Tuesday, October 31, 2017

Outbound di Wana Wisata Penggaron Ungaran


Ingin merasakan sejuknya berkemah di bawah naungan pohon-pohon pinus? Atau berbaring di lapang yang luas sambil memandang bintang-bintang di malam hari? Pernahkah merasakan adrenalin meningkat karena menyeberangi  dua pohon setinggi 30 meter di atas seutas tali, atau atau menahan debar jantung karena mempertahankan benteng dalam permainan paintball? Semuanya adalah aktivitas yang biasa dilakukan dalam kegiatan yang sering disebut sebagai outbound activities atau lazim disebut oleh kebanyakan orang: outbound.

Outbound atau kegiatan dengan menggunakan metode experential learning yang memanfaatkan alam memang menjadi salah satu pilihan kegiatan masyarakat. Mulai dari institusi pemerintahan, sekolah, sampai keluarga untuk acara reuni. Untuk mewujudkan kegiatan outbound sangat bergantung pada beberapa hal. Salah satu yang terpenting adalah lokasi yang memadai. Untuk itu, Wana Wisata Penggaron adalah tempat yang tepat.

Menuju Wana Wisata Penggaron Ungaran

Bagi masyarakat Semarang dan sekitarnya, nama Penggaron merujuk ke dua tempat. Yang satu adalah lokasi terminal di wilayah Pedurungan, Semarang Timur, sementara lokasi yang lain adalah sebuah kawasan hutan wisata yang terletak di Ungaran, ibukota Kabupaten Semarang.

Kabupaten Semarang yang terletak 18 kilometer dari pusat kota Semarang ini memang kaya dengan potensi alam. Salah satunya adalah kekayaan flora dan fauna yang tersimpan di hutan kawasan Penggaron. Hutan yang kemudian disebut Wana Wisata Penggaron ini adalah kawasan hutan wisata seluas kurang lebih 500 hektare yang saat ini dikelola oleh Perum Perhutani KPH Semarang.

Wana wisata ini tepatnya terletak di desa Susukan, Ungaran Timur. Dari arah Semarang bisa dicapai melalui Jalan Perintis Kemerdekaan (Jalan raya Semarang-Solo) menuju ke arah Ungaran atau Solo. Selepas melewati gerbang batas kota, mulailah mengamati rambu-rambu jalan di sebelah kiri. Tak jauh dari batas kota Semarang dan Ungaran akan ada petunjuk arah menuju Wana Wisata Penggaron.

Jika menjumpai gerbang Komplek Taru Budaya, berarti sekitar seratus meter dari sana, akan bertemu dengan pertigaan Jalan DI. Panjaitan. Jalan beraspal ini lebarnya sekitar 8 meter.  Dari pertigaan ini, untuk mencapai Wana Wisata Penggaron hanya 1,5 kilometer jauhnya atau sekitar lima menit berkendara. Bagi yang tidak mengendarai kendaraan pribadi, ada pos ojek di sekitar pertigaan jalan ini. Selepas melalui jembatan di atas jalan tol Semarang-Solo, Gerbang Wana Wisata Penggaron akan menyambut di sebelah kiri jalan.

Fasilitas Wana Wisata Penggaron

Wana Wisata Penggaron dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00. Harga tiketnya sangat terjangkau yaitu enam ribu rupiah per-orang. Untuk sepeda motor akan dikenakan tarif dua ribu rupiah dan lima ribu rupiah untuk kendaraan beroda empat. Untuk aktivitas outbound, tiketnya adalah 10 ribu rupiah per-orang. Selain itu bisa juga melakukan foto prewedding di lokasi ini dengan tarif khusus sekitar 200 ribu rupiah. Jangan lupa meminta tiket di loket karena selama berada di wilayah Wana Wisata Penggaron, setiap pengunjung yang memiliki tiket akan terlindungi dengan asuransi wisata.

Area Driving Range Penggaron
Di kawasan hutan ini terdapat kawasan Bumi Perkemahan dan Driving RangeDriving Range ini pada awal dibangunnya sempat dipakai untuk latihan golf,  tapi kini tidak lagi digunakan untuk itu. 

