Monday, September 4, 2017

Hidup Sehat dengan GERMAS

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)

Pada jaman dahulu....

Hehe. Kalimat pembuka ribuan kisah ini rasanya cocok untuk menuliskan kondisi kesehatan saya saat ini. Kalau ada istilah “anak muda bicara masa depan, orang tua bicara masa lalu”. Dalam hal fisik, bagi saya usia tak bisa berbohong. Jaman dahulu semasa (lebih) muda rasanya hampir tidak ada permasalahan kesehatan serius yang saya rasakan. Paling pol batuk pilek, sedikit pusing-pusing dan badan demam karena kelelahan. 

Seiring waktu berjalan, rasanya badan mulai sering protes. Sedikit-sedikit merasakan pegal di kaki, atau tiba-tiba punggung dan pinggang kaku, dan lain sebagainya. Berbagai gejala yang jika dibilang ringan, tapi kok ya mengganggu aktivitas. Nah, kemarin, hari Senin tanggal 28 Agustus 2017 saya beruntung karena diberi kesempatan untuk ikut acara Temu Blogger Kesehatan dengan tema “Mari Hidup Sehat dengan GERMAS”. Berkat acara ini saya jadi lebih mengerti bahwa kesehatan diri itu sangat penting. Tidak hanya bagi diri saya sendiri, tapi juga bagi masyarakat. 

Pagi-pagi di ballroom Hotel Santika Premiere, bersama-sama dengan 30 orang blogger kesehatan dari Jabodetabek, 20 blogger kesehatan dari Semarang, saya melakukan tarian minta hujan, hehe. Bukan ding, tapi Hand Hygine Dance, yaitu tarian untuk mengingatkan pentingnya cuci tangan dengan benar. Tarian seperti pelajaran anak PAUD ini disambung juga dengan Senam Peregangan di Tempat Kerja. Seperti main-main, tapi sesungguhnya bermakna besar. Olah tubuh, bergerak, adalah hal penting untuk menunjang kesehatan tubuh kita. 

Sebelum nyambung ke masalah olah tubuh ini, baiknya saya cerita urutan acara kemarin. Selepas berolah raga ringan, saya bersama teman-teman mendapatkan paparan dari beberapa narasumber yang membuka wawasan tentang betapa pentingnya menjaga hidup sehat. 

Pentingnya Mencegah Penyakit Tidak Menular

Bapak Arvian Nevi, SKM, DEA adalah Kasie Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Beliau menyampaikan bahwa di masa kini kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) semakin meningkat. Bahkan Jawa Tengah adalah provinsi dengan jumlah penderita kanker yang tertinggi di Indonesia. Selain itu ancaman PTM seperti hipertensi juga sangat tinggi. 

Penyakit hipertensi yang dulu hanya menyerang orang berusia lanjut, kini juga menyerang kalangan muda. 51% Kematian akibat stroke, dan 45%nya akibat jantung koroner. Karena ancaman yang semakin nyata ini, maka diperlukan upaya pencegahan preventif. 

Bapak Arvian Nevi menekankan pentingnya menggemakan tren hidup sehat. Yaitu mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi sehat. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah PTM. 
Perilaku Cerdik untuk pencegahan Penyakit Tidak Menular

Lakukan langkah “CERDIK” yaitu: Cek Kesehatan, Enyahkan Asap Rokok, Rajin Olah Raga, Diet Sehat dengan Kalori Seimbang, Istirahat yang Cukup, Kelola Stres

Yuk galakkan GERMAS!

Selanjutnya adalah sambutan kepada Blogger dari Kementrian Kesehatan, -pihak yang mengundang kami semua- yang disampaikan oleh Kepala Bag Hubungan Media & Lembaga Biro Komunikasi Kemenkes, Bapak Indra Rizon, SKM, M.Kes. 

Semarang adalah kota ke-5 yang didatangi Kemenkes untuk program GERMAS itni. Para blogger ini memang khusus diundang untuk memviralkan kebijakan-kebijakan kementrian kesehatan. Semua ini adalah bagian dari rencana untuk menggulirkan GERMAS secara terencana dan sistematis oleh semua pihak. 

Mengapa Blogger? Karena data di Indonesia pengguna aktif sosial media mencapai 106 juta orang. Mencapai 40% dari total penduduk Indonesia. Blogger memiliki potensi besar sebagai medium untuk sosialisasi program kesehatan. 

