association (ACA), idealnya beban maksimal tas kita adalah 10% dari berat badan. Jadi misalnya berat badan kita 60 kilogram (I wish hihi), maksimal berat tas kita adalah 6 kilogram. ACA juga menyarankan untuk membagi beban ke lebih dari satu tas jika memang barang-barang yang harus di bawa sangat banyak.


Ada catatan penting nih buat buat ibu-ibu, untuk memperhatikan bobot tas sekolah anak-anak. Mereka kan masih kecil, misal anak SD berat badannya 25 kilogram, berarti berat maksimal ranselnya nggak sampai dua setengah kilogram tuh. Duh, padahal buku-buku pelajaran di dalam tas mereka biasanya buanyak ya. 

Jika rutin atau terlalu sering membawa beban berlebih, dikhawatirkan postur tubuh akan berubah, bahkan bisa menyebabkan masalah tulang belakang. Kalau bagi anak-anak, bisa mengganggu pertumbuhan mereka, lho. 

Kembali ke beban berat di tas saya, saya ngaku seringkali merasa capek memanggul tas sampai pundak, punggung, dan pinggang rasanya kaku dan nyeri. Kata bude pijet, syarafnya kaku kejepit.

Saya suka takjub sama orang-orang yang bisa pergi dengan tas mungil, atau bahkan cuma mengantongi dompet dan ponsel. Rasanya kok enteng banget hidupnya hehe. Tapi bagaimana lagi kalau memang banyak barang yang kudu dibawa. 

Akibat banyaknya barang wajib ini juga, tiap kali bepergian biar semua barang bisa masuk, saya pakai ransel yang itu-itu aja, yaitu ransel hadiah event yang cukup kuat dan gede. Ransel yang bikin tampilan saya macam mau hiking meskipun pakai baju batik. 

Saya pernah tuh, demi alasan biar stylish, memilih tas lain yang lebih kecil dan agak-agak feminim gitu untuk membawa barang-barang wajib saya plus laptop. Hasilnya pundak tetep pegel, bahkan tasnya jebol karena ukuran laptopnya terlalu gede buat dipaksa masuk. 

Laptop, My Essential

Nggak cuma saya kan yang menganggap laptop adalah essential item ketika travelling. Kalau bicara soal laptop, yang terlintas pertama kali di benak saya ya ASUS. Adik saya yang hobi main game pakai laptop ASUS seri Repuclic of Gamers, ASUS pertama saya sendiri dari seri Eee PC.

ASUS dengan brand spirit “In Search of Incredible” memang selalu berusaha menghasilkan perangkat cerdas terbaik yang dapat dinikmati oleh semua penggunanya. Selain laptop, ASUS adalah perusahaan multinasional yang juga memproduksi motherboard, PC, monitor, kartu grafis, dan router terbaik di dunia yang memiliki visi sebagai perusahaan teknologi terdepan dan paling inovatif. 

Berbagai penghargaan diterima ASUS di sepanjang tahun 2018, diantaranya Forbes Global 2000 Top Regarded Companies, dan Thomson Reuters’ Top 100 Global Tech Leaders. Di tahun 2019 ini ASUS juga termasuk dalam Fortune World's Most Admired Companies.


ASUS memang tidak pernah berhenti berinovasi. Didukung lebih dari 5 ribu profesional di bidang Research and Development, ASUS selalu punya desain dan inovasi canggih.


Berbagai varian laptop dari ASUS juga hadir untuk memenuhi beragam kebutuhan penggunanya. Nah salah satunya diperkenalkan di acara ASUS Blogger Gathering Semarang di tanggal 28 September 2019 kemarin. Laptop ini layarnya lebar yaitu 14-inchi, tapi ringan dan singset! 

Cocok banget nih buat mengurangi beban hidup saya, eh maksudnya beban di pundak saya. 

Kenalan dengan ASUS VivoBook Ultra A412 

Waktu lihat bodinya yang kecil dan ramping, banyak yang kecele (tertipu) dengan ukuran layarnya. Biasanya laptop sekecil itu layarnya paling gede 13-inchi. Padahal VivoBook Ultra A412 punya layar 14-inchi! 

Emang berapa sih ukuran VivoBook Ultra A412? 


Ternyata setelah dibandingkan dengan kebanyakan laptop 14 inchi, ukuran bodi VivoBook Ultra A412 itu 20% lebih kecil. 

Tapi kenapa ya dengan layar yang sama, ukuran VivoBook Ultra A412 bisa lebih kecil? Jawabannya karena VivoBook Ultra A412 punya Nano Edge Display. Ini adalah teknologi eksklusif yang bikin bezel pada layar hanya berukuran 5,7mm. Bezel yang tipis ini membuat ukuran bodi VivoBook Ultra A412 bisa diperkecil, dengan screen-to-body ratio hingga 83 persen. Hasilnya layar 14-inchi VivoBook Ultra A412 terlihat lebih luas dibandingkan layar laptop biasa. 

VivoBook Ultra A412 menyandang gelar sebagai “world’s smallest colorful 14-inch ultrabook” atau ultrabook dengan layar 14 inci paling berwarna dan paling kecil di dunia. 