Gazebo di area Bumi Perkemahan
Untuk masuk ke hutan menuju wilayah Bumi Perkemahan dan Driving Range, pengunjung akan menuruni jalanan yang berkelok-kelok sejauh kurang lebih satu kilometer, atau 15 menit berjalan kaki. Jalanan selebar kurang lebih lima meter untuk masuk ke kawasan hutan sudah banyak lubang. Meski demikian suasana khas hutan yang sejuk dan lembab akan langsung menyergap begitu menuruni jalan. Pepohonan tinggi menjulang di kanan dan kiri jalan, dengan sulur-sulur panjang yang saling membelit. Suara burung yang melintas akan terdengar jelas dan kalau beruntung dapat melihat hewan-hewan kecil seperti landak atau tupai yang menyeberang jalan.

Para pelajar dan mahasiswa di sekitar wilayah Kabupaten Semarang, -bahkan hingga ke kota Semarang, Kudus, dan Boyolali-,  khususnya anggota Pramuka dan pecinta alam sering memanfaatkan Wana Wisata Penggaron untuk kegiatan berkemah, khususnya di hari-hari libur. Tempat berkemah pada umumnya di area Bumi Perkemahan dan Driving Range. Untuk area Bumi Perkemahan, suasana lebih teduh karena lebih banyak pepohonan tinggi dengan lahan lebih bervariasi tinggi rendahnya. Fasilitas MCK tersedia dan ada satu buah gazebo di atas bukit yang dapat disewa.

Pondok kayu berisi dua kamar dan dua kamar mandi yang dapat disewa di area Driving Range
Sementara di wilayah Driving Range, lapangan berumputnya lebih luas, fasilitas MCK juga relatif lebih baik. Jalan untuk mencapai Driving Range lebih curam, meski dengan demikian kendaraan dapat masuk hingga ke lapangan. Di sana ada bangunan eks- club house dan satu pondok dari kayu yang dapat disewa untuk berbagai keperluan. Tetapi karena berupa lapangan berumput yang luas dengan pepohonan di tepiannya, jika siang hari akan terasa lebih panas dibandingkan di Bumi Perkemahan.

Aktivitas Outbound di Penggaron

High rope
Pohon-pohon tinggi dan kokoh untuk instalasi tangga tali

Pepohonan di Wana Wisata Penggaron yang besar dan tinggi, memungkinkan untuk dipasangnya aneka instalasi high ropes seperti flying fox, two line bridge, elvis brigde, dan trapezee. Pohon-pohon itu telah cukup umurnya sehingga kuat untuk menyangga beban. Jarak antar pohon juga ideal untuk dihubungkan dengan tali karmentel atau sling. Untuk permainan flying fox, dapat memanfaatkan kontur tanah yang bertingkat-tingkat, sehingga tanpa harus membuat instalasi yang tinggi di atas pohon, sling baja dapat membentang hingga 100 meter.
Two Line Brigde
Aktivitas Two Line Bridge di Penggaron
Memang belum ada instalasi high ropes permanen yang dipasang di wilayah Penggaron. Untuk aktivitas tersebut dapat menghubungi penyedia jasa Outbound terlatih yang sudah terbiasa memasang instalasi di Wana Wisata Penggaron.
Paintball game
Paintball game war lebih seru karena seperti di arena peperangan sungguhan. 
Selain itu kondisi lahan yang berkontur dengan semak-semak dan pepohonan juga sangat cocok untuk aktivitas jelajah hutan atau trekking dan paintball game. Paintball game atau kegiatan simulasi perang dengan senjata peluru berisi cat memang merupakan salah satu kegiatan outbound yang sangat rekreatif. Khusus untuk aktivitas paintball hanya bisa dilakukan di area tertentu karena terkadang penduduk di sekitar masih melintas untuk keperluan sehari-hari.  Jika bermain paintball di Penggaron, jangan lupa memasang safety net untuk mencegah peluru terlontar ke arah yang tak diinginkan.
Outbound fun game bisa dimainkan di bawah teduhnya pepohonan di Penggaron.

Beberapa komunitas penggemar olahraga ekstrim seperti bersepeda gunung, dan motorcross beberapa kali mengadakan acaranya di Penggaron. Kondisi medan di Penggaron yang naik turun dan beberapa jalanan masih cukup terjal, ideal untuk kegiatan semacam itu. Pihak pengelola akan menentukan jalur-jalur mana saja yang bisa dilewati. Tindakan itu perlu untuk tetap menjaga kondisi hutan sebaik mungkin.