Kenapa GERMAS? Disampaikan Bapak Indra Rizon, GERMAS diluncurkan karena antara lain sebab-sebab berikut ini: 

1. Penyakit itu sangat mahal untuk diatasi
2. Lingkungan hidup yang jelek membuat kerugian ekonomi 
3. Telah terjadi pergeseran penyakit, dimana penyakit seperti hipertensi saja bisa menyebabkan kematian. Umur penderitanya pun semakin muda. Maka di sini penting sekali untuk dilakukan cek kesehatan. 
4. (Dari data JKN) Penyakit tidak menular menyerap biaya terbesar menyebabkan pembengkakan biaya BPJS. Padahal sesungguhnya penyakit-penyakit tersebut dapat dicegah dari awal. 

Untuk menanggulangi semua itu, perlu penguatan upaya Promotif-Preventif, yaitu dengan GERMAS. 

Nah, apa itu GERMAS? Germas itu singkatan dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

GERMAS merupakan gerakan nasional yang diprakarsai oleh Presiden RI yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat.

Dalam acara temu blogger kesehatan kali ini para blogger diharapkan turut berperan aktif dalam menyebarkan konten-konten kesehatan yang benar. Karena menurut pengamatan Kemenkes, banyak berita hoax tentang kesehatan yang beredar di dunia maya. 

Kan untuk menyukseskan GERMAS ini, tidak hanya bisa mengandalkan peran dari sektor kesehatan saja. Peran seluruh lapisan masyarakat, termasuk blogger ini, sangat diperlukan untuk menyebarkan praktek pola hidup sehat. 


Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

GERMAS itu apa saja sih? 

GERMAS meliputi kegiatan: Melakukan aktifitas fisik, Mengonsumsi sayur dan buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin, Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban. 

Pada tahun 2017, GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu: 
1) Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari 
2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 
3) Memeriksakan kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali sebagai upaya deteksi dini penyakit.

PTM dan Check Up

Pembicara selanjutnya adalah Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam (PAPDİ) DKİ Jakarta, Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH. Dokter Ari yang juga blogger dan aktif di sosial media ini menyampaikan pentingnya untuk cek kesehatan secara rutin. Alias Check Up. 

Apa itu Check Up? Check up adalah sarana mengevaluasi terutama adanya gangguan kesehatan kronis pada diri seseorang. Mengapa check up perlu? Karena banyak penyakit yang pada awalnya timbul tidak bergejala. Jadi kalau banyak kita dengar kabar: “Wah tiba-tiba dia drop karena jantung, padahal selama ini sehat-sehat saja.” Itu tidaklah benar. Semua penyakit pasti ada awal mulanya, tidak ada yang tiba-tiba. 

Contoh penyakit kronis yang tidak bergejala pada awal sakitnya adalah penyakit peningkatan kadar lemak darah (yang sering kita sebut: kolesterol). Jika kadar kolesterol dalam darah tinggi maka kolesterol akan menumpuk pada pembuluh darah baik jantung, otak, dan juga ditimbun di hati, ditimbun di kandung empedu menjadi batu empedu. Jika hal ini terjadi maka orang tersebut beresiko tinggi untuk terkena sakit jantung dan stroke. 

Penyakit lain yang kadang diabaikan adalah kadar gula darah yang tinggi. Padahal jika gula darah tinggi menumpuk di pembuluh darah besar dan kecil, jika di pembuluh darah koroner bisa menyebabkan penyakit jantung koroner, jika pembuluh darah otak, menyebabkan stroke, jika di pembuluh darah ginjal bisa menyebabkan kebocoran ginjal yang berujung gagal ginjal. 

Nah, karena itu jangan malas untuk melakukan cek kesehatan. Kalau dulu orang baru check up ketika usia mulai memasuki 40- tahun, sekarang sedari muda cek kesehatan harus dilakukan secara rutin, setidaknya setahun sekali. Namun jika kita memiliki faktor resiko, misalnya ada orang tua atau kerabat dekat yang menderita suatu penyakit berat, maka cek kesehatan tadi harus dilakukan lebih sering, misalnya enam bulan sekali. 

Setelah menyampaikan fakta-fakta horor jika kita mengabaikan gejala penyakit dan malas check up, dokter Ari menyampaikan tips kesehatan yang praktis untuk kita jalankan, yaitu: 

1. Minum air putih minimal 8 gelas sehari
2. Banyak makan sayur dan buah
3. Istirahat yang cukup
4. Tidak merokok
5. Olah raga yang teratur


Bagaimana jika sudah terkena penyakit?

1. Konsultasi pada dokter
2. Minum obat sesuai instruksi dokter
3. Kontrol teratur sampai keadaan kembali normal
4. Hindari makanan dan minuman yang memperburuk keadaan

Ayo bergerak dan cek kesehatan secara rutin, Guys!

