Friday, May 30, 2014

Surat Untuk Raja Mister Potato



Alkisah Raja Mister Potato dari Kerajaan Kentang Super Enak mengadakan sebuah sayembara. Dalam sayembara itu, Sang Raja mencari orang yang akan diajak menemani kedua putranya, Pangeran Waavy dan Pangeran Veetos jalan-jalan ke Inggris.



Pangeran Waavy, Si Penggila Bola ingin jalan-jalan ke 7 stadion legendaris di Inggris. Stadion-stadion itu adalah Standford Bridge Chelsea, Emirates Stadium Arsenal, White Hart LaneTottenham Hotspur, Old Trafford Manchester United, Etihad Stadium Manchester City, Anfield Liverpool, dan Goodison Park Everton.



Sementara Pangeran Veetoz, Si Pencinta Heritage, telah merancang perjalanan ke 7 ikon Inggris yaitu Buckingham Palace, Big Ben, Wesminters Abbey, Trafalgar Square, King’s Cross Station, London Eye, dan Beatles Museum.

Sumber: Mister Potato




Seluruh rakyat Kerajaan Kentang Super Enak gempar! Semuanya berlomba-lomba mengirimkan surat kepada Raja Mister Potato, supaya terpilih diajak ke Inggris.  



Salah satunya seseorang bernama Winda, yang menuliskan suratnya sebagai berikut:

Kepada
Yang Terhormat Raja Mister Potato
di Kerajaan Kentang Super Enak

Salam hormat kepada Raja Mister Potato,
Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih tiada tara kepada Raja, karena telah membuat cemilan kentang yang super duper enak.  Tanpa cemilan kentang buatan Raja Mister Potato, hidup saya tiada berwarna.

Perkenalkan, saya Winda, seorang arsitek. Disamping mendesain bangunan, saya suka menulis, membaca, dan jalan-jalan. Semua kegiatan itu rasanya tidak lengkap dilakukan tanpa ditemani cemilan. Berkat cemilan kentang produksi Raja Mister Potato, semua kegiatan saya jadi tambah menyenangkan.

Saya sangat gembira ketika mendengar Raja Mister Potato mengumumkan sayembara #InggrisGratis ini. Apalagi hobi saya jalan-jalan! Dan saya belum pernah sampai ke Inggris. Wuih, senangnya kalau bisa kesana. Karena itu Raja, pilihlah saya menemani kedua putra raja, Pangeran Waavy dan Pangeran Veetos ke Inggris. Plis.

Kenapa? Karena saya akan penuh semangat sorak-sorak bergembira menemani Pangeran Waavy ke 7 stadion-stadion legendaris pilihannya.  Meskipun saya bukan penggila sepak bola, saya sangat mengagumi bangunan stadion-stadion itu, yang dibuat dengan segala kemegahan dan kecanggihannya. Stadion Old Trafford, misalnya, kok bisa ya, di awal abad 19, arsiteknya Sir Archibald Leitch mendesain stadion sedemikian megah. Bahkan hingga lebih dari seratus tahun kemudian Stadion Old Trafford masih dinobatkan sebagai salah satu stadion termegah di dunia.

Nanti suatu saat, saya ingin bisa merancang bangunan sekeren itu. Saya juga ingin membagikan pengalaman itu kepada teman-teman saya, supaya bersemangat membuat bangunan stadion yang lebih keren dibandingkan di Inggris.

Namun harapan saya sesungguhnya adalah menemani Pangeran Veetos melihat 7 ikon Inggris. Bagaimana tidak? Saya pencinta bangunan bersejarah! Melihat Buckingham Palace, Big Ben, Wesminters Abbey, Trafalgar Square, King’s Cross Station dengan mata kepala sendiri akan membuat saya merinding disko. Itu semua kan bangunan peninggalan masa lalu dengan cerita sejarah kerennya masing-masing. Apalagi jika jalan-jalan bersama Pangeran Veetos, dijamin kaki saya tidak akan gempor.

Dan mungkinkah Raja juga telah mengatur pertemuan antara Pangeran Veetos dan Pangeran Waavy dengan kedua Pangeran Inggris, Prince William dan Prince Harry di di Buckingham Palace? Saya bisa naik ke langit ke tujuh jika bisa berfoto dengan empat pangeran!