Tips Outbound di Wana Wisata Penggaron

Untuk menambah kelancaran pengunjung yang hendak beraktivitas outbound di Wana Wisata Penggaron, berikut tipsnya: 

Tips Umum:
  • Bagi yang pertama kali datang ke Penggaron, mintalah bantuan pengelola untuk menemani ke lokasi yang dicari. Mungkin saja akan kesulitan mencari tanda-tanda di sepanjang jalan, khususnya jika menjumpai persimpangan.
  • Jika hendak beraktivitas di Penggaron baik menginap ataupun tidak, bawalah kantung sampah sendiri, karena tidak ada tempat sampah yang memadai. Terutama untuk membuang bekas wadah air mineral atau kemasan makanan lainnya. Menjaga alam adalah kewajiban kita semua. 
  • Saat hari mulai gelap, (terkadang di petang hari pun sudah gelap karena pepohonan yang rimbun di tepi jalan), tidak ada lampu penerang jalan. Jadi pastikan menguasai medan. Untuk aktivitas yang membutuhkan tenaga listrik, dapat meminta sambungan listrik kepada pengelola dengan dikenakan tarif tertentu.
  • Untuk kebutuhan air,  terutama jika menginap dengan rombongan, sebaiknya berkoordinasi dengan pengelola. Karena di waktu-waktu tertentu jika debit air kurang, perlu air tambahan dengan memesan air dalam tangki untuk mengisi tandon dan bak-bak kamar mandi.
  • Ingin berkemah tapi tak punya tenda? Jangan khawatir karena pengelola Wana Wisata Penggaron bisa membantu untuk mencarikan tenda yang dapat disewa, mulai dari tenda doom sampai tenda pleton.
  • Untuk aktivitas yang cukup beresiko tinggi tidak ada salahnya meminta bantuan pengawasan dari tenaga kesehatan di Puskesmas terdekat atau ke Palang Merah Indonesia di Ungaran.


Tentang Kendaraan
  • Kondisi jalan di dalam hutan kurang baik. Banyak lubang, cukup berliku dan kadang curam. Karena itu persiapkan kendaraan dengan baik jika hendak masuk ke wilayah hutan Penggaron.
  • Kendaraan roda dua pada umumnya bisa menjangkau seluruh area Penggaron. Tapi perhatikan kondisi kendaraan terutama ban dan rem karena jalanan berliku, dan terdapat beberapa tanjakan dan turunan. Jika habis hujan, kondisi jalan akan licin dan ada potensi longsor atau pohon tumbang, jadi harap waspada.
  • Kendaraan roda empat yang ground clearance-nya rendah, apalagi yang dibuat ceper, sangat tidak disarankan turun ke area Bumi Perkemahan, Driving Range atau area lain di Penggaron. Untuk itu mobil bisa parkir dengan aman di area sekitar loket.
  • Bus besar (kapasitas diatas 30 orang) hanya bisa parkir di area loket. Terdapat area yang cukup luas untuk menampung 4 sampai 5 bus berkapasitas 50 tempat duduk.
  • Truk kecil dan mikrolet bisa turun dan menjangkau area parkir Bumi Perkemahan dan Driving Range.

Makanan dan Minuman
  • Di dalam area hutan wisata tidak ada warung permanen penjual makanan. Tapi terkadang di hari Minggu/ libur atau jika ada aktivitas khusus di dalam hutan, akan ada pedagang yang berjualan makanan di dekat Bumi Perkemahan atau di area Driving Range.
  • Di depan gerbang Wana Wisata Penggaron ada warung  yang menjual kopi, teh, aneka minuman dan menu nasi ramesan. Untuk memesan makanan dan minuman di dalam hutan dapat menghubungi pemilik warung tersebut. Makanan dapat dipesan dalam kemasan nasi bungkus atau nasi box. Selain itu dapat juga memesan teh, kopi atau jahe panas di dalam termos. Sangat praktis bagi yang hendak berkemah, karena penjual di warung mau mengantarkan sampai ke lokasi di dalam hutan di jam-jam yang disepakati, bahkan di malam hari sekalipun.
  • Kurang lebih 500 meter dari gerbang Wana Wisata  juga ada perusahaan catering profesional yang sudah biasa menyediakan makanan untuk aktivitas di Penggaron. Tapi catering tersebut belum dapat melayani pemesanan makanan prasmanan di dalam hutan wisata.


