Monday, March 16, 2015

Catatan 17 Halaman (1)



Dee's Coaching Clinic- Solo

There she is
Saya menghabiskan banyak lembaran buku ketika berupaya menangkap ilmu yang mbak Dee bagikan tanpa segan-segan. Coaching Clinic ini berasa sangat nyaman karena mbak Dee sendirilah yang awalnya mengajak semua peserta berkenalan, mempersilakan para peserta bertanya, mencatat sendiri semua pertanyaan itu di flip chart, sebelum menjawabnya dengan penuh semangat.

Seolah ngobrol dengan kawan, mengalirlah semua tips, cerita, guyonan, dari seorang Dee Lestari. Semua tutur yang membuat saya berandai-andai berada dalam sebuah writing camp dengan mbak Dee, -di mana saja saya rela- dan mengulik lebih dalam lagi kisahnya, sebagai penulis, seniman. Sebagai manusia yang haus berbagi. 

Sebuah sesi yang sangat menyenangkan.  Perjumpaan ini bukan semata-mata ‘jumpa fans’. Tetapi seperti pertemuan dengan guru yang sangat ‘humble’. Hari itu, tiga jam serasa tiga menit. Kurang? Tentu. Rasanya bukan cuma saya yang berasa pengen ‘nginep’ bareng mbak Dee hari itu. 

 “Lain kali kita lesehan saja, ya,” kata mbak Dee.
Dengan senang hati, Mbak Dee. Dan semoga ‘lain kali’ itu menjadi kenyataan. 

Ada pelajaran dalam setiap pertemuan. Dan di Dee’s Coaching Clinic, saya banyak mendapatkan. 

Catatan Saya

Nah, sekarang soal materi yang kemarin berhasil saya catat dengan serabutan. Berupaya mengikuti tutur mbak Dee yang mengalir. Ilmu yang begitu ingin dibagi. Saya membagi ‘Catatan’ saya dalam beberapa posting-an, yah. Rencananya yang pertama ini adalah catatan yang berupa ‘GAMBAR’. Lalu di post selanjutnya tentang “KARAKTER”, karena Mbak Dee banyak mengulas topik yang satu ini. Lalu posting terakhir adalah catatan-catatan lainnya. 
Kenapa saya posting ini yang pertama, karena gambar ini yang paling cepat 'dibuat'. Sementara 'pelajaran' yang lain, saya sedang berusaha menulisnya agar tidak terkesan seperti laporan. Saya gambar ulang pakai software computer karena sketsa aslinya acak adul. 
Ada 4 gambar di sini: Three Act Structure, Timeline, Koridor Cerita, dan tentang Target Menulis.
Semoga bermanfaat. 

Struktur yang secara umum dipakai ketika menulis cerita.
Timeline: dipakai Mbak Dee ketika menuliskan Supernova - Akar (Masih sederhana)

Bagaimana membuat diri 'kuat' menulis

 Nah, ditunggu ya, catatan selanjutnya.
Bersambung di Catatan 17 Halaman (2)

23 comments:

  1. Sangar Mbak Winda ilustrasinya.
    Salutz banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini cara 'gampang' ngertinya, Adit... :)

      Delete
  2. Foto berdua sama dee ngga maaak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Fotooo.. cuma nasib kalau 'cuma' berdua suka -ngeblur- T^T

      Delete
  3. Cool..semoga saya jadi salah satu diantara yg beruntung di surabaya. Amin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin.. salam kenal, Fildatul Amiroh :)

      Delete
  4. Pernah ikut tp beda isi...
    TFS mak...dinanti berikutnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikut kelas mbak Dee mak? Ada catatannya juga tak? hehe.. Okay lagi ngetik2 yang selanjutnya nih

      Delete
  5. aku sukaa..ditunggu lanjutannya..lagi berusaha mempraktekkan nih mak wiin..semangat hihihi *lirik sinopsis novel huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. Sama-sama lirik naskah tak bertuan.. T^T

      Delete
  6. wih mantap nih. ilmunya mbak dee diabadikan di blog. (y)

    ReplyDelete
  7. Wahh, ditunggu kelanjutannya. Makasih buat catatannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama.. terima kasih mau menunggu :)

      Delete
  8. Asiknya yang nyesep ilmu Dee Lestari :D
    Nunggu lanjutannya yaaa

    ReplyDelete
  9. Waaah keren mak. TFS ya. Suka baca blognya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kembali, mbak Dian.. :)

      Delete
  10. Wah aku suka banget nih, selain fansnya mbak Dee lestari, aku selalu penasaran sam acara dia nulis ^^ langsung cus ke catatang ke 2

    ReplyDelete
    Replies
    1. :) terima kasih telat sekali saya buka pesannya.

      Delete