Belum lagi ditambah kunjungan ke Beatles Museum. Saya penasaran dengan kisah-kisah The Beatles, hingga bisa membuat puluhan lagu hits legendaris yang tetap enak didengar hingga saat ini. Saya suka banget sama lagunya yang berjudul I Will. Kalau boleh saya ingin nyanyi lagu itu, spesial buat Pangeran Veetos. Saya harap Pangeran terkesan dengan nyanyian saya hingga tidak keberatan menemani saya naik London Eye.

Bagai mimpi jadi kenyataan jika bisa duduk di atas roda raksasa London Eye bersama Pangeran Veetos. Duh, romantis abis. Apalagi dengan ketinggian 135 meter, seluruh penjuru kota  bisa terlihat dengan jelas. Meski saya rada keder di ketinggian, saya yakin deh sama keamanannya berkat kecanggihan teknologi bangunannya.

Mestinya kita bisa ya, Raja, membuat tempat yang penuh ikon semacam di Inggris. Hingga bisa mendatangkan turis dari seluruh penjuru dunia. Saya membayangkan pelestarian bangunan-bangunan lama yang bersanding dengan modernitas dan kecanggihan teknologi diterapkan di kerajaan kita. Wow, membayangkannya saja membuat saya berbunga-bunga.

Meskipun bangunan-bangunan baru terus bermunculan, bangunan yang lama tetap mendapatkan tempat, bahkan menjadi ikon yang abadi. Pengalaman berjalan-jalan ke Inggris akan saya bagikan kepada seluruh masyarakat kerajaan, bahwa melestarikan bangunan lama sangat penting bagi sejarah. Bahwa kebaruan bisa bersanding serasi dengan yang lama. Bahkan menjadi duet maut yang dikagumi semua orang. Seperti duet serasi antara Kerajaaan Mister Potato dan Kerajaan SMAXville.

Demikian Raja Mister Potato yang baik. Saya sangat berharap Raja berkenan mengundang saya untuk ikut ke #InggrisGratis. Untuk itu saya sertakan foto saya. Semoga Raja Mister Potato bisa mengenali saya di antara ribuan khalayak yang sama-sama mupeng diajak Raja jalan-jalan.
 
Lihat Raja, pantas kan, saya bersama Pangeran Veetos?

Mohon ingat baik-baik wajah saya, Raja. Jangan lupa tunjuk saya menemani Pangeran Veetos dan Pangeran Waavy ke Inggris.

Hatur nuhun, mangga, sungkem.
Winda


Raja Mister Potato sangat terkesan dengan surat itu. Tanpa menunggu lama, diutusnya Pangeran Veetos untuk menjemput Winda dan mengajaknya jalan-jalan ke Inggris 7 hari gratis!





*

Tulisan diikutsertakan dalam Blog Contest Ngemil Eksis Pergi Ke Inggris #InggrisGratis dari Mister Potato @MisterPotato_ID