Informasi Obyek Wana Wisata Penggaron:
1.  Alamat: Desa Susukan, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah
2. Kontak pengelola Wana Wisata Penggaron: Pak Utomo (dapat dihubungi di loket)
3. Jam Buka: Setiap hari pukul 07.00 – 17.00 (kecuali untuk menginap 24 jam, hubungi pengelola)
4. Htm (Oktober 2017): Rp 6.000 Outbound: Rp.10.000. Parkir motor Rp 2.000. Parkir mobil Rp 5.000

Wana Wisata Penggaron memang mengandung sejuta potensi yang cocok untuk mewadahi aneka kegiatan outbound. Hutan ini adalah wahana yang sangat penting bagi masyarakat sebagai tempat rekreasi dan belajar. Apalagi dengan harga terjangkau, masyarakat Kabupaten Semarang dan sekitarnya, dapat menikmati segarnya hutan tak jauh dari rimba beton di kota. Semoga kelestarian alam dan hutan di Penggaron tetap terjaga, dan fasilitas-fasilitas yang ada di dalamnya dapat terpelihara.




16 comments:

  1. Seumur umur aku belom pernah kesini mbak. Masukin list ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah iya coba adek2 cantik diajak masuk ke hutan

      Delete
  2. Wisata yg menantang seperti ini paling aku incar pas zaman masih sekolah, Mbak. Kalau sekarang, masih nggak ya? Ehm, kayaknya makin menggoda deh. Apalagi tempatnya asri banget gitu. Penat sama urusan kerjaan bakal sirna kalau bisa bersuka ria di sana.

    Soal tempat sampah, ini harus jadi masukan bagi pengelola nih. Jangan sampai sampah malah jadi masalah di kemudian hari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Ika suka yg bikin deg-degan juga rupanya hehe. Soal sampah di area seluas itu kita juga harus ikut menjaga. Semoga ke depan makin oke

      Delete
  3. Wah mbak win senang outbond ya, kalau aku belum pernah kesini nih, Kapan-kapan kapan mampir ah 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Monggo lho kalau kantornya Mba Vit mau outbound barengan sayaaa :)

      Delete
  4. Ya Allah berapa puluh tahun aku gak kesini lagi. Sekarang makin cantik, tertata rapi.dan ada outbond nya juga. Kalo meniti di atas tali aku sering dulu, jaman masih remaja. Trus ikut latsarmil juga diajari survival, dan Two Line Bridge termasuk dalam survival. Asik tuh, tapi kalo sekarang gak tahu deh masih lancar gak aku jalan di atas tali, hihii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Outboundnya ada kalau ada event aja mbak Wati. Itu instalasi dari temen-temen waktu ada instansi yang manggil. Hayoo cobaa

      Delete
  5. Mbak Winda, invest di Lombok juga ayok.
    Di Hutan Pohon Raksasa di Lombok Timur cocok utk outbound seperti di tulisan komplit mbak Winda di atas.

    Semoga menang dan bisnis mbak Winda makin makin sukses.
    Aamiin ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih BunSal, waah semoga bisa terundang ke Lombok :)

      Delete
  6. Iya, kalau malam bingung juga nih masuk ke hutannya. Aku pernah soalnya ke sana pas malam, MakWin. Tapi asyik banget ya camping di sini. Yuukk kapan2 dong kita rame2 ke sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuuk main rame-rame. Kalau ada Mak Niek ditanggung amaan.

      Delete
  7. aku dan mas bagus pernah ngajak bocah tapi sampai hutan depannya doang hihihi aku takuut lembab banget hahaa jauh nggak sih ke perkemahannya? :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lha itu 1 kilometer-an jaraknya dari depan. Siang-siang biar nggak serem

      Delete
  8. Kaykanya pernah ke sini deh pas kegiatan organisasi, tapi dah lamaaa banget lebih dr 10 tahun lalu wkwkkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perlu diulang kalau sudah 10 tahun hihi

      Delete