Para blogger pada kesempatan ini juga mendapatkan check up kesehatan seperti pengecekan tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah. Hasilnya? Hari itu tekanan darah agak tinggi padahal biasanya nggak pernah segitu. Kata petugas kesehatan yang memeriksa saya, mungkin karena kurang tidur. Hehe tahu aja, kalau semalam habis begadang. Dan yang jelas saya kudu lebih rajin olah raga karena udah OB1. Alias obesitas! *lalu ngilang*


Wong Semarang Dukung GERMAS!

Selanjutnya adalah pemaparan dari Kepala Dinkes Kota Semarang, dokter Widoyono, MPH. Beliau menekankan lagi pentingnya mencegah PTM dengan GERMAS. Selain itu Pak Widoyono juga menyampaikan program-program kota Semarang untuk mendukung GERMAS. Salah satunya adalah penetapan Kawasan Tanpa Rokok di kota Semarang. Di mana sajakah kawasan tanpa rokok itu? Ada tujuh tempat yaitu di sarana kesehatan, tempat proses belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat umum, dan tempat kerja. Kebijakan ini sudah didukung dengan Perda no.3 2013 tentang kawasan tanpa rokok, dan Peraturan dan SK Walikota. 

Pemkot Semarang pada tanggal 12 Juli 2017 mendapatkan penghargaan tertinggi Paskita Parama dari Kementrian Kesehatan atas komitmennya menegakkan aturan terkait rokok. Sosialisasi Perda ini juga didukung lintas sektor salah satunya Satpol PP. 
Hayo, hati-hati ya, kalau merokok sembarangan nanti tercyduk! 

Sebagai pecinta sepakbola, Walikota Semarang juga sangat mendukung olahraga. Pemkot Semarang aktif mendata dan membina klub-klub olahraga yang ada di kota Semarang. Kebijakan GERMAS lainnya adalah menerbitkan nota dinas untuk memasukkan sayur dan buah dalam menu snack/ makanan yang disajikan pada setiap kegiatan Dinas Kesehatan. Selain itu ada juga kewajiban peregangan minimal 2 kali dalam sehari di sela-sela pekerjaan. 

Pada intinya, Kota Semarang mendukung penuh program GERMAS. Warganya juga harus, ya!

Nah, berikut ini adalah pesan penutup dari para pembicara untuk kita semua: 

1. Dukungan Blogger untuk menstimulasi, mengisnpirasi, atau sosialisasi GERMAS ke semua kalangan khususnya kalangan muda. Ukurannya program GERMAS ini berhasil adalah angka kesakitan yang menurun. (Dokter Widiyono)

2. Dapatkan sumber informasi kesehatan yang tepat dan terpercaya. Di tangan andalah, harapan itu ada. (Dokter Ari)

3. Kemenkes: generasi sekarang sudah berbeda. Blogger menjadi duta anti hoax terutama untuk kesehatan agar masyarakat Indonesia bisa sehat semua secara fisik dan non fisik. Dan tidak dikacaukan dengan hoax sehingga kebijakan pemerintah bisa diterima tidak hanya sampai di hari ini saja. Kementrian berharap sampai ke depannya kerja sama dapat terbangun. (Bapak Indra Rizon)

Siang harinya, ada Bapak Kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Yulianto Prabowo, M.Kes yang menyempatkan diri hadir untuk menyampaikan program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5NG) Selamatkan Ibu dan Anak.

Program 5Ng adalah program untuk mendukung kesehatan Ibu Hamil pada 4 fase yaitu Fase Pra Hamil, Fase Kehamilan, Fase Persalinan dan Fase Nifas.

Setelah itu, menutup sesi pada hari pertama ini ada tambahan ilmu tentang kepenulisan dari mas Anwari Natari dari KOMPAS, yang mengajak para blogger untuk mengasah keterampilan berbahasa dan menulis. Dengan kemampuan berbahasa yang baik, diharapkan pesan yang dituliskan lewat blog bisa sampai ke pembacanya. 

Wah, komplit banget kami para blogger kesehatan dapat materi hari ini. Dan pengaruhnya langsung nyata karena selepas paparan yang menginspirasi, pada makan siang banyak lho yang berupaya beneran memperbanyak sayur dan buah untuk dikonsumsi. Hehe. Terinspirasi dari dokter Ari, kita harus banyak mengonsumsi serat untuk mengimbangi pola makan yang kadang tidak melulu sehat. Pokoknya meski usia terus bertambah, badan kudu dijaga selalu sehat supaya tetap produktif. Umur panjang tidak cukup, karena hidup harus berkualitas. 

Salam GERMAS! Sehat! Bugar! Produktif! Yes yes yes!

Blogger Kesehatan Dukung GERMAS



Sumber info grafis: http://www.depkes.go.id/



No comments:

Post a Comment