Body Ringkas Performa Tangkas

Meskipun kecil dan ringkas, VivoBook Ultra A412 dilengkapi hardware terkini sehingga tetap powerful. Prosesornya Intel Core generasi ke-8, dan untuk varian tertingginya pakai Intel Core i7-8565U. Di beberapa varian dilengkapi dengan kartu grafisnya NVIDIA GeForce MX250 dengan VRAM sebesar 2GB, dan RAM DDR4, jadi untuk aktivitas sehari-hari performanya sangat tinggi.


Cocok banget sama kebiasaan saya yang kalau di depan laptop sekaligus menjalankan berbagai aplikasi, mulai dari nyetel video, browsing cari bahan kerjaan, sekaligus buka aplikasi desain yang terkenal bikin berat kerjaan laptop. 

VivoBook Ultra A412 juga cepat ketika melakukan booting. Performa yang cepat ini didukung penyimpanan PCIe Gen3X2 NVME SSD berkapasitas 512 GB. Saat ini memang VivoBook Ultra A412 merupakan ultrabook mungil tergesit yang ada. 

Untuk konektivitas, VivoBook Ultra A412 dilengkapi port USB Type-A, USB Type-C, HDMI dan audio port. Pengguna bisa langsung terhubung dengan berbagai perangkat dan asesoris tambahan. Konektivitas nirkabelnya didukung koneksi WiFi dual-band 802.11ac (2x2) dan Bluetooth 4.2. 

ErgoLift Design 


Bagi yang sering bekerja dengan laptop selama berjam-jam, akan paham bahwa lebih nyaman bekerja kalau posisi laptop agak miring. Saya sendiri suka meletakkan laptop di atas tatakan yang miring gitu. Secara ergonomis posisi ini akan membuat tubuh kita lebih nyaman ketika mengetik. 

VivoBook Ultra A412 punya fitur premium ini, namanya ErgoLift Design. Dengan mekanisme khusus, bagian bodi utama VivoBook Ultra A412 akan membentuk sudut dua derajat. Nggak perlu tatakan lagi deh.

Dengan ErgoLift Design, sistem pendingin di VivoBook Ultra A412 juga bisa bekerja lebih optimal, jadi ada sirkulasi udara gitu bisa lewat di celah tadi. Kalau pendinginannya baik, hardware di dalam VivoBook Ultra A412 juga bisa lebih maksimal kerjanya. 

Eh ada tambahan lagi, ada fitur Backlit Keyboard juga lho! Walau berada di ruangan yang minim cahaya, berkat lampu pada keyboard VivoBook Ultra A412, mengetik jadi mudah.

Fingerprint Sensor 


Ada fitur modern yang melekat di VivoBook Ultra A412 yaitu fitur Fingerprint yang terintegrasi dengan Windows Hello. Artinya kita bisa memakai pemindai sidik jari untuk login dan masuk ke akun Windows 10 yang menjadi bawaan VivoBook Ultra A412. Tinggal "tunyuk" kalau kata orang Jawa.

Windows Hello
Wow, senang rasanya begitu buka laptop ada yang menyapa, berasa punya asisten pribadi. Praktis pula karena nggak harus mengetikkan password, dan juga lebih aman, karena tidak sembarang orang bisa membuka-buka isi laptop kita.

Untuk tahu lebih lengkap tentang spesifikasi VivoBook Ultra A412, ini dia:


Komplit ya isinya. VivoBook Ultra A412 memang ultrabook mungil dengan desain stylish dan powerful. VivoBook Ultra A412 cocok buat dibawa ke kampus, kerja, sampai dibawa dolan-dolan. 


Apalagi pilihan warnanya itu lho, ada empat pilihan warna yang bisa bikin kita tampil beda. Kalau saya jatuh hati sama warna Peacock Bluenya VivoBook Ultra A412 . Karena warnanya bisa berubah-ubah dari biru sampai keunguan jika dipandang dari sudut yang berbeda. Ini sih judulnya laptop yang bisa jadi fashion item juga.

Amankah untuk Pundakku?

Dengan sederet fitur keren dan menjanjikan di atas, ada satu pertanyaan penting nih, terkait kesehatan dan kenyamanan hidup hehe. Berapa bobot Asus VivoBook A412? Laptop sebagai essential item yang akan dibawa kemana-mana, selain performa excellent di dalam bodi langsingnya, diharapkan juga bisa bersahabat dengan pundak kita kan?  Jawabannya:

Bobot Asus VivoBook A412 = 1,5 kg 

Iya, bobotnya satu setengah kilogram saja. Hore, langsing dan enteng, bisa dibawa pakai tas-tas cantik nih. Nggak ragu lagi buat nenteng Asus VivoBook Ultra A412 kemana-mana. 


Dari Mahasiswa sampai ibu-ibu dengan aneka profesi tampil keren menenteng VivoBook Ultra A412

Terima kasih ASUS sudah mengenalkan laptop keren ASUS VivoBook A412, dan peluk sayang buat teman-teman yang jadi model di foto saya :)

Sumber gambar dan informasi: 
http://id.asus.com
www.acatoday.org
Modifikasi dari gambar <a href="http://www.freepik.com">Designed by coolvector / Freepik</a>
Shutterstock.com