Wednesday, April 16, 2014

Perfect Sky






Aku ingin selamanya di sini. Dalam dunia pengelana yang hidup di rerimbunan pohon dalam pondok-pondok bambu. Dunia yang dipayungi angkasa. Di atas sana biru membentang berbercak awan putih, dan sinar matahari menyelip di sela dedaunan. Ini adalah langit tanpa cela.
Namaku Lintang. Konon malam bertaburan bintang saat aku dilahirkan. Dan entah sejak kapan aku telah jatuh cinta pada langit. Kala aku menangis, aku berlari ke padang depan rumahku. Melihat awan berarak, tangisku berhenti. Jika aku resah, aku naik ke atap rumah. Aku menatap bulan tersenyum, dan merasakan hangat dipeluk angkasa. Langit selalu menyelipkan bahagia untukku.
Kuhirup udara yang asin bersama harum dari cangkir kopi. Pak Made yang baik hati telah membuatkannya untukku. Minuman yang tidak lazim dinikmati di hari cerah. Tepi pantai adalah tempat yang cocok untuk jus buah segar atau es kelapa muda. Bukan kopi tubruk. Tapi aku menginginkannya setelah terjaga puluhan jam sejak meninggalkan Jakarta.
 Ah, Jakarta. Aku tidak pernah menyukai langitnya. Warnanya selalu kusam dan tampak muram. Pagi hari udara berkabut asap. Waktu siang matahari seperti murka. Bahkan aku tak dapat melihat riang bintang berkelip di malam hari.  Jutaan lampu seperti membuatnya sembunyi. Sepuluh tahun sejak aku  meninggalkan kotaku dan tinggal di sana, aku tidak menemukan langit yang bisa membangkitkan sukacita.
Sampai aku bertemu dia.
Pertama kali kami berkenalan, aku begitu yakin dialah jodohku. Lihat saja namanya: Langit. Dan lihat namaku! Kami seolah ditakdirkan untuk bersama. Aku menemukan Langit yang sempurna. Bersama Langit aku sangat bahagia.
Sampai senja itu. Aku ingat warna yang membias di jendela. Jingga yang terhalang kabut.
“Lintang, tidak mengertikah kamu, bahwa kebahagian itu datangnya dari sini?” Langit memegang dadanya. Tempat jantungnya berdetak.
            Dan aku tidak bisa mengerti. Langit meninggalkan aku dengan sejuta pertanyaan, dan sekepal rasa bersalah yang mendesak hati. Langitku yang sempurna meninggalkan aku. Langit yang memberiku keluasan dan keteduhan.
Kusadari mungkin aku terlalu jauh. Sementara Langit, dia selalu ada. Aku tidak. Sudah sepantasnyalah dia pergi. Dan Langit membawa serta kebahagiaanku juga. Tanpa Langit, bintang tak lagi bercahaya. Kemana lagi aku bisa mencari?
Lalu aku melihatnya. Berkedip-kedip di layar monitorku. Hamparan biru angkasa dan deburan ombak. Bagai menerima surat undangan semesta, aku langsung beranjak keluar Jakarta.  Mencari langit yang sempurna.
Maka di sinilah aku. Di ceruk Nusadua, di pulau dewata bagaikan surga. Di antara deretan tempat menawan dalam kompleks The Bay Bali, aku memilih tempat ini. Pirates Bay. Dan aku menenggak kopi panas di siang bolong. Ini kemewahan yang tidak kujangkau sebelumnya. Ketika bekerja adalah untuk selamanya, dan liburan tak pernah ada dalam kamus hidupku.
            Seorang bajak laut kecil berlari melintas. Dua anak berambut pirang menyusulnya kemudian. Mereka sedang berburu harta dari sebuah kapal karam di atas pasir. Keluarga mereka riuh bersorak. Di sini semua menjadi bajak laut. Kaum pengelana yang telah melihat jutaan langit menawan di laut lepas.
Aku beranjak ke bibir pantai. Pasir yang lembut dan hangat membelai jemari. Debur ombak mendekat dan tiupan angin semakin sejuk. Sore menjelang. Tirai langit beringsut berganti. Saatnya pergantian babak dalam satu pertunjukan agung karyaNya.
Dari kejauhan Pak Made berjalan ke arahku. Topi bajak lautnya tidak menyembunyikan rautnya yang bijaksana.  
“Silakan, salah satu appetizer favorit di Pirates Bay,” ujarnya sambil menyodorkan sepiring calamari and chips. “Kami sedang menyiapkan barbeque untuk malam ini. Semua pengunjung bisa memanggang sendiri makanan yang disukai. You better be hungry, Miss Lintang.”
Aku lupa kapan terakhir kali aku benar-benar makan. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana rupaku siang tadi, dengan lingkaran hitam di seputar mata, setelah sehari semalam tidak tidur dan tidak mandi. Pak Made menunjukkan ketulusannya dengan memperhatikan aku sejak pertama kali tiba di Pirates Bay.
Senyumku mengembang. Dan langit mulai berwarna pelangi.
“Langitnya sangat indah, Pak Made,” ujarku mengucapkan versi lain dari terima kasih. “Apakah langit di sini selalu sesempurna ini?”
“Anda menyukai langit, Miss Lintang?”
“Saya menyukai semua langit yang indah, Pak Made. Langit pagi yang lembut, semburat senja, langit malam yang pekat. Langit yang sempurna selalu membawa kebahagiaan buat saya.”
“Ah, bukankah langit memang karyaNya Yang Selalu Sempurna, Miss Lintang?”
“Tapi di Jakarta saya tidak pernah menemukannya. Langit di sana tidak membuat  saya bahagia seperti di sini.” Lalu aku seperti mendengar dengung merdu dari semburat langit yang berangsur redup. Perfect sky.
“Sebentar lagi obor dan lampu akan dinyalakan.” Suara Pak Made yang lembut memecah hening. “Kalau miss Lintang berkenan, silakan tunggu sampai esok pagi. Sunrise di Pirates Bay adalah moment yang ditunggu-tunggu semua orang.”
I would love to, pak Made. Tidak ada yang lebih membahagian dari melihat langit yang indah dan sempurna.”
“Baik, saya akan menyiapkan sleeping bag dan keperluan lainnya. Miss Lintang bisa menginap di salah satu tenda. Biar malam ini merasakan hidup seperti bajak laut, melihat bintang-bintang ditemani ombak..”
Another perfect sky,” sambungku. “Tempat ini luar biasa.”
Pak Made mengangguk takzim. “Terima kasih, miss Lintang. Tapi, semua langitNya selalu sempurna. Kalau saja kita mau mengerti, maka tidak ada alasan untuk tidak bahagia.”
Aku merasakan hembusan angin dalam hatiku. Bisikan itu datang dari langit.
Every sky is perfect.



 Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Proyek Menulis Letters of Happiness: Share your happiness with The Bay Bali & Get discovered!  www.thebaybali.com 

Friday, December 27, 2013

XL Stabil Tanpa Buffering



Siapa yang tidak suka internet cepat? Pertanyaan retoris, ya. di era sekarang tidak cukup kita memiliki gadget yang terkoneksi dengan internet, tapi koneksi internet itu harus cepat!

Bagi yang masih galau dengan lemotnya koneksi internet di handsetnya, operator XL memberikan satu harapan baru – dan ini bukan PHP atau Pemberi Harapan Palsu- bagi pelanggannya untuk menikmati internet cepat yang whuss whuss whuss!!

Senin, 16 Desember yang lalu, XL telah merampungkan pemasangan perangkat barunya di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Perangkat baru itu namanya Single RAN atau Single Radio Access Network. Perangkat baru ini memiliki standardisasi 4G, memiliki efisiensi bandwith, dan memiliki fitur canggih yaitu Dual Air Feature. Ga usah mumet mikirin benda apakah itu, gampangnya, perangkat baru itu lebih canggih, dah!

Bus Drive Test XL
Event itu ditandai dengan sebuah acara Drive test keliling jalan-jalan protokol di kota Semarang. Drive test itu apa? Semacam menjajal mobil baru? Hehe, bisa dibilang, ini menjajal perangkat baru. Saya dan teman-teman diajak berkeliling dalam sebuah bus yang sudah dilengkapi dengan perangkat untuk mengetahui performa XL dan operator lain yang dibandingkan dengan XL. Caranya sih, lihat garis-garis dengan warna-warna tertentu yang menandakan kekuatan sinyal masing-masing.

Garis-garis yang menandakan kekuatan sinyal XL dan di sebelahnya adalah tampilan You Tube
Kita juga bisa tahu bahwa bandwith XL dengan perangkat barunya ini jadi meningkat. Cara gampangnya dengan membuka aplikasi You Tube. Hayoo siapa juga yang nggak pernah merasakan betenya menunggu buffering kala internet kita lemot bak siput.


True Put XL
 Dalam drive test tersebut tampaklah, dari mata awam saya ini, bahwa berkat modernisasi jaringan yang telah dilakukan XL, tampilan You Tube selama perjalanan sekitar 1 jam itu berjalan mulus (hampir) tanpa buffering. Selama saya pantengin layar, saya mencatat cuma sekali buffering. Dan itu cuma beberapa detik. Sekalipun bus melintasi jalanan dengan pohon-pohon rindang dan gedung-gedung tinggi.
Koneksinya juga terlihat stabil. Hmm,.. dibandingkan dengan operator lain (yang kebetulan saya pakai), performa XL memang terlihat lebih oke di banyak lokasi.

Apakah artinya? Artinya, XL sayang pelanggannya. Karena XL telah melakukan sebuah investasi besar, untuk menjamin meningkatnya kepuasan pelanggan. Coba bayangkan menara BTS dengan antena-antena yang melekat di atasnya. Ada ribuan menara BTS XL di wilayah Jawa Tengah dan DIY ini, dan XL ganti semua perangkat itu dengan yang baru.

Apakah artinya lagi? Bahwa kita bisa nonton video favorit kita dari You Tube tanpa bete nunggu buffering, kalauuu.. pake XL di gadget kita. Hehehe.. siap-siap pasang kartu perdana XL-nya, aah..